TEATER REMAJA DAN PERSOALANNYA
TENTANG TEATER REMAJA
Oleh: Leo Zainy
Masa remaja identik dengan
aktivitas kumpul-kumpul, bercanda, makan bersama, jalan bareng teman, juga tidak kalah penting soal percintaan gaya
monyetnya. Banyak hal yang ingin
diketahui dan tidak asik jika tidak dicoba, maka ketika sudah mencoba, di usia
remaja itulah mereka akan merasa bahwa “hidup
lebih hidup!”. Kehidupan remaja memang lebih asik daripada usia anak-anak, atau
dewasa. Usia remaja itulah, waktu yang tepat untuk mencoba segala hal, segala
sesuatu yang dikehendaki, tentu saran pentingnya adalah kegiatan yang positif,
bisa dengan menyalurkan hobi, bakat dan kegiatan yang meningkatkan kreativitas.
Salah satu kegiatan yang mungkin perlu dicoba dan dilakukan oleh remaja adalah
perihal teater atau seni drama.
Drama adalah pertunjukan yang
mengandung cerita berupa dialog dan gerak yang dipertontonkan di atas panggung. Seni drama ataupun teater remaja memang tidak asing lagi bagi
para remaja, bahkan di sekolah mereka masing-masing dalam setiap kegiatan
ektrakurikuler yang diadakan oleh sekolahnya, salahsatunya bisa berupa ekstra teater. Seperti ekstra teater yang ada
di SMA 2 Trenggalek ini.
Ya! Kali ini saya punya
kesempatan berbagi informasi perihal seni pertunjukan atau seni drama remaja.
Bersama adik-adik siswa SMA 2 Trenggalek. Saya menghabiskan waktu sehari penuh, dan
melakukan banyak kegiatan mengenai seni teater remaja. Banyak hal yang dapat
saya ambil sebagai semangat dan upaya untuk lebih bisa memberikan informasi
kepada adik-adik teater remaja dikesempatan selanjutnya.
Mengapa perlu adanya catatat?
Sebenarnya sewaktu saya
melakukan kegiatan ini, tepatnya hari minggu 25 februari kemarin, ada beberapa
catatan, sekaligus sebagai pelajaran untuk kegiatan teater saya selanjutnya.
Diantaranya yang menjadi pelajaran dan
ulasan pentingnya yaitu: 1) Perihal teater remaja dan dunia remaja, 2) Pemahaman
dan schemata teater remaja, 3) Tema
remaja; takut sengsara terlalu lama, 4) budaya
pop syndrome teater remaja 5) Terlalu banyak maunya, 6) semangat yang luar
biasa. Dari beberapa poin di atas, tentu perlu adanya tindaklanjut dan
pemikiran lebih mendalam perihal kompetensi anak remaja maupun kelemahannya itu
sendiri, agar fenomena ini atau apa yang sudah dialami di usia remaja bisa
dikaji dan selanjutnya dijadikan sebagai pelajaran yang lebih baik ke depannya.
1)
Perihal teater remaja dan
dunia remaja
Seni teater sudah cukup dikenal
oleh remaja Indonesia masa kini khususnya siswa seusia pelajar SMP dan SMA. Bagi mereka teater
adalah salah satu sarana atau ajang untuk mengekspresikan segala sesuatu ide,
pikiran, minat dan kemampuan. Dengan teater mereka bisa mengekspresiakan dan
mengaktualisasikan dirinya. Mencurahkan kemampuan dan uneg-unegnya. Teater
remaja khususnya di Indonesia, dikenal dengan teater yang lebih banyak
menggnakan tema-tema percintaan gaya remaja.
Tema dan ide yang seringnya
diusung oleh usia remaja tidak jauh dari kehidupan mereka, mulai dari kehidupan
sekolah sampai dengan cinta segitiga diantara teman atau sahabat dekatnya. Sebenarnya
itu semua merupakan tema menarik dan menjadi kekuatan sendiri bagi teater
remaja. Tetapi sisi lain kelemahan juga muncul disini, dalam hal ini
remaja banyak terjerumus dan terlena
dengan kehidupan yang sudah mereka jalani. Kamsudnya bahawa tidak ada upaya
untuk mengontrol dan mengevaluasi serta membuat menarik dar tema yang sudah
mereka coba angkat diatas panggung. Tidak disadari oleh para remaja bahwa di
atas panggung harus lebih menarik dari realitas atau kehidupan sehari-hari.
2)
Pemahaman dan Skemata teater
Remaja
Saya kira, pengetahuan atau
skemata untuk memahami kompetensi itu sangat diperlukan. Istilahnya pemahaman
awal diperlukan untuk bisa memahami suatu aktivitas atau kegiatan baru secara
maksimal dan mendalam. Pada teater remaja, rata-rata mereka tidak dibarengi
dengan skemata awal yang cukup. Ketika kemauan begitu besar dan segala upaya
mereka lakukan, akhirnya yang terjadi adanya ketimpangan antara semangat
berlatih dengan hasil akhir atau ketercapaianya. Memang benar bahwa
tanggungjawab besarnya ada pada seorang pelatih atau guru masingmasing.
Masalahnya ketika ini merupakan tanggung jawab justru tidak diikuti dengan
kesungguh-sungguhan, tetapi asal ada dan ala kadanya sekedar melakukan saja.
Akhirnya mereka yang mempunyai semangat besar inilah yang menjadi korban para
pelatih atau guru yang tidak cukup mempunyai kompetensi atau schemata yang
mumpuni.
3)
Tema remaja; takut sengsara terlalu lama
Terlena dengan suasana hati
dan kemauan yang bermacam-macam, maunya senang-senang dan cenderung lari dari
persoalan berat dalam kesehariannya, ternyata terbawa di atas panggung teater,
ketika mereka para dramawan remaja menjadi manja dan ceritanya cenderung lembek.
Hampir bisa dipastikan cerita dan persoalan yang diangkat oleh teater remaja selalu
tentang percintaan dan tema-tema seputar kehidupan yang mewah dan menyenangkan.
Teater remaja jarang dan hampir tidak berani mengangkat tema yang sederhana
tetapi muatan konflik dan pemecahannya rumit. Teater remaja cenderung takut
menghadapi persoalan yang berat dan tidak mau terlalu lama, selalu tergesa-gesa
untuk segera selesai atau lari dari masalah, itu artinya masalah belum sampai
pada titik atau puncaknya. Dan dengan mudahnya oleh para dramawan remaja segera
diselesaikan, seolah-olah tergesa-gesa untuk segera menyelesaikan ceritanya
tanpa memperhatikan muatan lain dari pertunjukan itu sendiri.
4)
Terlalu banyak maunya
Kadang kemauan yang besar dan
terlampau banyak juga akan menjadi kelemahan atau merepotkan, artinya persoalan
yng diangkat terlalu berat dan tidak sesuai dengan porsinya. Contoh saja,
masalah percntaan remaja saja mengapa harus dikaitkan dengan menyelamatkan
sebuah ideology negara. Bagaimana bisa seorang remaja menyelamatkan sebuah negara
dalam durasi 1 jam diatas panggung dengan tidak meninggalkan kencintaan mereka
dengan dunia remajanya. Salah satu contoh ini hanya sebagian kecil kerumitan
yang dihadapi teater remaja ketika dihadapkan dengan persoalan memilih tema dan
ide pementasan yang menarik.
5)
Budaya popo syndrome teater
remaja
Pengaruh lingkungan memang
menjadi salah satu factor yang memiliki peran dalam membentuk pribadi di usia
remaja yang sesuai dengan keinginan remaja itu sendiri. Namun sekaligus ancaman
bagi mereka para remaja jika tidak pandai memilah dan memilih pergaulannya. Masalahnya
remaja kurang mampu menyarikan lingkungan pergaulan mereka, dimana dan dengan
siapa mereka harus bergaul. Pergaulan jika tidak membawa dampak yang
menggembirakan, kadang-kadang lupa apakah itu berdampak positif ataukah
sebaliknya, dan yang terjadi remaja menganggap kurang asik dan cenderung
ditinggalkan. Salah satu budaya pop yang mempengaruhi bentuk dan pilihan drama
remaja di Indonesia sekaligus sulit menghindari adalah maraknya
sinetron-sinetron diberbagai televisi yang banyak mengangat tema-tema
percintaan dengan gaya cengengnya, dan cenderung kurang logis dalam
menyelesaikan sebuah persoalan. Selebihnya tentu masih banyak persoalan terkait
lingkungan dan budaya yang mampu mempengaruhi perkembangan remaja. Dan tentunya
sudah menjadi keharusan bagi anak-anak remaja untuk bisa memilah pada bagian
mana yang layak untuk diusung ke dalam sebuah pertunjukan di atas panggung dan
mana yang tidak perlu dan tidak dihadirkan.
6)
Semangat remaja luar biasa
Sungguh luar biasa. Di usia
remaja inilah semangat dan antusias dalam melakukan setiap kegiatan dimiliki
oleh anak remaja. Semangat yang membutuhkan perhatian khusus untuk diarahkan
dan dorongan kepada kegiatan positif. Apapun yang dilakukan oleh anak remaja jangan pernah menghawatirkan soal semangatnya.
Mungkin, saat ini salah satu orang yang bangga dengan anak-anak remaja adalah
saya. Yaitu ketika saya memberikan
informasi tentang teater kepada para remaja yang tergabung dalam kelompok
teater SMA 2 Trenggalek, hampir semua dari mereka antusias dan tertarik dengan
materi yang saya suguhkan (saking semangatnya, mereka lupa jika waktu sudah
berakhir dan mereka tetap ngotot untuk melanjutkan kegiatan ini). Inilah semangat
anak-anak remaja yaitu semangat untuk belajar dan mendapatkan sesuatu sampai berhasil.
Maka jika peluang ini tidak digunakan sebaik mungkin, semuanya akan menjadi
mubadzir dan sia-sia. Dan tidak perlu menyesal kerena ketika usia sudah
memasuki jenjang dewasa, anda belum berbuat dan melakukan apa-apa. Untuk itu,
bagaimana cara memanfaatkan semangat remaja ini agar tidak menjadi sesuatu yang
sia-sia belaka, tetapi menjadi sebuah amunisi yang cukup signifikan untuk
digunakan sebgai bekal menyongosong masa depan, tentunya melalui berbagai
kegiatan dan salah satunya yaitu seni teater atau drama . MARI KITA SADARI
MULAI HARI INI, DAN TETAP SEMANGAT UNTUK TEATER REMAJA INDONESIA!

Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi