Opera Ant Smooth


/Oprak-oprak Semut

SINOPSIS


Drama ini mencoba menghadirkan kehidupan para semut, kehidupan koloni semut  yang dibagi menjadi tiga kasta atau profesi. Diantaranya; semut pekerja, pembangun sarang, dan semut ratu atau semut pengembangbiak.

Sengaja  menghadirkan sisi lain kehidupan para semut yang  mengalami kesulitan luar biasa. Kesulitan tersebut dimulai dengan habisnya persediaan makanan, sulitnya mencari makan, dan krisis kepercayaan yang sudah  melanda para koloni. Sedangkan kehidupan harus terus berjalan. Semut pembangun sarang dituntut untuk segera menyelesaikan pekerjaanya  membangun sarang, semut ratu akan segera melahirkan, dan semut pencari makan juga membutuhkan makanan.

Keadaan ini menjadi rumit, kacau, dan panjang.  Ketika para semut ribut mempersoalkan terkait sulitnya mencari makanan. Bahkan sebagian semut pencari makan mengklaim bahwa makanan di pulau ini sudah tidak ada lagi, tidak akan mungkin menemukan dan mendapatkan makanan. Di pulau ini sudah tidak ada lagi makanan untuk para semut, “ lebih baik kita protes saja”. Dan sebagian para semut masih  bersikukuh dan percaya “ selama kita mau berusaha, makanan  itu akan tetap ada”.

Para semut yang  protes, sepakat membuat aksi pemberontakan terhadap nasib mereka. Mereka telah berpendapat bahwa kita harus melaporkan dan menyerahkan nasib yang mereka alami. Akan tetapi masalah baru justru muncul pada kelompok semut yang akan protes. Mereka bingung dan tidak tahu harus protes kepada siapa, dan dengan cara apa mereka akan protes. Perdebatan semakin panjang terjadi diantara para semut pemprotes tersebut. Ada yang berpendapat bahwa mereka harus protes kepada Tuhan yang sudah menciptakan mereka, ada juga yang menganggap bahwa cara tersebut salah, tidak seharusnya kita protes kepada Tuhan, “ada makhluk lain penghuni pulau ini, justru lebih sempurna dan lebih besar daripada para semut, dan merekalah yang harus bertanggung jawab atas nasib yang dialami oleh para semut”, sedangkan yang lain malah menyakini jika protes kepada Tuhan dan manusia itu bukan jalan yang semestinya. sebagian mereka juga masih meyakini bahwa “sebelum ada  usaha dan kerja keras jangan buru-buru menyerahkan nasib para semut kepada Tuhan”.

Kehidupan terus berjalan, semut pekerja masih berusaha mencari makan, sedang nasib tragis dan payah dirasakan oleh para pekerja pembangun sarang. Mereka dituntut harus tetap semangat membangun rumah, demi koloni dan masa depan para semut, sedangkan perut mereka sudah lama tidak terisi makanan. Keadaan menjadi rumit dan kacau tidak karuan, ada yang masih berusaha sekuat tenaga demi tanggung jawab dan wujud dari kebesaran, namun ada yang memang harus menerima nasib berujung pada kematian. Semua masih berada diawang-awang, belum ada kepastian untuk melanjukan kehidupan selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ADIT & SOPO JARWO

Drama ANAK-ANAK TK