Akting, dalam sepakbola dikonotasikan negatif karena dinilai berpura-pura terjatuh agar mendapatkan pelanggaran. Namun striker Arema, Christian Gonzales menuai pujian, sebab berakting di panggung parodi “Iron Man Kepincut Kendedes” di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (5/7) kemarin.
Terbiasa mendapatkan perhatian puluhan ribu sorot pasang mata saat berlaga di rumput stadion, ternyata membuat Gonzales grogi saat harus tampil diatas panggung. Seperti yang diungkapkan oleh sang sutradara “Iron Man Kepincut Kendedes” Mochammad Zainy Leo. “Ya pertama latihan grogi, takut tapi saya coba kasih pengertian sembari praktek. Hingga akhirnya dia santai daripada sebelumnya,”ungkap pria yang juga salah satu personel grup musik kondang Kota Malang, Tani Maju ini.
“Gini Gonzales penonton tidak pernah tahu kesalahan pemain diatas panggung. Karena mereka tidak pernah tahu skrip kita. Jadi kita harus yakin untuk melakukannya dengan benar,” tutur Leo, sapaan akrab Mochammad Zainy menirukan ucapanya pada Gonzales.
Saat dipanggung, meski tidak seprofesional seperti Vega Darwanti, Jojon, Gading Marten maupun Aming, Gonzales sudah menunjukkan kemampuannya yang maksimal. “Dia bisa menikmati perannya,”Lanjut suami dari Vigna Sarda ini.
Terbiasa menggunakan kostum Arema yang ringan membuat Gonzales tampak “tersiksa” karena harus menggunakan kostum robot dengan bahan yang tebal.” Di panggung dia sempat ngomong kalau merasakan panas. Dia bilang seperti sauna”lanjut Leo.
Meski begitu Leo mengapresiasi kemauan keras Gonzales untuk belajar akting diatas panggung. “Saya itu lebih suka melatih orang yang lebih punya kemauan keras daripada yang sudah bisa, itu jauh lebih susah. Semua tahu di panggung bukan bidangnya tapi dia punya semangat tinggi untuk bisa bermain bagus,”pungkas Leo yang dalam pertunjukan kemarin juga berperan sebagai dalang.
Terbiasa mendapatkan perhatian puluhan ribu sorot pasang mata saat berlaga di rumput stadion, ternyata membuat Gonzales grogi saat harus tampil diatas panggung. Seperti yang diungkapkan oleh sang sutradara “Iron Man Kepincut Kendedes” Mochammad Zainy Leo. “Ya pertama latihan grogi, takut tapi saya coba kasih pengertian sembari praktek. Hingga akhirnya dia santai daripada sebelumnya,”ungkap pria yang juga salah satu personel grup musik kondang Kota Malang, Tani Maju ini.
“Gini Gonzales penonton tidak pernah tahu kesalahan pemain diatas panggung. Karena mereka tidak pernah tahu skrip kita. Jadi kita harus yakin untuk melakukannya dengan benar,” tutur Leo, sapaan akrab Mochammad Zainy menirukan ucapanya pada Gonzales.
Saat dipanggung, meski tidak seprofesional seperti Vega Darwanti, Jojon, Gading Marten maupun Aming, Gonzales sudah menunjukkan kemampuannya yang maksimal. “Dia bisa menikmati perannya,”Lanjut suami dari Vigna Sarda ini.
Terbiasa menggunakan kostum Arema yang ringan membuat Gonzales tampak “tersiksa” karena harus menggunakan kostum robot dengan bahan yang tebal.” Di panggung dia sempat ngomong kalau merasakan panas. Dia bilang seperti sauna”lanjut Leo.
Meski begitu Leo mengapresiasi kemauan keras Gonzales untuk belajar akting diatas panggung. “Saya itu lebih suka melatih orang yang lebih punya kemauan keras daripada yang sudah bisa, itu jauh lebih susah. Semua tahu di panggung bukan bidangnya tapi dia punya semangat tinggi untuk bisa bermain bagus,”pungkas Leo yang dalam pertunjukan kemarin juga berperan sebagai dalang.
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi