UMR GURU 2015

"Guyonanmu ojo sampek kliru, amergo kowe ditiru"
Sengaja saya buka catatan ini dengan ungkapan saya sendiri yang memakai bahasa Jawa, supaya lebih gamplang maksudnya. Sejalan dengan peringatan hari guru, maka update status kali ini bertemakan guru.
Memang berat beban yang ditanggung bagi seseorang yg berprofesi menjadi guru. Termasuk saya, InsyaAllah. 

Dalam sebuah kamus dijelaskan makna dari kata "guru" yaitu gu~ berarti kegelapan dan ~ru artinya menghancurkan, jika digabung tugas seorang guru adalah "menghancurkan kegelapan" dan diganti menjadi sinar yang lebih terang. Jika diterapkan dalam kehidupan sehari~hari maka tugas guru adalah memperbaiki segala bentuk/prilaku yg menyimpang dan diganti dengan yg lebih baik yaitu dengan cara mengajarkannya. Sebut saja Wati yg tidak pandai mengaji sekarang menjadi ustadzah yang disegani. Tentu karena ketekunan dan ilmu yang diperoleh dari sang guru. Wati adalah salah satu contoh dari tugas seorang guru pada muridnya.
Pertanyaannya. Bagaimana dengan Tono yang sekarang pandai mencuri? Atau Iwan yang suka memukul temannya, atau Marpuah yg suka ganggu tetangganya. Siapa yang mengajari mereka.
Mungkin juga saudara perlu bertanya, siapakah guru dari para koruptor dan anggota DPR di senayan? Berdosa atau mendapatkan pahalakah para guru mereka?


Kembali ke pokok persoalan/tema update kali ini. ungkapan diatas yang secara implisit mempunyai makna bahwa guru tidak boleh keliru. Bagi saya sederhana, jika saya ingin kuat mengangkat beban berat, maka saya harus sehat dan makan yg cukup, tapi jika saya lapar dan badan kurang fit maka dipastikan kekuatan saya berkurang dan tidaklah maksimal dalam melakukan segala hal. Nah, guru juga begitu tentunya. Jika ingin fokus mengajar dan mendapatkan hasil yang maksimal, maka guru harus sehat dan kenyang. Pertanyaan lagi ini. Apakah guru bisa sehat dan kenyang? Jawabannya bisa, asal ada biayanya. Dari mana? Gaji, warisan, atau dapat gratisan?
Baru~baru ini ada ungkapan "guru digaji murah untuk mencerdaskan anak bangsa, sedangkan artis dibayar mahal untuk merusak moral generasi muda". Kasihan sekali profesi guru (GTT,Honorer, Kontraktor, monitor, motor, dan busway) di negeri ini. Jare mbahku "Hadeeeh! Bereet nak tugas yang kamu emban, mungkin Tuhan yg akan menggaji beban berat dipundakmu".

Baik, mungkin tulisan ini akan saya akhiri sampai di sini saja, jika saya lanjutkan, tentu akan jadi artikel/makalah. Dan jika dibaca pengguna facebook bisa saja muak karena jumlahnya terlalu banyak paragrafnya. Intinya "pengendalian diri".
Guru Honorer

Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ADIT & SOPO JARWO

Drama ANAK-ANAK TK