KONSPIRASI HUJAN DAN SAPARDI
Biar hujan datang berkali-kali
tetap ku tak seperti Sapardi
Biar hujan berduyun mengobati
tetap ku tak pandai merangkai
larik apik
kata berbaris manis
seperti hujan melambungkan nama Sapardi
tetap ku tak seperti Sapardi
Biar hujan berduyun mengobati
tetap ku tak pandai merangkai
larik apik
kata berbaris manis
seperti hujan melambungkan nama Sapardi
Walau hujan datangnya terang merajam
Ku juga tetap terdiam
biar datangnya penuhi tanda
isyarat
petir bergemuruh
masih tetap ku tak bergegas lekas...
Ku juga tetap terdiam
biar datangnya penuhi tanda
isyarat
petir bergemuruh
masih tetap ku tak bergegas lekas...
Dasar imajinasi tumpul!
Bukannya ingin ku meniru Sapardi
namun hujan sudah menginspirasi
bukan aku tak mengerti hujan itu tentang bumi
air
panas
awan
dan langit terik
namun hujan sudah menginspirasi
bukan aku tak mengerti hujan itu tentang bumi
air
panas
awan
dan langit terik
Tapi mengapa ada hujan di bulan Juni?
mengapa hujan bicarakan kebijaksanaan?
mengapa hujan tentang ketiadaan?
mengapa hujan bicarakan kebijaksanaan?
mengapa hujan tentang ketiadaan?
ia menjulang karena malam hujan,
hujan sudah mendewasakannya...
hujan sudah mendewasakannya...
"jangan-jangan konspirasi hujan dan Sapardi sudah (sejak) lama terjadi"
Begitulah Sapardi
Bikin ngeli anak muda yang sok romantik
bikin ngilu kaku sela jariku
bikin syahdu,
muda-mudi kumpal kumpul
wara-wiri
fota-foto selfa selfi
menyo sana, menyo sini
gadget sana upload sini
besok protes alasan dibully
lapor polisi...
Bikin ngeli anak muda yang sok romantik
bikin ngilu kaku sela jariku
bikin syahdu,
muda-mudi kumpal kumpul
wara-wiri
fota-foto selfa selfi
menyo sana, menyo sini
gadget sana upload sini
besok protes alasan dibully
lapor polisi...
Padahal Sapardi juga punya facebook dan melek teknologi
justru lagi-lagi Sapardi yang punya inovasi
malah ia yang punya strategi "menulis puisi dengan media serba kini"
justru lagi-lagi Sapardi yang punya inovasi
malah ia yang punya strategi "menulis puisi dengan media serba kini"
sedang kami?
Muda-mudi tumpul mandul di muka pak Tua yang tak pernah menolak ajakan teman berkumpul
sharing
dan belajar menulis sajak masyhur
padahal Sapardi hanya menulis cerita seri
tentang bathin dan pengalaman ia bergumul
dan jadilah kisah hidup yang anggun...
sharing
dan belajar menulis sajak masyhur
padahal Sapardi hanya menulis cerita seri
tentang bathin dan pengalaman ia bergumul
dan jadilah kisah hidup yang anggun...
Sapardi Sapardi..
geliku padamu sudah berasa jelly
namamu melambung oleh hujan parikeno
kini guru besarku adalah "Sapardi Joko Damono"

Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi