IBAR NANG NGALAM
Malang memiliki seribu pernak~pernik.
Tidak habis~habisnya jika menyelami khasanah masyarakat (warganya) kota Malang. Salam satu jiwa "AREMA". Begitu magnet dan ruhnya mengakar dibelbagai kegiatan baik pada peristiwa apa saja. Tak terkecuali yang satu ini.
Pernikahan khas Nawak Ngalam. Temanya Malang Banget.
Pernikahan khas Nawak Ngalam. Temanya Malang Banget.
"TIM IBAR 2015"
Begitu kental dengan jiwa Arema. Budaya nyinoman begitu apik dibungkus oleh para nawak~nawak muda ini.
Jika jaman dulu nyinoman itu identik dengan kaum tua, dengan aktivitasnya membuat jenang juga mendirikan terop bagi yang laki~laki. Kali ini mungkin agak berbeda, karena tuntutan jaman serta pengaruh teknologi pada produk kuliner, bisa jadi jenang sudah sedikit peminatnya (kalah sama brownis), apalagi untuk sekarang ini perusahaan jasa sewa terop dan catering marak dimana~mana.
Begitu kental dengan jiwa Arema. Budaya nyinoman begitu apik dibungkus oleh para nawak~nawak muda ini.
Jika jaman dulu nyinoman itu identik dengan kaum tua, dengan aktivitasnya membuat jenang juga mendirikan terop bagi yang laki~laki. Kali ini mungkin agak berbeda, karena tuntutan jaman serta pengaruh teknologi pada produk kuliner, bisa jadi jenang sudah sedikit peminatnya (kalah sama brownis), apalagi untuk sekarang ini perusahaan jasa sewa terop dan catering marak dimana~mana.
Anak~anak muda ini (baca: Lang~lang Singosari) dalam membranding pernikahan menurutku sangat total. Bahkan kostum dan jargonnya terkesan Malang banget. Semua menggunakan bahasa anak muda, tak terkecuali bahasa walikan. "tapi tidak untuk ijab kabulnya lho ya".
Mulai dari dekor, kostum, banner dan asessoris, semuannya memiliki tema anak muda Ngalam banget.
Mulai dari dekor, kostum, banner dan asessoris, semuannya memiliki tema anak muda Ngalam banget.
"D`Cinomans" saya tidak sadar sewaktu membaca tulisan ini. Saya kira itu tulisan nama grub band Indonesia D`Cinamons" eh ternyata sinoman tho! Begitu mereka melebeli dirinya. Depan kaos tertulis "Tim Ibar 2015, The Terop Machine". Begitu juga berbagai tulisan juga terpampang di area kuadenya. Ada "positif ibar, ayas kapan?, Hirep~hirep Kane" dan lainya. Dengan desain bentuk seperti balon kata kata, spirit anak muda Malang ini dituangkan semua.
Lazimnya juga dalam sebuah pernikahan tentu yang didaulat menghibur mungkin band atau grup yang menyajikan lagu lagu nostalgia, tembang kenangan atau mungkin top 40. Tapi kali ini beda. Justru band indie yang kurang terkenal yang disuguhkan kepada para tamu yang datang. Tanimaju dan Tahu Brontak, band lokal Malang yang lagi berusaha bertahan dengan pilihannya . Band dengan nama yang aneh, bisa jadi lagunya juga lebih aneh. "Saya jadi penasaran pengen testimoni kepada para undangan yang datang". Ya musik dan lagu~lagunya bisa jadi norak bagi tamu yang memakai longdress dan berbagai pernak perniknya yang bling~bling, tapi bagi ibu~ibu yang konsisten menggunakan kebaya mungkin masih asik ditelinga dan bisa dibuat joget juga.
Lazimnya juga dalam sebuah pernikahan tentu yang didaulat menghibur mungkin band atau grup yang menyajikan lagu lagu nostalgia, tembang kenangan atau mungkin top 40. Tapi kali ini beda. Justru band indie yang kurang terkenal yang disuguhkan kepada para tamu yang datang. Tanimaju dan Tahu Brontak, band lokal Malang yang lagi berusaha bertahan dengan pilihannya . Band dengan nama yang aneh, bisa jadi lagunya juga lebih aneh. "Saya jadi penasaran pengen testimoni kepada para undangan yang datang". Ya musik dan lagu~lagunya bisa jadi norak bagi tamu yang memakai longdress dan berbagai pernak perniknya yang bling~bling, tapi bagi ibu~ibu yang konsisten menggunakan kebaya mungkin masih asik ditelinga dan bisa dibuat joget juga.
Malang memang luar biasa. Mendarah daging jiwa sportivitas dan kekeluargaannya. Tidak lagi tentang sepak bola tapi sudah menjadi kebiasaan yang menarik, dan patut ditiru anak muda yang lain. Malang telah menjadi tuan rumah bagi kotanya sendiri. Tidak kemana~mana, tapi berada di mana~mana. Semoga spirit ini mampu memberi dampak baik bagi aktivitas lainya. Baik pendidikan, seni dan budayanya.





Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi