RAMADHAN PURA~PURA
Mungkin mulai besok banyak orang (tiba~tiba) alim,
masjid dan mushola jadi penuh seketika, semua orang jadi gemar membahas surga neraka.
"sholat lima waktu dilahapnya, biar cuma satu dua hari saja"
"sholat lima waktu dilahapnya, biar cuma satu dua hari saja"
Mungkin mulai besok banyak pemuda berbaju taqwa dan perempuan upload foto pakai pakaian mukena,
tidak lupa status facebooknya:
tidak lupa status facebooknya:
"sahur sudah, dilanjut sholat shubuh, lanjut ibadah lagi, siang bangun sholat duhur ngaji sebentar, tidur lagi, mandi sholat ashar, ngabuburit beli takjil, siap~siap buka dan adzan magrib buka deh" bisa jadi disitu kadang perbuatan anda akan sia~sia.
Mungkin juga mulai besok banyak pemuja suara adzan maghrib, dan bersikap sok religius, seolah tak mau terlihat kalah dengan tetangganya, padahal "kemarin~kemarin kemaja aja"
atau mulai besok aku justru yang jadi sensitif melihat SPG dengan kostum seksi,
lalu penasaran dengan situs porno tapi takut melihat (apalagi) membukanya. Haha...
lalu penasaran dengan situs porno tapi takut melihat (apalagi) membukanya. Haha...
Mungkin mulai besok banyak yang pandai bersandiwara: muka pura~pura pucat pasi, lesu, dan tak berekspresi,
padahal ada yang memergoki baru saja mampir di warung nasi,
tapi bibirnya kering seolah tak sedang melahap gule di siang hari
padahal ada yang memergoki baru saja mampir di warung nasi,
tapi bibirnya kering seolah tak sedang melahap gule di siang hari
Mungkin mulai besok, juga banyak gurauan tentang puasa, kalau berkumur sah hukumnya.
Sedangkan kumur~kumurnya pakai kuah rendang masakan padang
Sedangkan kumur~kumurnya pakai kuah rendang masakan padang
Itulah Ramadhan kita: semoga tidak pura~pura.
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi