ANGKA 9999 VERSI TANIMAJU




Catatan (1) Leo Tanimaju

TANIMAJU (TM), lahir tanggal 9, bulan 9, tahun 1999. Amazing! Sebuah perkumpulan lahir tepat dengan diramalkannya KIAMAT. Hwehehe... “Awakmu kabeh lak ngerti kiamat a rek? Kiamat iku ndunyone modar, wes bar. Tamat!”.

Wikipedia menyebutkan paranormal termahsur abad ke-16 bernama Michel de Nostradame (Nostradamus) (1503-1566) mengarang buku ramalan berjudul Les Vraves Centuries. Dalam buku tersebut, ia meramalkan kiamat akan terjadi pada tahun 1999. Dan ternyata itu tidak terjadi. Tersiar kiamat terjadi pada hari Kamis, 9 September 1999 (9-9-99). Akibatnya, dunia mengalami ketegangan. Banyak opini dikemukakan untuk memperkuat ramalan ini. Opini paling benar adalah jika angka 999 diputar balik, maka akan menjadi 666 (angka Setan atau bilangan binatang), yang dikemukakan para ahli numerologi. Mereka menyatakan bahwa tanggal tersebut sangat menyeramkan. Wihh, Seram dari hongkong. Justru bagi personil TM hal itu sama sekali tidak menyeramkan. Terlalu! Tidak ada yang istimewa di hari tersebut. ‘tidak ada kiamat bro’, Justru lahir sebuah grup musik bernama Tanimaju.

Dari kelahirannya saja “wes jelas ndak jelas, alias ngawut, iki jenenge yo ngawut pisan”. Tetapi apakah TM benar-benar ngawut, atau justru mengandung filosofi yang cukup mendalam dari nama tersebut? ada yang bisa membuktikan? Atau jangan-jangan sebaliknya? Jangan membangun mitos sendiri atau terlalu cepat menyimpulkan. Kita baca bareng-bareng, cekidoot!

Tanimaju muncul dari tempat nongkrong atau kumpul-kumpul santai. Personil Tanimaju hidup dan lahir sebagai mahasiswa di kampus UM ex IKIP Malang. Pantai (baca: lapangan santai) adalah salah satu fasilitas tongkrongan teman-teman TM. Mungkin ketika anda membaca ini, anda sudah mulai bertanya-tanya, mengapa ‘why’ Tanimaju? Apa maksudnya, dan dari mana nama itu? Sebagai pembaca pemula, wajar dan anda tidak sedang sendirian. Nanti akan kita bahas semua.

Para personil TM secara keseluruhan merupakan mahasiswa IKIP/UM, rata-rata berasal dari jurusan seni dan sastra. Teman-teman tidak semua berasal dari Malang, justru lebih banyak dari luar daerah. Aktivitas selain kuliah dari personil banyak yang mengikuti unit kegiatan-kegiatan kampus, dan rata-rata dominasi kegiatannya berbasis seni dan pertunjukan. Dari kebiasaan inilah muncul perilaku dari para teman-teman yang sekarang tergabung di TM ‘nongkrong asik’. Kami sering nongkrong sambil berkarya. Atau kadang juga nongkrong tidak ngapa-ngapain, paling tidak kita sudah nongkrong. Dari perilaku nongkrong ini muncul hal-hal yang menjadi kebiasaan teman-teman. Yaitu bermusik ala sendiri. Musikalitas Tanimaju ya “bermusik ala sendiri” ini. Hampir semua personil tidak ada yang ditunjang dengan skill yang mumpuni, alias semua otodidak. Hal ini bisa dipastikan awal muncul Tanimaju sampai hari ini hampir tidak pernah membawakan lagu orang lain, setiap show atau penampilannya awal-awal main bisa dipastikan Tanimaju tidak bisa menuntaskan lagunya sendiri sampai satu lagu utuh, ‘ajoor, bosook grup iki’.

Saya sendiri bergabung dengan Tanimaju lantaran memiliki skill yang ecek-ecek, jutru belajar bermusiknya ya berada dari Tanimaju ini.

Saya yakin, seluruh masyarakat meyakini band Tanimaju adalah grup yang hancur lebur dan semburat dalam tanda kutip. Grup yang tidak disokong dari kompetensi dan dimensi musikal yang baik, grup yang tidak ditunjang sebagai musisi yang keren dan layak diidolakan. Tapi yakinilah bahwa Tanimaju itu grup yang unik dan kece (baca:bukan konyol). Ya Tanimaju unik, ‘sak wong-wonge unik’ ingat unik ya, itu berarti beda dengan konyol (mekso poko’e). Maaf  Tanimaju tidak konyol, mas Djoni gitaris kami tidak mau mendengar hal yang konyol atau lucu, kita lebih sepakat dengan kata unik, walaupun kadang kedengarannya juga sangat konyol. Hahaha, oke abaikan. Walaupun dari pilihan nama grup sebenarnya sudah berpotensi TM sangat konyol atau tidak masuk akal. Grup ‘kok ora meyakinkan blas. Jenenge ora uenak blas dirungokno nang kuping’. Mari kita coba kupas satu persatu perjalanan (kami) Tanimaju.

Anda bisa menebak? Kira-kira genre yang dibawakan oleh teman-teman Tanimaju ini apa? Pop, reggae, rock, funk, rap, dangdut, keroncong, metal, balada atau melayu? Saya jamin anda pasti bingung. Saya sendiri pun bingung. Tapi bagi kami, genre itu soal nomer 200 sekian. Yang pertama jangan lupa baca syahadat. Oyi bro?

Kami (TM) sejak awal menyebutnya aliran “sayurmayur” atau abaikan soal aliran atau genre ini. Bagi kami, musik yang penting enak dan bisa mengajak orang bergoyang, minimal goyang ibu jarinya, itu asyik.

Walaupun para personil hampir semua otodidak, tapi masing-masing memiliki latarbelakang musik yang berbeda beda. Inilah yang membuat kami sayur mayur. Kami tidak pernah memaksakan aliran tertentu tidak boleh masuk, kami woles dalam bermusik, ‘sing penting enak tur awet’. Joni gitaris kami demen banget dengan musik ngegrunge (dulunya), Novan sang vokalis juga tontonannya Rock –n roll, Wiby basis kita nge-punk banget, Sinyo Juga rok’n roll abis kok, Sri malahan nge-blues, Mas Agus justru religius musiknya, pleki mungkin khosidah kali ya, lagian ambil jurusan juga bahasa Arab. Nah, kalau saya, jelas, folk song bro, hihi alias dungdat. Ow tidak, saya lebih ke lokal genius. Unsur lokal sangat manis jika dimasukkan kedalam sentuhan musik-musik western union.

Sekilas mungkin anda akan mulai memahami, seperti apa Tanimaju, baik musiknya, mungkin orangnya juga. Dalam perkembangannya, ternyata pendengar atau penonton TM lebih cerdas dalam melihat fenomena musik ala Tanimaju ini. Berangkat dari kebingungan mereka menebak aliran Tanimaju, namun ditelinga mereka musik ini enak didengar, mereka lantas tidak serta merta mengamini yang kami sebutkan.

Mereka tidak mengatakan musik Tanimaju alirannya sayurmayur, tetapi justru muncul istilah yang lebih unik dan otentik. Para pendengar lagu Tanimaju menyebutnya musik Tanimaju alirannya ya Tanimaju.

Anda tau maksudnya, saya pun sempat bingung. Pernah suatu ketika seorang teman mengatakan begitu, saya pun balik bertanya kepada dia? Maksudte opo bro? “ Yo musike Tanimaju iki, Tanimaju banget, khas, orisinil. Go ono seng koyok Tanimaju. Lah nek ngunu berarti alirane Tanimaju alias punya genre atau aliran sendiri”. Aliran listrik kalee. Ya, masuk akal dan menarik bagi saya sendiri. Yo rodok gaya shitik lah. Siapa yang ndak merasa keren ketika memiliki aliran sendiri dan tidak ngikut-ikut. Prasamu gampang? Ouw...

Dalam bermusik teman-teman Tanimaju sangat jujur. Jujur ‘nek ora iso lapo-lapo’. Jujur kalau bermain musik gratul-gratul, dan kejujuran ini justru menjadi andalan dalam bermusik. Jujurlah ‘jujuro nek senengane keroncong ya bermainlah keroncong, ndak usah kemenyek, gaya mau ngejus atau ngeteh segala’. 

Tahun 2000an, musik yang berkembang saat itu justru musik Pop dan poprock. Boombastis.com dalam artikelnya menyebutkan, bahwa di awal tahun 2000, lagu-lagu pop masih menjadi hits dan banyak dinikmati oleh masyarakat di Indonesia. Musisi yang sangat hits di tahun-tahun tersebut antara lain seperti Sheila on 7, Dewa 19, Padi, Rossa, Ungu, Samson, Kerispatih, Letto, Nidji, Bunga Citra Lestari, Andra & The Backbone dan Ada Band.

Musisi-musisi pendatang baru juga banyak bermunculan meramaikan kancah musik Indonesia. Di era ini juga muncul band-band yang di awal kemunculannya menjadi bahan cercaan seperti Radja dan kangen Band. Namun single kedua band ini sempat menjadi hits di tahun 2006. Pada tahun 2008, muncul musik-musik bernuansa melayu seperti Wali, Hijau Daun dan ST12 yang membuat orang mulai bertanya-tanya tentang kecenderungan trend ini. Nah, selanjutnya di tahun 2009, mulailah bermunculan aliran Power Pop Disney yang digawangi oleh band Vierra yang berhasil memikat hati para penikmat musik remaja. Tragisnya lagi diera 2010 ke atas justru yang muncul para boy band. Tahun 2010 menjadi momen munculnya boyband dan girlband di Indonesia. Dengan berkiblat pada Korean Style, boyband dan girlband Indonesia mengusung gaya, model lagu dan koreografi yang mirip dengan negara asalnya. Ada Sm*sh, Cherry Belle, Princess, 7 Icons, Super Girlies dan masih banyak lagi.

Dari artikel di atas dapat dilihat Tanimaju mengusung pilihan musiknya sendiri yang sangat jauh dari apa yang sedang hits dan diidolakan saat itu. Tanimaju terbukti sangat kemenyek.
Cara bermusik Tanimaju unik. Tidak banyak grup band Indonesia yang memilih bentuk musik yang konsepnya nekat, yaitu mix genre dengan komitmen waktu yang sangat panjang. Semenjak kemunculan publiknya di 2000-an awal, Tanimaju telah menghasilkan beberapa album kece yang layak dikenang.

Grup atau komunitas sih, kok banyak banget anggotanya?

Awalnya sebuah komunitas mahasiswa sastra yang suka nongkrong di pantai (lapangan santai). Menjelang sore hari teman-teman biasa berkumpul menghabiskan waktu senja. Sambil membuat penat seharian kulian ‘iku nek kuliah’. Pokoknya ‘kuliah ndak kuliah’ setiap sore tidak pernah absen nongkrong. Berjalannya waktu Tanimaju menjadi sebuah komunitas yang solid dengan pilihannya. Sering ngumpul sambil nggambar, nggudo kodew dan main musik, musik itu bukan yang profesional lho ya. Jangan kira. Kami para personil dan jajarannya tidak pernah bisa menyanyikan lagu penyanyi lain dengan ful sampai tuntas.

Tanimaju (TM) itu bukan grup band. Jika dipaksa menjadi grup band, bisa jadi bukan band biasa. Dulu awal ngumpul memang tidak memiliki cita-cita menjadi sebuah grup band. Kami para personil Tanimaju hanya mahasiswa yang sedang berkumpul di sore hari, kebetulan membawa gitar dan alat alakadarnya sebagai teman nongkrong setelah seharian kuliah. Kala itu menurut wibby senoir dan bassis TM,  ini terjadi sejak (sekitar) tahun' 99, maaf saya sendiri bergabung dengan Tanimaju di akhir tahun 2000. Wiby dan teman-teman lainnya setiap sore nongkrong santai sambil nggambar, melamun, ngobrol, ngopi, bengak-bengok menggoda cewek yang melintas dan mungkin juga mereka sedang minum sitrun atau sirup bagi yang alergi air putih. Saya cukup air mineral atau teh manis juga lebih seger.

*Catatan ini ada pada Bab 1 buku "Artis Top Daerah" yang ditulis oleh Leo Tanimaju 



Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ULANG TAHUN

Drama ANAK-ANAK TK