NASKAH DRAMA 0 KM







0 KM
Karya
 Fachriza Wilasita Karunia

TOKOH :

JINGGA     : Plin plan, melankolis
BIRU          : Tidak tegas
PACAR      : Pengalah
SUSTER     : Penasihat

















DRAMA PERSONA

APA ARTI SEBUAH PERTEMUAN? APA HANYA UNTUK MENGENAL MAKNA PERPISAHAN? HANYA SEBARIS CERITA BERWARNA YANG DILUKIS TAKDIR. SEBELUM HITAM MENJADI PENANDA PADA AKHIR. LAYAKNYA BIRU DAN JINGGA YANG DIPERTEMUKAN DI ALTAR LANGIT SENJA.



















SEORANG SISWI SMA MEMISAHKAN DIRI DARI TEMANNYA KARENA PADA DASARNYA IA ADALAH PEREMPUAN YANG RISIH DENGAN SEGALA KERIBUTAN. DUDUK DI DEPAN GEDUNG TUA SAMPING SEKOLAH SAMBIL MEMEGANG MINUMAN DI PLASTIK.
Jingga            : (Kipas-kipas dengan tangan)“Bosen banget sih nih sekolah, semua pada ribut gajelas”
Biru                 : “Eh neng, ngapain diem di gedung tua gini.. Ohh bolos ya? Ayo saya temenin
Jingga            : “ Ngapain sih, mau maling kamu ya?! Iya? Ehh masih muda kok sukanya godain cewe! Jiji!
Biru                 : “Eh apaan sih? Pede banget! Sapa juga yang mau jahatin kamu. Eh mestinya kamu itu bersyukur ada cowo ganteng yang berbaik hati nemenin anak SMA yang kayak anak hilang ini! Hahahha”
Jingga                        : “Idihh.. males deh sama orang kecakepan”
Biru                 : “haha udah udah, ngomong-ngomong siapa nama kamu?”
Jingga                        : “Perlu ya?”
Biru                 : “Perlu dong, aku tahu kamu butuh temen kok, ayo kita berteman?”
Jingga                        : “Jingga”
Biru                 : “Jingga? Sepertinya kita jodoh, nama kita sama-sama warna”
Jingga                        : “Apa? Pinky?”
Biru                 : “Lucu juga ya kamu haha, kenalin aku Biru” (tersenyum hangat)
Jingga                        : “Okay. Tapi ada satu hal yang perlu kamu tahu”
Biru                 : “ Apa Jingga?”
Jingga                        : “Ketika sudah berteman, aku tidak suka untuk berpisah”
Biru                 : (tersenyum) “Satu hal yang perlu kamu tahu juga Jingga, aku akan selalu menjadi temanmu, di sisimu”


SEMENJAK PERTEMUAN ITU MEREKA SEMAKIN AKRAB, SAMPAI SUATU KETIKA TIBA-TIBA JINGGA MENGUCAPKAN HAL YANG SERIUS. TERLIHAT SEORANG PEMUDA YANG SEDANG MEMBERESKAN BARANG-BARANG DI DEPAN GEDUNG TUA SESEKALI IA MEMAINKAN GITARNYA.

Jingga                        : “Biru, aku ingin mengatakan sesuatu”
Biru                 : “Ada apa Jingga?”
Jingga            : “Aku rasa untuk saat ini kita menjauh saja ya. Ada hal yang tidak bisa aku katakan Biru, maaf”
Biru                     : “ Kenapa? Dulu katamu, kamu tidak suka perpisahan.
Jingga                : “Tapi ini beda..”
Biru                     : (Menghela napas) “Jingga apa arti pertemuan kita bagimu? Pertemuan yang ditakdirkan sebagai sejarah atau pertemuan saja?
Jingga                : “Tentu saja ini takdir, aku menyadari bahwa setiap pertemuan kita adalah sejarah di mana kamu bahagia saat aku tertawa dan aku berderai air mata saat kamu berduka
Biru                     : “Lalu mengapa Tuhan mempertemukan kita saat itu? kenapa bukan dari dulu? kenapa bukan di sana di tempat yang jauh lebih indah daripada di sini
Jingga                : (Memegang tangan Biru) “Karena kata para pujangga semua akan indah pada waktu dan tempatnya. Karena yang berharga pada sejarah bukan di mana sang pelaku sejarah ditemukan melainkan di mana sang pelaku sejarah mempersatukan peristiwa yang mereka alami menjadi sebuah hati sebuah perasaan maupun soal kenangan.
Biru                     : “Aku tidak paham denganmu Jingga, ayo katakan. Ada apa? Mengapa tiba-tiba seperti ini? Ayolah ceritakan kepadaku”
Jingga                : (Menggelengkan kepala, melanjutkan perkataannya) “Boleh saja kita di pertemukan di depan megahnya Taj Mahal tetapi akankah pertemuan kita kata-kata menjadi pertemuan indah kita di sini? Di belakang gedung tua ini?
Biru                     : (Diam sejenak) “Ya.. memang tak terasa sudah 3 tahun lamanya sejak sejarah pertama kita goreskan disini. Tuhan memang sutradara terhebat di dunia ini mengatur sebuah sejarah hanya untuk mempertemukan kita disini tapi mengapa Tuhan menambahkan perpisahan diantara kita? Kenapa Tuhan menambahkan perpisahan diantara kita? Tak bisakah selamanya kita di sini jingga?
Jingga                : “Mungkin suatu pertemuan dan perpisahan adalah satu kesatuan
Biru                     : “Kalau merupakan sebuah kesatuan, lalu kenapa dulu kamu membenci perpisahan? Untuk apa kita bertemu?”
Jingga                : “Yang membedakan pertemuan dan perpisahan adalah adalah perasaan dan pemikiran kita akan hal itu.
Biru                     : “Lalu maksudmu sekarang kita berpisah?”
Jingga                : “Mungkin bagimu ini adalah perpisahan tapi bagiku ini adalah sebuah pertemuan di mana kita saling berjanji untuk bertemu lagi di sini. 5 tahun lagi.”
Biru                     : “kenapa harus 5 tahun?”
Jingga                : “Aku butuh waktu”
Biru                     : “Kamu tidak boleh memutuskannya sepihak Jingga. Apa kamu tidak memperhatikan perasaanku?”
Jingga                : (mulai meneteskan air mata) “Bukan begitu maksudku Bi..”
Biru                     : “Apa? Apa maksudmu? Mana aku ingin dengar”
Jingga                : (Semakin menangis sambil memegang tangan Biru dan menggeleng-geleng kepala) “Biru...”
Biru                     : (Balik memegang/menumpuk tangan Jingga) “Baiklah.. Sudah Jingga. Aku tidak sanggup melihat kamu terus menangis. Benarkah jadi kau mau 5 tahun lagi tepat di tanggal ini kita akan bertemu kembali di sini di dekat nol kilometer kita ini? Seorang mengatakan berhati-hatilah dalam pertanyaan karena jawaban didapatkan tidak selalu seperti yang diinginkan
Jingga                : “Jadi kau mengatakan kau tak bisa memenuhi janjimu?”
Biru                     : “Jika Tuhan melukiskan kita untuk memulai lagi aku akan datang padamu aku akan menemuimu di sini di nol kilometer kita ini
Jingga                : “Baiklah jingga 22 Februari 2020 jam 2 kita akan bertemu kembali di sini di nol kilometer kita ini dan apakah kau akan mengingatnya dengan baik dan berjanjilah kau akan selalu menjadi sahabatku
Jingga                : “Baik biru 20 November 2025 jam 2 siang aku akan menemuimu, di sini, 0 km kita ini

MEREKA AKHIRNYA BERPISAH DAN 6 TAHUN KEMUDIAN, SEORANG PEMUDA DATANG MENEPATI JANJINYA DI 0 KM NYA DENGAN MEMBAWA SEIKAT BUNGA UNTUK KEKASIHNYA. IYA DUDUK DENGAN DISELIMUTI KERESAHAN DAN DIHANTUI BANYAK KEMUNGKINAN YANG ADA MONDAR-MANDIR MENUNGGU SESUATU YANG TIDAK PASTI SAMPAI AKHIRNYA IA MENYERAH DAN MENINGGALKAN SEIKAT BUNGA ITU DI TEMPAT DUDUK 0 KM NYA.
JINGGA DATANG MENEMUKAN SEIKAT BUNGA SENDIRIAN TANPA ADA YANG MEMBAWANYA DI TEMPAT YANG SAMA 0 KILO METERNYA. SAMBIL MELIHAT KE KANAN DAN KE KIRI TAPI TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DITUNGGUNYA DATANG SUSTER YANG BERSAMANYA DATANG
ADEGAN 2
Suster                 : Nona lebih baik kita pulang saja kau sudah menunggu lebih dari 1 jam. Dokter kan bilang kalau Nona tidak boleh berlama-lama di berada di luar
Jingga                : Tidak Bu Saya ingin menunggunya sebentar lagi saya yakin sejarah kami akan mulai lagi
Suster                 : Kalau janjian tidak datang lebih dari 1 jam lebih baik ditinggal saja Nona. Berarti dia tidak menepati janjimu


JINGGA TERDIAM KAGET LALU MEMALINGKAN BADANNYA DARI BU SUSTER

Jingga                : “Tapi saya yang tidak menepati janji Bu, saya yang terlambat 72 jam. Apa memang salah saya dari awal?”
Suster                 : “Tapi kan kemaarin nona masih menjalani terapi. Nona, jangan menunggu sejarah yang tidak ditakdirkan”
Jingga                : “Tapi saya sudah memutuskan hubungan dengan dia, saja berjanji untuk tidak menghubunginya lagi”
Suster                 :  Lalu untuk apa  ona masih menunggunya? Mari pulang nona
Jingga                : (Menghela napas, memalingkan badan membiarkan suster pergi) “Tuhan, kalau memang aku dipertemukan kembali dengan Biru, maka lekaskanlah. Aku sudah terlalu berdosa karena berbohong kepadanya.”

  
SUSTER PUN PERGI DAN JINGGA MASIH TETAP DUDUK DI 0 KM NYA SAMBIL MEMANDANGI SEIKAT BUNGA YANG PASTI DIBAWA OLEH BIRU. BIRU DATANG

Pacar              : “ Biru, kamu bilang kamu akan membawaku ke tempat sejarah. Tapi ini? Apa gedung tua ini bersejarah bagimu?”
Biru                 : “Ya, tentu saja. Gedung tua ini bukti adanya sejarah karena adanya kita”
Pacar              : “Adanya sejarah karena adanya kita? Maksudmu apa Biru?”
Biru                 : “Seandainya pada waktu itu aku berpisah sesuai kehendak hatiku, pasti akan terbuai sejarah yang sangat indah, tak akan ada penyesalan seperti ini”
Pacar              : “Lalu bagaimana denganku? Aku di sini Biru
Biru                 : “Kamu tenang saja sayang, aku hanya mengenang masa laluku itu”
Pacar              : “Apa yang kamu dapat dari mengenang masa lalumu? Bukankah lebih baik menata yang sekarang dan yang akan datang? Apa tidak bisa kamu melupakannya untukku, Biru?”
Biru                 : “Kamu jangan khawatir.. karena aku di sini selalu ada untukmu. Aku hanya mengenangnya, tidak terbawa susasana pada waktu itu”
Pacar              : “Ya, aku percaya padamu. Sejarah yang diciptakan manusia tidak untuk dilupakan manusia itu sendiri, melainkan perlu diingat mengukir sejarah baru yang akan datang”
Biru                 : “Kamu adalah masaku!”

SUARA PEREMPUAN YANG SEDANG BATUK MENDEKAT, DAN TERNYATA ITU ADALAH JINGGA.

Biru                 : (Terkejut sampai salah tingkah) “Jingga? Apakah itu kamu?”
Pacar              : “Siapa? Jingga? Siapa Biru? Sepertinya kamu mengenalinya”
Jingga            : “Kamu tidak salah Bi.. Aku Jingga, apa kabar?” (tersenyum kecil)
Biru                 : “Ternyata kamu datang Jingga”
Jingga            : “Aku memang terlambat Bi, maaf aku tidak bisa menerima kalau kita tidak bertemu lagi di sini”
Biru                 : “Kamu tidak terlambat jingga, aku saja yang tidak sabar menantimu. Ada apa denganmu? Kenapa badanmu mejadi kurus sekali?”
Jingga                        : “Bi
Jingga            : “Maaf jadi ini alasanku selama ini Biru. Maafkan aku yang tidak sanggup jujur denganmu”
Biru                 : “Kamu kenapa?”
Jingga            : “Selama ini aku berjuang melawan sakitku, aku punya mental depress yang kubawa sejak kecil. aku selalu menyakiti diriku ketika aku merasa sedih, dan itu tidak bisa dikendalikan. Selama ini aku menjalani terapi yangmengharuskanku minum obat terus-terusan sampai aku seperti ini”
Biru                 : “Jingga, dari penjelasanmu tidak ada alasan untuk kamu pergi dari aku”
Jingga                        : “Aku hanya takut menyakiti kamu Bi.. aku tidak kamu malu”
Biru                 : “Bagaimana bias kamu berpikir aku malu Jingga? Apa kamu tidak yakin padaku? Aku menaruh harapan besar denganmu Jingga”
Jingga            : “Lalu bagaimana lagi Biru? Percuma.. semua sudah terjadi dan kita ditakdirkan bertemu saat ini”
Biru                 : “Tapi Jingga...”
Jingga            : “Tapi apa Bi..” (Menoleh ke arah pacar yang baru disadari kehadirannya)
Jingga            : “Oh.. aku paham. (Menunduk dan perlahan meneteskan air mata) Ini Bi? Aku piker kamu akan meluapkan segala kerinduan untukku lalu kita beradu rindu. Ternyata ini hanya sebatas pertemuan biasa ya Bi..”
Biru                 : “Maaf Jingga..”
Jingga            : “Tidak perlu kamu meminta maaf Bi, aku yang salah terlalu berharap kepadamu. Egois memang haha..” (Menangis tapi menutupinya dengan tertawa)
Pacar             : “Dia adalah takdirmu JIngga, aku yang salah telah masuk ke kehidupan kalian”
Jingga            : “Semua sudah diatur oleh Tuhan. Aku bertemu dengan Biru adalah takdir, begitu juga kamu. Dan aku berpisah dengan Biru juga merupakan takdir”
Pacar              : “Tapi mungkin Biru adalah masa laluku yang akan datang”
Biru                 : “Maksudmu?”
Pacar              : “Silakan kalian mulai ulang perjalanan kalian.. aku akan pamit. Maaf telah memberi warna yang berbeda di kehidupan kalian. Aku tahu kalian masih sangat saling menginginkan, semua seperti tergambar di wajah kalian” (Tersenyum, lalu menyatukan tangan keduanya)
Biru                 : “Lalu bagaimana denganmu?”
Pacar              : “Aku akan tetap menjadi aku, sampai aku ditemukan oleh masaku. Tidak usah kamu khawatir Biru. Semoga kalian selalu bahagia” (Tersenyum)
Biru                 : (Menghela napas) “Semoga kamu selalu bahagia”

Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ULANG TAHUN

Drama ANAK-ANAK TK