NASKAH DRAMA ABU-ABU DUNIA BARU

NASKAH DRAMA

Judul              : ABU-ABU DUNIA BARU

Penulis            : Alvian Ekka Pradiesta (170211604531)

Pemain           :
1.      Julia                                        
2.      Danu                                      
3.      Ketua pencuri 
4.      Anggota perampok                 
5.      Penghuni rumah
6.      Penyintas 1
7.      Penyintas 2                 

Sinopsis
Cerita berlatar 20 tahun di dunia pasca perang nuklir. Terdapat sebuah kelompok pencuri yang beranggotakan orang-orang yang lihai mencuri dan menyusup ke dalam tempat-tempat tertentu. Sasaran pencurian utama mereka adalah orang-orang yang memiliki kekayaan berlebih dan orang-orang yang hanya memikirkan diri sendiri seperti para perampok. Sebagian besar hasil dari mereka mencuri mereka bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Salah satu anggota kelompok pencuri itu adalah Julia. Julia adalah seorang gadis yatim piatu. Ayahnya sudah lama meninggal saat perang, sedangkan ibunya meninggal saat permukiman mereka diserang gerombolan perampok. Sesudah tragedi itu, permukiman tempat Julia tinggal mengalami kesengsaraan. Julia diam-diam memutuskan bergabung dengan kelompok pencuri itu untuk membantu permukimannya bangkit kembali dengan mengumpulkan uang dan mengirimkannya ke permukimannya.
Suatu hari, Julia bersama Danu, rekannya, menyusup ke kediaman salah satu orang kaya. Sayangnya aksi mereka ketahuan salah satu penghuni rumah. Danu memutuskan untuk membunuh saksi mata tersebut agar mereka berdua bisa kabur. Tetapi Julia mencegah perbuatan Danu dan mengatakan bahwa mereka adalah pencuri, bukannya pembunuh. Mereka berdua membiarkan salah satu penghuni rumah itu hidup dan bergegas kabur.
Suatu hari, Julia dan Danu mendapatkan tugas dari ketua mereka untuk mencuri. Kali ini sasaran mereka adalah kediaman perampok yang hanya mementingkan diri sendiri. Saat berada di dalam kediaman perampok tersebut, Julia mengenali sebuah wajah perampok yang membunuh keluarganya 12 tahun lalu. Julia yang dipenuhi rasa dendam berniat untuk membalaskan dendamnya dengan membunuh perampok tersebut. Danu mengingatkan Julia akan kejadian beberapa hari sebelumnya saat Julia menolak membunuh seseorang. Julia mengatakan bahwa skenario kali ini berbeda karena ada sesuatu yang lebih bersifat pribadi. Julia memutuskan untuk menembak mati perampok itu dan segera pergi dengan rekannya.
Beberapa hari setelah kejadian itu, Danu menemui Julia dan bertanya tentang hubungan perampok itu dengan masa lalu Julia. Julia menjelaskan bahwa perampok itulah yang telah menyerang permukiman dan membunuh ibunya. Dalam menjalankan aksi pencurian biasa, Julia memang menghindari membunuh orang lain atas dasar moral kelompok. Danu membantah untuk apa memikirkan moral jika yang kelompok mereka lakukan selama ini dipandang buruk oleh orang lain. Julia membantah dengan mengatakan bahwa walaupun sama-sama dipandang sebagai kriminal, kelompok mereka bukanlah pembunuh. Tetapi untuk kejadian beberapa hari lalu Julia membuat pengecualian karena urusan pribadi. Danu kemudian memutuskan untuk keluar dari kelompok pencuri tersebut karena ingin mencari pekerjaan lain yang lebih bebas dan baik. Danu mengajak Julia untuk meninggalkan kelompok pencuri tersebut. Julia menolak tawaran Danu karena Julia masih mempunyai orang-orang di permukiman untuk diberi bantuan.

Bagian 1 (Prolog)
Setting : Di sebuah kota yang hancur, berlatar belakang puing-puing bangunan, 8 tahun sesudah perang nuklir. Dua orang penyintas sedang berjalan di antara puing-puing bangunan.
Penyintas 1      : (berjalan mengendap-endap sambil mencari-cari sesuatu di bawah puing puing)
Penyintas 2      : (berjalan di belakang penyintas 1 sambil meneropong keadaan sekitar)
Penyintas 2      : (mendengar sesuatu di belakangnya, segera berbalik dan mengacungkan senapannya namun tidak ada apa-apa di belakangnya)
Penyintas 1      : (membuka masker gasnya) Hey, lihat apa yang kutemukan!
Penyintas 2      : Apa yang kau temukan? Jangan bilang kau menemukan besi rongsokan lagi.
Penyintas 1      : (menemukan belati tua dan menunjukkannya kepada penyintas 2) Bukan apa-apa. Hanya sebuah belati tua. Kemungkinan besar dari masa sebelum perang nuklir.
Penyintas 2      : (mengambil belati tersebut dari tangan penyintas 1 dan mengamatinya) Keadaannya masih utuh. Masih bisa dibersihkan seperti semula.
Penyintas 1      : (mengambil kembali belati tua tersebut dan memasukkanya ke dalam tas) Kembalikan belati itu! Aku yang menemukannya, jadi aku yang berhak menyimpannya.
Penyintas 2      : Begitu saja pelit. Aku kan hanya sekadar mengamati.
Penyintas 1      : (kembali berjalan)
Penyintas 2      : Mengapa kita harus bersusah-susah mengais-ngais di antara puing-puing?
Penyintas 1      : Ini satu-satunya yang bisa kita lakukan saat ini. Siapa tahu ada benda berharga yang terkubur dari masa sebelum perang nuklir
Penyintas 2      : Pasti ada pekerjaan yang lebih mudah
Penyintas 1      : Seperti apa? Seperti mengambil milik orang lain?
Penyintas 2      : Sepertinya hidup di masa sebelum perang nuklir lebih nyaman
Penyintas 1      : Setiap orang juga akan berpikiran seperti itu
(tiba-tiba terdengar suara tembakan)
Penyintas 2      : (menoleh ke kanan kiri) Sial!
Penyintas 1      : Cepat, kita harus segera cari tempat belindung!
Penyintas 2      : (segera bergegas mengendap-endap mencari tempat perlindungan) Ikuti aku!
Penyintas 1      : (ikut mengendap-endap di belakang penyintas 2)

Bagian 2
Setting : Di markas kelompok pencuri, 12 tahun kemudian.
Danu               : (duduk sambil membersihkan peralatan dan senjatanya)
Julia                 : (masuk ke ruangan dan duduk di samping Danu)
Danu               : Hey Julia, baru datang? Dari mana saja kau?
Julia                 : Urusan biasa, seperti yang biasa kulakukan setiap bulan.
Danu               : Urusan apa?
Julia                 : Setiap bulan, aku kembali ke permukiman tempatku berasal untuk mengirim uang.
Danu               : Ah, ternyata dirimu masih sangat peduli pada mereka.
Julia                 : (menatap tajam ke arah Danu) Sebaiknya jaga mulutmu, mereka adalah alasanku bergabung dengan kelompok pencuri ini.
Danu               : Kamu masih mengirimkan uang pada mereka? Bahkan setelah keluargamu tiada?
Julia                 : Aku merasa berhutang banyak pada mereka. Mereka telah memberiku  bantuan yang berharga walaupun mereka sendiri hidup kekurangan.
Julia                 : (terdiam beberapa saat) Seandainya keluargaku masih hidup, tentu aku tidak akan memilih pekerjaan ini.
Danu               : Jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri, peduli apa orang-orang selama mereka tidak memergoki aksi kita.
Ketua pencuri  : (memasuki ruangan) Julia, dari mana saja kamu?
Julia                 : Maaf bos, setiap bulan aku harus kembali ke permukiman tempatku berasal untuk mengirim uang.
Ketua pencuri  : Aku senang melihatmu menjalankan prinsip kelompok ini dengan baik, Julia. Walaupun kita adalah kelompok pencuri, tapi kita hanya mencuri dari orang-orang kaya dan orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Sebagian besar hasil yang kita dapatkan kita berikan kepada orang-orang yang kurang mampu. Kita berjuang bersama dalam susah di dunia baru pasca perang nuklir ini.
Julia                 : Terima kasih bos.
Ketua pencuri  : Jadi, kalian berdua dengarkan.  Aku punya tugas untuk kalian berdua. Aku tidak ingin kalian melewatkan kesempatan ini. Sebenarnya sudah tertunda beberapa hari karena menunggu kembalinya Julia.
Danu               : Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Ketua pencuri  : (mengeluarkan beberapa lembar kertas) Ini adalah sasaran kita selanjutnya. Tempat ini adalah kediaman orang yang memiliki harta berlebih. Aku ingin kalian bedua menyusup ke sana dan mencuri sebagian barang dan uang mereka.
Danu               : Apa bos punya informasi yang bisa membantu?
Ketua pencuri  : Menurut informasi yang aku dapatkan dari mata-mata kita, sebagian besar harta sepertinya disimpan di lantai dua. Kediaman orang ini terletak cukup jauh di tengah permukiman, jadi aku ingin kalian lebih berhati-hati.
Danu               : Kapan kami akan mulai bos?
Ketua pencuri  : Secepatnya. Kalau bisa, besok langsung berangkat. Lebih cepat, lebih baik. Kita sudah tertunda beberapa hari.
Julia                 : Baik bos, kami akan segera siapkan perlengkapan.
Ketua pencuri  : Dan satu hal lagi. Seperti biasa, aku ingin kalian berdua bekerja sebagai tim, curi barang secukupnya saja, dan jangan melakukan hal yang tidak perlu.
Danu dan Julia : Siap bos!
Ketua pencuri  : Sekarang kerjakan!
Danu dan Julia : (meninggalkan ruangan untuk menyiapkan aksi mereka)

Bagian 3
Setting : Di rumah salah satu penduduk permukiman
Julia dan Danu : (memakai topeng dan memasuki rumah)
Julia                 : (berjalan mengendap-endap)
Danu               : (mengikuti di belakang Julia)
Julia                 : Hartanya ada di lantai atas kan?
Danu               : Pasti ada di sekitar sini
Julia                 : (melihat sebuah peti besar yang terkunci) Sepertinya aku menemukannya
Danu               : (mendekati peti tersebut) Bukan hari keberuntungan kita, kotaknya terkunci
Julia                 : Kenapa tidak kita bawa saja petinya?
Danu               : Kotaknya terlalu berat untuk dibawa. Sepertinya keahlianmu membobol kunci dibutuhkan lagi di sini
Julia                 : Serahkan saja hal itu padaku. Tidak ada kunci yang aman, selalu ada cara untuk membukanya
Danu               : Ya, dirimu lebih ahli dalam hal itu
Julia                 : Teknik membobol kunci seperti ini membutuhkan keterampilan tangan dan persepsi yang tinggi
Danu               : Jangan banyak bicara, cepat lakukan saja!
Julia                 : Selagi aku mencoba membuka kotak ini, sebaiknya kau cari benda berharga lain di ruangan ruangan ini
Danu               : (memeriksa ruangan sekitar)
Julia                 : (mencoba membobol kunci kotak) Akhirnya terbuka juga
Julia                 : (memasukkan sebagian besar harta/uang ke dalam tas) Apa kau menemukan sesuatu?
Danu               : (membawa banyak barang) Sebaiknya kau bantu aku membawanya
Julia                 : Baiklah, sebaiknya kita segera kembali
Julia                 : (menjatuhkan barang yang dibawanya saat berjalan pergi)
Danu               : Aduh Julia! kenapa kau ceroboh sekali?
Julia                 : (mengambil kembali barang yang jatuh) Maafkan aku
Danu               : Ada seseorang yang datang. Sepertinya kita ketahuan
Penghuni rumah: (memasuki ruangan) Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?
Julia dan Danu : (terdiam sambil saling menatap)
Penghuni rumah: Kalian pasti pencuri yang sering dibicarakan akhir-akhir ini ya
Julia                 : Memangnya kami terlihat seperti apa?
Penghuni rumah: Sebaiknya kalian mengembalikan barang yang kalian curi dan segera pergi dari sini sebelum aku memanggil penjaga
Danu               : (mengeluarkan dan menodongkan pistol) Sebaiknya kau menutup mulutmu
Penghuni rumah: Hah?! Kau ingin menembakku? Lakukan saja, agar seisi rumah tahu
Danu               : Jangan khawatir, pistol ini berperedam, bunyinya tidak akan keras
Julia                 : Danu, apa yang kau lakukan?
Danu               : Aku tidak bisa membiarkan ada saksi mata
Julia                 : Kita memang mengambil barang orang lain, tapi kita tidak mengambil nyawa orang lain
Danu               : Apa perbedaannya? Yang kita lakukan selama ini juga dipandang buruk
Julia                 : Ingat, bekerjalah secara profesional, jangan merusak reputasi kelompok
Danu               : (memukul si penghuni rumah dengan gagang pistol)
Penghuni rumah: (jatuh tak sadarkan diri)
Julia                 : Itu lebih baik daripada membunuhnya. Sebaiknya kita segera pergi sebelum dia sadar
Danu               : Bantu aku membawa barang-barang ini.
Julia dan Danu : (bergegas meninggalkan rumah tersebut)

Bagian 4
Setting : Di markas kelompok pencuri
            Ketua pencuri  : (duduk menunggu kedatangan Julia dan Danu)
            Danu               : Kami pulang bos
            Ketua pencuri  : Bagaimana hasil kerja kalian?
            Danu               : Sukses bos, walaupun ada sedikit kendala
Ketua pencuri  : Kerja bagus, seperti yang aku harapkan
Danu               : Apakah ada misi lainnya bos?
Ketua pencuri  : Untuk saat ini tidak ada, kita masih menunggu kedatangan kabar dari mata-mata kita
Ketua pencuri  : Dan ini upah pribadi untuk kalian berdua
Julia dan Danu : Terima kasih bos
Ketua pencuri  : Aku akan mengirimkan sebagian hasil kerja hari ini melalui kurir kita ke daerah permukiman yang terbelakang
Ketua pencuri  : (meninggalkan ruangan)

            Julia dan Danu : (duduk menghadap meja)
Danu               : Kita hampir ketahuan karena kecerobohanmu
Julia                 : Maafkan aku. Aku jamin hal itu tidak akan terjadi lagi. Setidaknya wajah kita terlindung di balik topeng ini
Danu               : Bisa mati kita kalau sampai gagal kabur
Julia                 : Aku tahu itu, pada akhirnya kan kita bisa kabur
Danu               : Lain kali jangan buat kesalahan bodoh lagi

            Ketua pencuri  : (memasuki ruangan) Julia! Danu! Cepat berkumpul di sini!
Danu               : Siap bos!
Julia                 : Ada apa bos?
Ketua pencuri  : Kita mempunyai misi baru
Julia                 : Baru pulang sudah ada misi lagi
Danu               : Misi apa kali ini bos?
Ketua pencuri  : (menunjukkan beberapa lembar kertas) Kali ini ada misi dari permintaan seseorang.
Danu               : Permintaan seseorang?
Ketua pencuri  : Betul, klien ini ingin kita mencuri kembali keris keluarganya yang diambil oleh sebuah kelompok perampok.
Julia                 : Hanya itu? Hanya mencuri satu barang?
Danu               : Kalau hanya itu mudah saja
Ketua pencuri  : Misi utama memang mencuri kembali keris tersebut, tapi aku ingin kalian berdua juga  mencuri benda berharga apapun dari markas perampok tersebut.
Danu               : Hah, seperti biasa
Ketua              : Dan juga klien kita juga menyediakan bayaran yang besar asalkan kita bisa mendapatkan keris itu kembali
Julia                 : Sepertinya bayaran untuk misi ini berlipat ganda
Danu               : Kapan kita berangkat, bos?
Ketua pencuri  : Sebaiknya besok, sebelum keris itu berpindah tangan
Julia                 : Kami akan segera persiapkan perlengkapan
Ketua pencuri  : (menyerahkan beberapa lembar kertas) Ini informasi tentang lokasi markas perampok tersebut, kalian akan membutuhkannya
Danu               : Baik bos
Ketua pencuri  : Jangan lupa tujuan utama kalian, dapatkan kembali keris tersebut. Sekarang laksanakan
Danu dan Julia : Siap bos
Ketua pencuri  : (meninggalkan ruangan)
Danu dan Julia : (mengambil perlengkapan mereka dan meninggalkan ruangan)
           
Bagian 5
Setting : Di kediaman para perampok
            Julia                 : (memasuki ruangan) Bagaimana keadaan di luar?
Danu               : (mengintip ke luar ruangan) Hanya ada beberapa penjaga, tapi tidak masalah
Julia                 : Seandainya para perampok itu tidak meninggalkan markasnya, tentu kita tidak akan bisa menyusup masuk
Danu               : Penantian kita ada hasilnya, sebagian besar dari mereka meninggalkan markas
Julia                 : Sebaiknya kita bergerak cepat sebelum mereka kembali
Danu               : Aku akan periksa di sana, sementara dirimu periksa sebelah sana
Julia                 : Baiklah
Danu dan Julia : (mencari-cari selama beberapa saat)
Julia                 : Sudah menemukan keris itu?
Danu               : Belum, hanya menemukan beberapa uang
Julia                 : Ingat tujuan utama kita datang ke sini
Danu               : Apa kau pikir aku lupa?
Danu dan Julia : (meneruskan mencari-cari)
Danu               : Hey Julia, aku butuh bantuanmu
Julia                 : Bantuan apa?
Danu               : Membuka kunci kotak ini
Julia                 : Serahkan saja padaku
Julia                 : (berusaha dan berhasil membuka kotak tersebut) Tidak perlu terima kasih
Danu               : (mencari-cari di dalam kotak) Sepertinya aku menemukannya apa yang kita cari
Julia                 : Coba kulihat
Danu               : (menyerahkan keris itu kepada Julia) Ini
Julia                 : Memang betul, keris ini sesuai deskripsi yang diberikan
Perampok        : (memasuki ruangan) Siapa kalian?! Apa yang kalian lakukan di sini?!
Danu               : Oh, kami hanya melihat-lihat dan sepertinya kalian punya banyak barang bagus di sini
Julia                 : Kurasa kami akan mengambil keris ini dan segera pergi
Perampok        : (mengeluarkan pisau dan menerjang Danu) Tidak akan kubiarkan, rasakan ini!
Danu               : (menghindar ke samping)
Perampok        : (berusaha menyerang Danu)
Danu               : (menangkis serangan perampok)
Perampok        : (menendang Danu)
Danu               : (jatuh terhempas)
Julia                 : (memukul perampok dari belakang)
Perampok        : (jatuh tersungkur)
Danu               : (menendang pisau dari tangan perampok)
Danu               : (berdiri) Sebaiknya kita segera pergi dari sini
Julia                 : (mengamati wajah perampok) Tunggu dulu
Julia                 : Kau! Aku ingat dirimu!
Perampok        : Siapa dirimu? Mengapa kau mengenalku?
Julia                 : Kau mungkin lupa diriku, tapi aku ingat betul wajahmu
Perampok        : Tidak, kau pasti salah orang!
Julia                 : Kau ada di sana saat itu, kau ada di sana 12 tahun lalu!
Perampok        : Apa yang sebenarnya kau bicarakan?!
Julia                 : (mengeluarkan pistol) Kau ingat permukiman itu? Kau ingat sebuah keluarga yang kau bantai itu?
Perampok        : Tunggu! Kita bisa bicarakan ini. Tolong kasihani aku
Julia                 : Apa kau juga memberi mereka belas kasihan?!
Danu               : Julia, apa yang kau lakukan?
Julia                 : Tolong jangan ikut campur, ini urusan pribadi
Julia                 : (menembak mati perampok tersebut)
Danu               : Sial, apa yang sebenarnya terjadi?
Julia                 : Ada harga yang harus dibayar
Danu               : Entahlah apapun maksudmu itu
Julia                 : Akan kuceritakan saat kita sudah kembali
Danu               : Cepat pergi dari sini sebelum para perampok yang lain kembali!
Danu dan Julia : (bergegas pergi meninggalkan ruangan)

Bagian 6
Setting : Di markas kelompok pencuri
            Danu               : Kami pulang bos
Ketua pencuri  : Aku sudah menunggu kedatangan kalian. Apa kalian berhasil mendapatkan keris itu kembali?
Danu               : (menunjukkan keris tersebut) Ada di sini bos
Ketua pencuri  : Kerja yang sangat bagus
Danu               : (menyerahkan keris tersebut kepada ketua pencuri)
Ketua pencuri  : Sekarang aku akan mengirim keris ini kepada si klien melalui kurir kita
Danu               : Oh iya, satu lagi bos, ini beberapa uang dan benda berharga yang berhasil kami curi dari markas perampok
Ketua pencuri  : (menyerahkan upah) Sepertinya kalian layak mendapat upah dua kali lipat
Danu               : Terima kasih bos
Julia                 : (terdiam)
Ketua pencuri  : Julia? Mengapa dari tadi diam saja? Seharusnya dirimu senang atas hasil kerja kalian ini
Julia                 : Tidak apa-apa bos
Ketua pencuri  : Apa ada masalah selama misi tadi?
Julia                 : Tidak bos
Ketua pencuri  : Aku tahu dirimu menyembunyikan sesuatu, Julia. Tapi jika kau tidak ingin mengatakannya, aku tidak memaksa
Julia                 : (masih terdiam)
Ketua pencuri  : Baiklah kalau dirimu menolak membicarakannya. Kalau membutuhkanku aku ada di ruanganku
Ketua pencuri  : (meninggalkan ruangan)
Julia                 : Danu, bisa kita bicara sebentar di luar?
Danu               : Apa ini tentang masalah tadi?
Julia                 : Jika dirimu ingin tahu lebih lanjut, temui aku di luar
Julia                 : (berjalan ke luar)
Danu               : (ikut berjalan ke luar)

Bagian 7
Setting : Di luar markas pencuri
Danu               : Jadi, mengapa kau melakukannya? Mengapa kau menembak mati perampok tersebut
Julia                 : Aku harus melakukannya
Danu               : Dirimu melakukannya lagi kan, dirimu hampir membahayakan aksi kita lagi seperti pada misi sebelumnya
Julia                 : Situasinya berbeda dengan yang sebelumnya
Danu               : Sebenarnya siapa perampok itu? Mengapa kau mengenalnya?
Julia                 : Hal ini bersifat pribadi, dia ada hubungannya dengan masa laluku
Danu               : Apa yang sebenarnya terjadi?
Julia                 : Perampok itu yang membunuh keluargaku 12 tahun lalu
Danu               : Lalu apakah dirimu harus membunuhnya?
Danu               : Bagaimana dengan misi sebelumnya, padahal dirimu menolak membunuh saksi mata tersebut?
Julia                 : Sudah aku bilang urusan kali ini bersifat pribadi
Danu               : Apa perbedaannya? Kau mengatakan kita bekerja secara profesional dan tidak mengambil nyawa orang lain
Julia                 : Aku tahu itu, aku tidak bisa membiarkannya hidup. Jika aku membiarkan dia hidup maka kemungkinan besar akan ada nyawa orang lain yang melayang!
Danu               : Dirimu melakukan perbuatan kotor untuk menyelamatkan dan membantu orang lain
Julia                 : Aku tahu kalau membunuh orang lain adalah perbuatan kotor
Danu               : Kita selama ini mencuri juga untuk membantu orang lain. Apakah pekerjaan itu tidak cukup kotor?!
Julia                 : (terdiam)
Danu               : Julia, sebenarnya aku sudah lelah dengan semua ini
Julia                 : Apa maksudmu?
Danu               : Aku ingin berhenti dari pekerjaan ini, aku ingin keluar dari kelompok ini
Julia                 : Lalu ke mana kau akan pergi?
Danu               : Entahlah, aku hanya ingin mencari pekerjaan lain dan hidup bebas tanpa terikat peraturan
Julia                 : Di luar sana keadaannya keras. Apa kau punya seseorang di luar sana?
Danu               : Aku tidak punya siapapun selain di kelompok ini, tapi jika kau mau, ikutlah denganku
Julia                 : Maafkan aku, tapi aku harus menolak tawaranmu
Danu               : Mengapa? Apa dirimu merasa nyaman dengan pencurian yang kau lakukan
Julia                 : Tidak, bukan itu
Danu               : Lalu?
Julia                 : Ini satu-satunya pekerjaan yang bisa kulakukan yang menghasilkan cukup uang untuk membantu orang-orang di permukiman asalku
Danu               : Kalau begitu, aku akan pergi sendiri. Tolong katakan pada bos bahwa aku berhenti
Julia                 : Apakah ini suatu perpisahan?
Danu               : Sepertinya iya
Julia                 : Apakah kita akan bertemu lagi?
Danu               : Mungkin saja
Julia                 : Dunia baru di luar sana dingin dan gelap. Aku berharap dirimu dapat menemukan keselamatan dan mencapai tujuanmu
Danu               : (berjalan pergi)
            Julia                 : (mengamati sampai Danu pergi lalu berjalan ke arah yang berbeda)

-SELESAI-



BIOGRAFI PENULIS
            Alvian Ekka Pradiesta adalah seorang pria kelahiran Bojonegoro, 31 Maret 1999. Dia lahir dan tinggal di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sampai masa SMA. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Sumberrejo, Alvian sekarang melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Malang di Jurusan Sastra Indonesia. Kegiatan yang paling disukainya adalah menggambar. Sejak masih anak-anak, dia suka menuangkan ide-ide dari pikirannya melalui gambar dan kadang juga melalui tulisan.
             

Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ULANG TAHUN

Drama ANAK-ANAK TK