NASKAH DRAMA APA SALAH MU
INI SALAHMU
Karya
: Adilah Pratiwi
TOKOH :
1.
Andi : mudah emosi, suka berkata kasar
(menghina orang)
2.
Arya : mudah emosi, profokator masalah
3.
Indra : bos pemilik kedai, sabar, bijak,
tidak terlalu banyak bicara
4.
Satpam : kurang tegas
5.
Banci : cerewet
6.
Pelayan (yura/ pelayan wanita) : pandai
menutupi sesuatu, sok kalem, pemeras harta orang
7.
Pelayan 2 (pelayan laki-laki) : songong,
suka memancing perkara
8.
Bapak-bapak : suka mencoba meredam
perkara
9.
Mas kacamata : suka menyindir secara
halus
10.
Pengunjung café (tokoh latar/ tidak ada
dialog)
BABAK 1 :
PANGGUNG MENGGAMBARKAN
SEBUAH KEDAI KOPI YANG DIDESAIN CUKUP MODERN DAN INDOOR. TERDAPAT BANYAK LAMPU
YANG MENGHIASI RUANGAN. PINTU KEDAI KOPI TENTUNYA TERBUAT DARI KACA YANG TIDAK DITUTUP.
SETIAP SATU MEJA TERDAPAT 4 SAMPAI 6 KURSI.
SEBELUM LAYAR DIANGKAT
TERLEBIH DAHULU SUDAH TERDENGAR SUARA INSTRUMEN MUSIK. SUARA MUSIK SEBAIKNYA
TERUS TERDENGAR DARI MULAI LAYAR DIANGKAT/ SANDIWARA DIMULAI. DI AWAL SUARA
TERDENGAR KERAS, NAMUN KETIKA DIMULAI SEBUAH PEMBICARAAN MAKA MUSIK DIPELANKAN.
KETIKA SANDIWARA DIMULAI/ LAYAR PANGGUNG DIANGKAT, TAMPAK TERLIHAT 2 ANAK MUDA
(ARYA DAN ANDI) SEDANG MENGANTRE DI DEPAN KASIR
Andi : (memandang Arya lalu bicara dengan suara
keras) sangat ramai sekali
disini.
Arya : iya memang, eh bagaimana jika kamu yang
antre dan aku cari kursi.
Andi : ehhh ndak ndak. kamu yang disini, Nah ini
kertasnya (dengan memandang
Arya dan menyodorkan kertasnya). Tolong
pesankan sesuai isi kertas itu.
Arya : njir…. Kamu sudah menyiapkan ini semua,
dasar licik. Ya sudah mana
uanggg…..
Andi : (memutus percakapan arya) ehh pakai uangmu
dulu. Semangat! Daa
(mengacungkan
satu tangan setinggi kepala kemudian segera pergi untuk
mencari Tempat)
Arya : Sialan. Manusia-manusia sekarang sukanya
mempermudah diri
sendiri dan
mempersulit manusia yang lain. Memang benar dunia semakin
tidak menunjukkan etika untuk diberlakukan
kepada setiap mahluk yang
hidup di dalamnya.
Banci : (berdiri di
depan Arya yang sedang mengantre kemudian memandang wajah
Arya dekat-dekat)
heyy mas apasih marah-marah aja, cepet tua lohh!!!
Katanya seorang
pria jika suka meneliti kehidupan orang lain sehingga
menimbulkan amarah
adalah orang-orang yang romantis kepada pasangan.
uhhh gemes (dengan
memegang dagu Arya)
Arya : apaan sih !
Banci : eh iya bener loh cintahhh
Arya : Bodo amat
Banci : eh cintah kamu manis ya, ganteng pula. Emmm
keturunan Indonesia apa
Arab sih kok
janggutnya membahana. Uhhhhhh (mencoba meraih dagu
Arya)
Arya : (segera memegang tangan banci) duuhhh
banci sialan. Jijik, udah sana
Fokus antri,
hadap depan pesan makanan yang membuat badanmu
gede, biar
profesi bancimu segera musnah. Oiya, aku kaum pria normal
(dengan
membalikkan badan banci itu)
Banci : apa lo bilang?
Gue banci! Bajingan …… (tiba-tiba menonjok muka Arya) gak
ndue moto
a?.. aku iki wedok, susuku ae lo gede.
Gak ndelok penampilanku,
klambiku, pacak an
ku. Cuhhh, Cuk asu bedes (kemudian si banci segera
meninggalkan kedai
kopi dengan muka sebal)
Arya : heyy kau mau
kemana banci? Sialan….
Bapak-bapak : (memegang tangan Arya seraya ingin
membantu) sudah-sudah
jangan
menambah keributan. Sini saya bantu.
Arya : ihh saya sudah bisa sendiri (melepaskan
tangan bapak-bapak dan tetap
duduk). heyy
banci sialan kau!!
Banci : (memandang Arya sebelum keluar pintu) Fuck
you!!
HAMPIR SETIAP MATA YANG
ADA, TERTUJU PADA KEJADIAN YANG BARU SAJA TERJADI ANTARA ARYA DAN BANCI. ARYA
TETAP DUDUK TAK BERDIRI DENGAN MEMEGANG PIPI YANG BARU SAJA DITONJOK.
Satpam : apa yang terjadi?
Arya : sudah…sudah bubar, ini bukan
pertunjukan bioskop (dengan
perlahan berdiri). Ini bukan salahku.
Bapak-bapak : lain kali hati-hati mas ya kalau berbicara
Mas Kacamata: iya mas,
biar tidak terkena tonjokan hahhahah
Arya : ini bukan salahku (dengan
memandang sinis pria berkacamata)
Satpam : sudah jangan menambah keributan
Pelayan : mas, kamu tidakpapa? Apa perlu
saya mengobati luka mas?
(memandang kasian kepada Arya)
Arya : saya tidakpapa, kembalilah
bekerja (melihat pelayan). Heh sudah-
sudah jangan menggerumbul disini,
yang jelas ini bukan salahku.
(dengan melihat orang-orang sekitar)
Andi : aku sempat kaget dengan
kejadian ini. Ini memang salahmu kawan.
Eh
are u okey? (dengan berusaha memegang lengan tangan Arya).
Em…
semuanya bubar aja deh (dengan melihat sekeliling)
Arya : heyy bacot, ini salah banci
itu
Andi : iya iya salah bicara. hahahh
Arya : bacot dijaga, jangan menambahi
emosiku atau nanti kamu yang
gantian
aku tonjok.
Andi : wuhh kejam haha (tertawa
mengece)
Arya : hmm. Oiya duduk mana kamu?
Kamu saja yang mengantre disini,
aku akan tunggu di kursi (sambal memegang
bekas tonjokan yang
berasa masih sakit)
Andi : noh duduk disana, disana ada tas
ku (dengan menuding)
Arya : saya rasa memang ini bukan
salahku. Salah banci yang tidak mau
dikatakan
banci. Manusia suka melakukan kesalahan tapi tidak mau disalahkan. Sudah
mengantrilah, aku akan duduk.
Andi : eh tunggu dulu…..
Arya : apa lagi? Kamu tidak melihat
aku sudah kesakitan seperti ini
Andi : anu…emm… dompetku tertinggal.
Mana dompetmu? Hehe
Arya : sialan kamu, kampret. Alasan
saja, jangan-jangan kamu mau lari dari
kenyataan. Membeli banyak pilihan dengan memakai uangku? Bilang
hutang
tapi bertahun-tahun tidak kamu bayar, iya kan? Ngaku aja!!!!!!
Andi : bacot, kamu meremehkanku? Aku
bukan orang kere. Kamu tidak
ingat 3 bulan lalu saat….Em ah sini cepat
buruan!!!!!!!!
Arya : apa ada apa?
Andi : bacot, aku membeli iphone terbaru
tapi…(dengan sedikit gugup) eh…
ceeeehhh, halah
sudah kemarikan dompetmu. Eh sama kertasku tadi.
Arya : (sambal memandang sinis) sombong, ini!! Eh
tunggu sebentar (tidak jadi
memberikan dompet
dan hanya memberikan kertas)
Andi : apalagi?
Arya : bayar hutangmu jangan lupa! Janji?
Andi : hidupmu penuh kegelapan, sehingga kamu
tidak akan pernah berfikir jernih.
Kemarikan
dompetmu (menarik secara paksa)
Arya : sialan (sembari melangkah menuju kursi)
jangan lupa hutangmu (dengan
nada sedikit
keras)
Andi : dasar membuatku malu, fuck
Bapak-bapak : sabar nak! Jangan kamu menanggapi temanmu
dengan sama-sama
emosi,
atau kamu akan tertimpa emosi yang akan menggelapkan
hatimu.
Andi : sudah diam pak, terimakasih. (diam
sejenak) Memang tidak ingat 3 bulan
yang lalu, yang
dia lakukan adalah kepantasan yang saya lakukan sekarang.
Memang kita
teman, tapi karena kita teman, ada kewajiban untukku sedikit
mengurangi
dosamu. Ini memang salahmu. (menunjukkan wajah kesal)
Pelayan : silahkan maju
Andi : ayo pak maju
Bapak-bapak : iya iya
ini maju
BABAK 2
GILIRAN ANDI MEMESAN
PUN TIBA, DIA BERDIRI DI DEPAN KASIR DENGAN PELAYAN WANITA YANG BEGITU CANTIK
DAN TERLIHAT BEBERAPA PELAYAN YANG LAIN SEDANG BEKERJA. ALUNAN NADA MASIH
TERDENGAR LIRIH. SUARA BISING KERAMAIAN SEMAKIN MALAM SEMAKIN HILANG. WAKTU
MENUNJUKKAN PUKUL 11 MALAM. DI DINDING TERDAPAT DAFTAR MENU YANG BEGITU BESAR,
DI MEJA KASIR DISEDIAKAN BUKU MENU MAKANAN DAN MINUMAN.
Pelayan : selamat malam, kak. Ada yang bisa
saya bantu untuk memilih
pesananya?
Andi : yah menu!
Pelayan : ini kak bisa dilihat (dengan
menyodorkan buku menu)
Andi : (tangan kiri menolak mengambil
buku menu dan tangan kanan
menyodorkan kertas) ahh ini mbak…. Ini ambil kertas ini, saya pesan
sesuai isi kertas ini
Pelayan : baiklah kak akan saya total
semuanya. Apakah ada tambahan?
Andi : kamu siapa Arya?
Pelayan : hanya teman
Andi : berapa kali kamu dibelikan
perhiasan olehnya? Dasar sinting (sambil
berkata pelan)
Pelayan : tidak pernah, sudah kak tidak ada
yang perlu dibahas
Andi : kalau saya minta nomor kamu?
Pelayan : untuk apa kak?
SEORANG PELAYAN
LAKI-LAKI YANG BERADA TIDAK JAUH DARI KEBERADAAN PELAYAN PEREMPUAN MENGHAMPIRI
DENGAN TATAPAN YANG SINIS
Pelayan 2 : yur, pekerjaan di belakang ada yang
perlu kamu selesaikan, kita tukar
posisi
Pelayan : Tapi mas…. (menoreh kepada Pelayan
2)
Pelayan 2 : tidak usah membantah. (sedikit
berbisik) demi kabikanmu juga.
Pelayan : (sedikit mendekat kepada Andi dan
bernada pelan) nanti akan saya
beri
kabar. (setelah berbisik, mulai berbicara dengan nada keras) Em
mohon
maaf kak sebelumnya, pelayanan akan digantikan oleh
pelayan lain. Saya permisi dahulu.
Andi : ehh.. gimana sih?
Pelayan 2 : maaf mas, bisa dialihkan kepada saya.
Andi : eh…. Sengaja kan kamu (melihat
sinis Pelayan laki-laki)
Pelayan 2 : tidak, pelayan wanita kami
sedang………..
Andi : (memutus pembicaraan Pelayan)
sedang…….. sedang kau
sembunyikan? Iya? Biar hanya bisa kau mainkan? Iya ? dasar lelaki
pemaksa.
Dia mau melayaniku, kenapa kau menghalangi? Atau kau
pacarnya? Ah tidak mungkin. Dia itu………. (terputus
pembicaraannya karena tersedak)
Pelayan 2 : tidak perlu protes, yang penting
pesanan dan tujuan kamu kemari
akan
saya layani
Andi : saya malas melihat mukamu.
Menyebalkan!
Pelayan : apa sebaiknya…. (terputus
pembicaraan)
Pelayan 2 : Sudah lanjutkan saja pekerjaanmu. Saya
akan melayani orang ini
supaya cepat selesai. Lihat masih ada beberapa orang yang antri.
Pelayan : baiklah.
Andi : sok banget seperti bos,
padahal juga hanya seorang pelayan
Pelayan 2 : bacot bisa dijaga mas? Saya melayani
kamu dengan baik.
Andi : baik apa? Katamu aku bacot?
Anjing apa maksudmu?
Pelayan 2 : bukankah kamu adalah orang kere yang
bisanya membeli dengan
alasan meminjam dompet kepada teman? Banyak alasan, tapi saya
apresiasi hebat kamu.
Andi : fuck,, apa-apaan. Dasar
pelayan sinting. Tidak bisa bekerja
professional. Saya akan memberi penilaian buruk kepada kedai gila
ini.
Kedai bodoh yang mempekerjakan kamu disini. Pelayan tidak
punya
otak
Pelayan 2 : kalau saya tidak punya otak, saya
tidak bisa berbicara seperti ini dan
menerka semua ucapanmu dan temanmu tadi
Andi : sialan kamu, kedai apa-apaan
ini menerima seorang budak Cuma
digunakan untuk menghina pembeli. Woyy ingat pembeli adalah raja
begok.
Pelayan 2 : tidak usah juga melayani pembeli yang
tidak bisa menjaga mulut
sepertimu. Hanya bisa membuat kerusuhan. Mending pergi saja dan
lihat
kasihan orang-orang yang mengantri dan mencari ketenangan
suasana. Kamu adalah biang onar yang seharusnya tidak datang ke
tempat ini. Silahkan disana pintu keluarnya (menunjuk arah pintu)
Andi : (mendobrak meja) mati saja kamu
bajingan
Satpam : Ada apa ini? Jangan
ribut.
Andi : (memegang pundak depan pak
satpam) usir pelayan itu
Satpam : ada apa ini?
Pelayan 2 : dia gak waras, usir dia pak
Andi : kau yang tidak waras anjing
Satpam : sudah stop !!!!!
Andi : saya adalah raja disini, saya
ingin dilayani dengan baik. Usir dia
(menyentak satpam)
Pelayan 2 : kau tidak pantas disini. Pergi kau
gila
Satpam : (menelepon atasan) pak
mohon maaf disini ada sebuah keributan
besar. (menoreh ke andi dan sesekali ke pelayan) tidak malu kah kau
dilihat banyak pengunjung. Sudah selesaikan masalah kalian di luar.
Jika
tidak mau, maka diamlah berdamai. Demi kenyamanan bersama
Andi : gak sudi
Pelayan 2 : apalagi aku
Andi : apa katamu ?
Pelayan 2 : halah nyali wanita, kau wanita atau
laki-laki ? daritadi bisamu hanya
bacotin mulut aja. Gak capek tuh congor!
Andi : sialan, apasih mau mu? Kenapa
kau berlagak ingin menjadi musuhku
Pelayan 2 : hahah tidak ingin berurusan denganmu.
Sudah pergi sana kau..
Satpam : kalau ingin adu kejantanan,
diluar saja!
Andi : kau saja layani pelayan
kampungan tidak tau etika ini
Pelayan 2 : kau yang kampungan, norak. Datang ke
café sok gaya….
Satpam : stop, ini kalian
berdua yang salah. Tidak ada yang harus dibela.
Sebaiknya kalian selesaikan perkara ini di luar. Sangat mengganggu
pelanggan yang lain
Andi : ini salahmu, kau yang membuat
semua berantakan.
Pelayan 2 : ini salahmu, dan aku tidak mau
berurusan denganmu
Andi : akupun demikian
Satpam : sudah bajingan!
Aduhhhhhh… berhenti atau keluar?
SEMUA ORANG YANG BERADA
DALAM KEDAI KOPI TERHERAN-HERAN. BARU USAI SUATU KERIBUTAN MUNCUL KERIBUTAN
LAGI. SUASANA SEMAKIN PANAS, DAN YANG MENGANTRI BANYAK YANG HILANG DAN
PELANGGAN BANYAK YANG PULANG. SOSOK BOS DATANG DENGAN MENGENAKAN JAS HITAM DAN
KACAMATA YANG ADA DI ATAS KEPALANYA. MUSIK SEKETIKA MATI.
BABAK
3
Andi : oh jadi ini pemilik kedai yang sudah
terkenal dimana-mana? Tidakkah kamu
lihat kedaimu
malam ini sedang penuh dengan keributan?
Indra : yah, atas nama kedai ini saya minta maaf
sebesar-besarnya
Andi : Hanya mulut buaya yang minta maaf saja
ketika ada kesalahan. Kamu tidak
melihat rekaman
cctv? Apakah harus ditelfon satpammu dulu biar kamu tau
keadaan kedai?
Satpam : jaga mulut mas
Pelayan : (mendekati
bos perlahan dan berhenti di belakang tepat bos berdiri)
Pelayan 2 : (tetap
berada di kasir dan memperhatikan) ini gila!
Andi : kamu memang gila. Sudah diam bacot. Aku
sedang bicara dengan bos
kedai ini
Indra : sudah diam (menoreh ke pelayan 2) Ada yang
bisa saya bantu untuk
menyelesaikan
perkara ini? Maaf saya sedang banyak urusan, untuk
perkara ada
keributan adalah tugas satpam. Karena saya telah membayar
dia untuk
menghandel perkara sepeti ini.
Pelayan 2 : hahah emang
goblok deh
Andi : apa kamu bilang?
Satpam: sudah diam
(menoreh ke Pelayan 2). Mas tuh denger, mas jangan asal
ngomong. Dijaga
mulut dan seharusnya mas berfikir dengan otak baru
diucapin,
jangan bicara mulu tapi gajelas (melihat andi)
Andi : anjir………
Indra : sudah-sudah jangan memperkeruh suasana
(menyentak satpam). Mas
mohon maaf, apa
yang bisa saya bantu? Katakan!
Andi : kamu harus membantu saya untuk memecat
pegawai seperti pelayan laki-
laki yang berdiri
disana (menunjuk pelayan 2)
Indra : mengapa saya harus memecat dia? Selama ini
dia bekerja dengan baik.
Apakah mas bisa
menyelesaikan hal ini secara kekeluargaan?
Andi : sebenarnya saya datang kesini tidak ada
urusannya dengan kalian semua.
Saya datang
kesini hanya untuk mengobrol dengan teman saya. Karena ini
salahnya. Tetapi
karena kehadiran pelayan yang kurang ajar itu, saya
menjadi emosi dan melupakan tujuan utama
saya.
Indra : baiklah saya akan membuat rasa nyaman mas
itu kembali membaik, saya
akan menyiapkan
segala pesanan mas dengan gratis.
Andi : saya bukan orang miskin bacot
Indra : saya tidak menuduh mas, tapi saya akan
memberikan pelayanan terbaik
pada pelanggan.
Hanya itu saja!
Satpam: jaga ucapanmu
mas!
Andi : jangan ikut-ikut heh.. satpam diam!
Pelayan 2 : dasar
lelaki aneh, memang bukan salah saya. Salah kamu sendiri punya
hati kok
kayak setan
Indra : amankan pelayan itu segera (menoreh pada
satpam dan kemudian
memandang Andi)
mas maafkan jika pelayanan disini tidak sesuai yang mas
minta.
Andi : bacot, sok alim kamu. Udah kalau mau
emosi, emosi aja. Bakar tuh rambut
biar makin
kinclong hahaha
Indra : maaf mas, kehadiran kamu disini bukan untuk
memecat pelayan saya,
menghina saya dan
membuat keributan. Tujuanmu kesini adalah berbicara
dengan temanmu.
Sekarang jangan banyak komentar, segeralah duduk dan
pesananmu akan
diantar. Atau kalau tidak, mas saya persilahkan untuk…
Andi : pergi?? Mau kedai ini hancur berantakan?
Indra : sudah mas
Andi : sudah apa? Bajingan (menuding muka Indra).
Aku hanya berbincang pada
budak belakangmu. Tapi pelayanmu menuduhku
yang macam-macam.
Sekarang kamu mau mengusirku?
Arya : ada apa ndi?
Indra : Maafkan ketidaknyamanan yang terjadi disini
Arya : ada apa ndi? (menyentak) hee
Andi : budak belakang bos pemilik kedai ini sumber
masalah. Urus dia, kamu kenal
kan?
Arya : iya, tapi kenapa harus aku?
Pelayan : apa maksudnya
(dengan gugup)
Indra : teman laki-lakimu? Layani dia
Pelayan : ehh ti….
Andi : apa-apaan kok malah bermain drama ini
Indra : baik mas saya akan melayani mu dengan baik
TIBA-TIBA SATPAM PUN
DATANG DENGAN SEDIKIT BERLARI KECIL
Satpam: sudah pak
Indra : layani mas ini sebaik mungkin (berbalik
badan)
Andi : eh mau kemana kamu? Urusan kita belum
selesai
Indra : mas butuh saya yang melayani?
Andi : saya butuh berbincang dengan wanita di
belakangmu itu.
Indra : ada urusan apa kamu dengannya?
Satpam: hah?
Andi : berisik, hanya budak saja kamu suruh pasti
dia nurut. Saya ada banyak
urusan dengannya.
Satpam: jangan kurang
ajar kamu (mau menonjok Andi)
Indra : (menahan tangan satpam) sudah cukup pak
cukup
Arya : udah ndi udah, ada perlu apasih kamu
dengannya?
Andi : apa heh kamu satpam? Jangan ikut-ikutan
kurang ajar kamu. Berani-
beraninya. Kamu
juga ndi? Kenapa matamu buta, sudah kita harus
selesaikan urusan ini sekarang!
Arya : urusan apa lagi? Hanya aku yang berurusan
dengan wanita itu
Indra :
sudah mas sudah! mohon maaf. Ada masalah apa ya?
Andi : Eh emang kamu pikir ini lebaran, daritadi
minta maaf terus. Udah
ini bagaimana,
antar pesananku dan budakmu suruh duduk di kursiku
setelah pekerjaannya untukku usai
Indra : baiklah akan kuturuti permintaanmu
Andi : baiklah
Arya : ada urusan apasih kamu dengan wanita itu?
Katakana bajingan!
Andi : eh satpam bodoh (melempar kertas hingga
jatuh). Kan bodoh, ambil
tuh kertas.
Segeralah antar ke meja yang aku duduki disana. Aku ingin
kalian yang
mengantarkannya. Jangan banyak komentar (berbalik
badan dan segera
pergi)
Satpam : biadab,
manusia atau setan kau (teriak)
Arya : jawab ya (dengan menyentak andi)
Andi : tidak akan ku tiduri atau kupacari teman
gelapmu haha. Sudah ikuti
Permainanku
Arya : Bajingan apasih mau kamu
Satpam : sudah cukup
Andi : sudah diam, lakukan tugasmu
Satpam : (mendobrak
kaki)
Indra : lakukan saja apa maunya (dengan memegang
pundak satpam)
Satpam: tapi…. Ini anu
Indra : sudah cukup
Pelayan: em…
Indra : bekerjalah secara professional (kemudian
pergi ke dapur)
Satpam: pak…
Pelayan: bagaimana ini?
(memegang tangan satpam dan menghentikan langkahnya
mengejar Indra)
Satpam: sudah kerjakan
saja dulu
TERLIHAT ARYA DAN ANDI
SUDAH DUDUK DI KURSI BERSAMA. MEREKA MENUNGGU PESANAN DAN TERLIHAT HANYA DIAM.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN PESANAN TERLIHAT DIANTAR OLEH SATPAM DAN PELAYAN
PEREMPUAN SERTA INDRA SEBAGAI BOS MENGANTAR PULA DI TENGAH-TENGAH MEREKA
BERBINCANG.
BABAK 4
Arya : cengir-cengir gajelas. apasih?
Andi : bodoamat, bukan urusan mu
Arya : ada masalah apa kamu denganku?
Ceritakan! Terlihat wajah
kebencian ada di raut wajahmu
Andi : kamu ingat… 3 bulan yang lalu
Arya : Apa ? kamu membeli iphone?
Sombong
Andi : bukan, kakakku?
Arya : meninggal? Yah aku kan pergi
ke pemakamannya denganmu
Andi : sebelum itu bacot. Kamu ingat
tas coklat yang terletak pas di dekat
kamu
duduk malam itu?
Arya : (diam dan sedikit terkejut)
Andi : aku tidak pernah memperdulikan
kehilangan uang, tapi asal kau
tau….
Arya : apa?
TIBA-TIBA SATPAM PUN
MENGHADAP ANDI YANG SEDANG BERCAKAP-CAKAP DENGAN ARYA
Satpam : saya bisa bicara dengan anda
(menunjuk kepada Andi)
Andi : jangan memutus pembicaraan
saya (menoleh ke satpam) saya ingin
berdua dengan teman saya
Satpam : saya butuh bicara
dengan anda
Andi : sebentar urusan kita nanti
saja. Bacot pergi kau! Mana budak wanita
itu? Kenapa malah kamu yang datang?
Satpam : ini masalah hati, saya
haru menyelesaikan dengan anda dan ini
penting sekali
Andi : anjing… bikin masalah saja
kau. Pergi bajingan
Arya : eh satpam apasih datang-datang
bahas masalah hati. Kamu suka
dengan
teman saya?
Satpam : diam saya masih
memiliki hati nurani dan saya tidak bicara ke kamu
(menunjuk muka Arya) saya bicara dengan dia
(menoleh ke Andi)
Arya : bajingan main tunjuk aja,
kurang ajar banget ini orang
Andi : bacot pergi kamu (mendorong
satpam) ini masalah keluarga saya.
Sebaiknya kamu pergi atau kamu saya bunuh.
Satpam : bunuh saja, ini
menyangkut hati bos saya
Arya : sudah kita bergantian saja,
biarkan saya berbicara dengan teman
saya
dulu.
Satpam : saya tidak percaya,
nanti dia kabur
Andi : bacot, anjing, sialan
(menonjok muka satpam) minggir kau anjing.
Saya masih bicara dengan teman saya
Arya : sudah….sudah…
Satpam : saya berkata baik-baik
kepada anda, tapi….. (dengan berdiri)
Andi : baik katamu (memutus ucapan
satpam) kamu datang kesini hanya
untuk memutus pembicaraan orang saja, kamu
pergi nanti kita
selesaikan urusan kita, saya akan berbicara dengan teman saya tapi
kamu
tidak mengerti juga. Kamu manusia atau hewan? Tidak bisa
mencerna perkataan manusia. Pergi!!!!!!
Satpam : saya akan menjaga anda
disini, karena ucapan saya lebih penting
daripada ucapan bajingan seperti anda.
Andi : bajingan? Apa-apaan?
Arya : udah deh ndi, hiraukan saja!
Orang gila kok diladeni. Gila juga kamu
nanti
Andi : dia sangat mengganggu
Ary : kamu mau cerita apasih?
Sepenting apa? (dengan nada agak naik)
Andi : diam kalian diam, kamu diam
ya, kamu diam satpam. Saya mau
mengutarakan kepada setan ini. Kamu membuat kakak saya mati.
Ingat
tidak, tas yang kamu curi 3 juta adalah tas kakak saya.
Arya : ndi kamu fitnah
Andi : fitnah?
Pelayan : bos menyuruh saya menghadap kamu,
ada perlu apa?
Andi : akhirnya lengkap sudah
Arya : kenapa kamu bawa-bawa wanita
ini?
Andi : di akhir hidup kakaku ingin
sekali membelikan aku iphone yang
pernah aku ceritakan padanya. Dia tidak kerja
karena sakit-sakitan.
Untuk membeli dia harus menabung.
Satpam : kan tidak penting
Andi : hey bajingan diam
Pelayan : sudah sudah cukup, ada apasih ini?
Andi : tau tidak, kakakku rela tidak
beli obat yang orangtua ku berikan
padanya. Itu alasan kenapa dia minta untuk
membeli obatnya sendiri.
Pelayan : mas jika itu cerita tidak
berkaitan dengan saya, saya akan kembali
Satpam : betul kembali saja
mbak Yur
Andi : kamu pergi akan patah kakimu, kamu
tau alasan aku bercerita pada
kakaku,
karena dengan ini orangtuaku selalu mewujudkan keinginanku
Arya : ndi apa hubungannya dengan
pelayan ini?
Satpam : dia sudah gila memang,
sudah anda jangan banyak bicara lagi
Andi : tidak perlu ada yang berbicara.
Diam semua (dengan menyentak).
Kalian tau kakakku syok, jantungnya berhenti
saat dia panik
memikirkan uangnya hilang tiba-tiba hahah
Pelayan : ini hanya urusanmu dengan Arya
Andi : setan ini yang mencuri tas
kakakku (menuding wajah Arya)
Arya : ndi tidak!
Satpam : pandai sekali kamu
fitnah
Andi : manusia biadab, diam!!!
rumahku ada cctv, kali ini kamu tidak perlu
menutupinya. Pesan kakakku adalah mau
memaafkanmu. Dan aku
memafkanmu dengan cara menghapus dosamu manusia biadab.
Memakai
uangmu untuk membayar pesananku sebagai hutangmu.
Mau
alasan apalagi? Pilih mengaku atau masuk penjara?
Satpam : apa iya ucapanmu
(melotot)…….
Andi : diam kau biadab
Arya : ndi tidak seperti itu (gugup)
Andi : heh (menyengir) aku tau kau bermain
gelap dengan wanita ini kan?
(melihat Arya dan menunjuk kepada Pelayan).
Membelikan apa yang
diam au sampai kau rela mencuri
Arya : stop (menangis kencang)
Andi : stop apa? Masih tidak mau
mengaku. Apa perlu aku tunjukkan?
Pelayan : itu tidak benar
Satpam : mas jangan pandai
mengada-ngada. Ngawur saja.
Andi : sudah berapa banyak temanku
membayar kamu? (melihat muka
pelayan) pelacur!!! Aku tidak masalah siapa
kamu dan apa yang
kamu lakukan. Tapi ini menyangkut hal tentang
aku, mau tidak mau
aku tidak terima
Arya : tidak ndi tidak
Pelayan : jaga mulut mu heyy bajingan
(melihat Andi). Aku tidak…
Andi : tidak salah? Sudah lama aku
megintai mu haha. Sudah jelas
semuanya bajingan bajingan hahaha. Bagaimana
Ya Arya?
Arya : ndi
Andi : panggil terus aja namaku
sampai mulutmu berbisa. Hahah mau kamu
masuk penjara dengan wanita biadab ini berdua
dalam sel?
Arya : stop ndi… maafkan aku. Aku
pencuri ……… maafkan aku….. ampuni
aku…….. ini salahku memang
Satpam : ini benar? (bingung)
Andi : diam satpam diam! (setelah
melihat satpam kembali melihat wajah
Arya
yang sedang menangis). Apa motivmu mencuri? Apa katakan!
Kalau tidak memang ya karena wanita ini
Arya : aku bu..buu..butuh tamabahan
uang ndi
Andi : untuk apa bego? Katakan! Mana
sikap kelakianmu? Jangan kamu
lembek. Jijik. Mencuri berani, berkata jujur
terbata-bata.
Pelayan : jangan libatkan aku pada masalah
kalian
Satpam : serendah itu kamu yur?
Suami mu orang kaya
Pelayan : diam kau satpam!!!
Andi : eh sudah bersuami? Haha ya ya
tertipu wanita bersuami
Arya : Ndi, maaf. Aku tidak punya
niat itu sesungguhnya
Andi : apa? Tidak punya niat (dengan
menyentak Arya)
Arya : aku hanya butuh untuk membeli
barang, memang untuk wanita bejat
ini. Aku tidak tau jika dia bersuami. Pantas
jika dia bilang di rumah dia
tidak pernah mengabariku. Alasannya dia
sedang tidur dan tidak ingin
diganggu
Andi : trus kenapa kamu tidak berkata
jujur kepadaku untuk meminjam
daripada harus menjadi maling?
Arya : karena kamu…..
Andi : apa? Aku melarangmu dekat
dengannya? Ya tentu. Tapi kamu
melanggar dan terkena imbasnya
Arya : maafkan aku, apa yang bisa aku
lakukan untuk menebus semua ini?
Andi : rubah sikapmu begok! Bodoh!
Tinggalkan wanita kotor seperti ini
Pelayan : jaga omonganmu!!
Satpam : yur bajingan
Pelayan : diam kalian!!!!!!! (pergi dan
menangis)
Satpam : saya pergi dulu, maaf
(berlari)
Andi : lihat wanita yang kamu
ratukan. Bejat! Pembohong sehingga kamu
menjadi pembohong dan pencuri.
Arya : aku khilaf. Hokum aku ndi
hokum
Andi : tunggu saja tanggal mainnya.
Haha esok, antarkan aku pada makam
kakakku dan kamu harus berani menghadap keluargaku. Akui
kesalahanmu!
Arya : iya ndi, ayo kita pergi besok.
Mari kita pulang untuk menenangkan
pikiran. Aku sudah tidak sanggup berada
disini. Aku merasa berdosa
yang sangat.
Andi : ayo, (melempar kunci mobil ke
Arya) kamu yang bawa!
Arya : baiklah!
Satpam : (kembali menuju Arya
dan Andi) aku ingin mengatakan jika pelayan
wanita itu adalah istri bos kami.
Arya : ambil saja wanita rendahan
seperti itu, saya cukup muak ditipu habis-
habisan. Ini memang salah mu (berteriak).
Kenapa aku berdosa pada
kawanku demi wanita bajingan seperti dia
Andi : sudah urusan mu denganku
sekarang. Ini salahmu dan kamu harus
berani bertanggungjawab. Sekarang lupakan
bajingan yang
merenggut hidupmu yang semakin gelap. Sadar
Ya sadar!!
Arya : sudah ndi, kita pergi saja.
Aku minta maaf (dengan terisak-isak
tangisnya)
Andi : oke, kita pergi dari café
neraka ini.
Arya : yuk … (memeluk Andi)
Satpam : maafkan kesalah kami.
Sampai jumpa lain waktu. Mohon maaf sudah
membuatmu tambah emosi.
Andi : biadab. Ini salahmu, salah
kalian. Sudah jadilah satpam yang tidak
bodoh. bye
Bos : pergi kau!!!!!!!!!
(terdengar suara dari kejauhan)
Pelayan : maaf mas (menangis kencang)
Andi : kejujuran adalah yang paling
penting. Ini salahmu sendiri ( membuka
pintu kedai)
~TAMAT~
Adilah Pratiwi, seorang
wanita kelahiran
Malang,
29 Desember. Mahasiswa aktif di Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Universitas Negeri Malang. Bergiat di Sanggar Tari Karawitan Asri Kusuma. Dapat
dihubungi melalui email: adilah.p99@gmail.com
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi