NASKAH DRAMA EMPAT PEREMPUAN TEGAR
EMPAT PEREMPUAN TEGAR
OLEH: NURAH NURNINAH
Tema: Perjuangan
menggapai mimpi
Tokoh dan Karakter
1.
Maya: penyabar,
peduli,baik hati, dan ramah
2. Bapak
Maya:sangat baik, selalu berjuang
3. Ibu
Maya: sangat baik, ramah
4. Sari : Baik, ramah,egois
5. Meli : cerewet, baik, pemalas
6.
Sinta : egois, suka
menolong
Sinopsis:
Di
sebuah desa Suliliran ada anak sekolah yang bernama Maya, Sari, Meli dan Sinta mereka
berempat menjalin persahabatan sejak dari kecil hingga sekarang. Ketika
berangkat ke sekolah mereka selalu bersamaan dan bersemangat untuk belajar agar
cit-cita yang mereka impikan bisa tercapai, maya yang berkeinginan menjadi
seorang dokter agar dapat membantu semua orang, namun maya memiliki kelurga
yang berkehidupan yang sangat cukup kedua orang tuanya hanyalah sebagai
penjualan gado-gado berkeliling , namun iya tidak pernah putus asa dengan
keadaan kelurganya ia akan tetap terus berusaha agar bisa membanggkan kedua
orang tuanya. Sedangkan Sari yang bercita-cita berkeinginan menjadi seorang
arsitek karena ia sangat suka menggambar dan iya memiliki keluraga yang
berkecukupan kedua orang tuanya memiliki bisnis perternakan ayam. Meli yang
bercita-cita berkeinginan menjadi seorang guru dan iya memiliki keluraga yang
sederhana namun kedua orang tunya juga bekerja sebagai guru. Sedangkan sinta yang
bercita-cita berkeinginan menjadi reporter agar dapat mengetahui tentang
fenomena yang terjadi di Indonesia iya memiliki keluarga yang kaya kedua orang
tuanya sangat berkecukupan. Dari ke empat anak yang paling cerdas dan selalu
mengingatkan temannya dialah Maya ia
juga banyak mengikuti kegiatan di sekolah dan banyak pengalamna serta
pengetahuan yang ia peroleh.
Di
sore hari pukul 04:00 setelah pulang sekolah mereka berempat pergi ke suatu
tempat yang sejuk yaitu ke sawah disana mereka membawa pekerjaan rumah lalu
mengerjakan dengan semangat demi mencapai cita-cita yang mereka harapkan, pada
saat itu Maya yang terlebih dahulu menyelesiakan tugasnya sedangkan Sari, Meli,
dan Sinta masih mengerjakan pekerjaan rumah. Maya yang sedang duduk sambil
menikmati pemandangan memikirkan bagaimana masa depannya nanti apakah cita-cita
yang selama ini ia harapkan akan tercapai atau tidak, setelah semunya selesai
mengerjakan pekerjaan rumah mereka berempat bermain sambil menikmati suasana
sawah yang sangat sejuk. Di sawah ada sebuah batu yang sangat besar mereka
berempat menuliskan sebuah impian dan harapan mereka untuk kedepannya,
petangpun telah tiba mereka bergegas untuk kembali kerumah masing-masing. Saat
maya sesampai dirumah iya kaget melihat ibunya berbaring di tempat tidur dan
ayahnya juga belum pulang dari kerja, maya bingung berbuat apa akhirnya iya
meminta tolong kepada tetangga agar ibunya di bawa kerumah sakit ibu maya
langsung masuk kerungan. Maya duduk di depan ruangan ibu sambil menunggu kabar
dari ibunya dan Ayahnyapu tiba di rumah sakit, saat itu dokter keluar memberi
tahu penyakit yang idamkan oleh ibunya yaitu mengidap penyakit jantung dan
ibunya harus segera operasi. Maya dan Ayahnya sangat kaget mendengar penyakit
yang di idamkan oleh ibunya mereka sangat terpukul sekali dan biaya operasi
yang sangat mahal mereka bingung mendapatkan uang dari mana sebanyak itu. Akhirnya maya memutuskan izin sekolah
beberapa hari untuk membantu ayahnya mencari uang agar ibunya bisa segera di
operasi.
Pagi
hari ketika sahabat Maya berangkat sekolah Sari, Meli, dan Sinta bingung kenapa
Maya tidak ada akhirnya mereka hanya berpergian kesekolah bertiga. Sesampai di
sekolah juga tidak ada Maya mereka khawatir apa yang terjadi dengan Maya, saat
jam istirahat Sari mengajak Sinta dan Meli datang kerumahnya Maya ingin tau apa
yang terjadi. Setelah sampai dirumah Maya mereka melihat maya sangat sibuk
sekali dengan membatu Ayahnya mereka menghampiri Maya dan Maya menceritakan
semua apa yang telah terjadi sahabat Maya turut prihatin mendengar kondisi
ibunya yang harus di operasi dan akhirnya Sinta, Sari, dan Meli berinisiatif
untuk menolong Maya dan akhirnya uang untuk operasi sudah cukup. Hari senin
tepatnya pukul 08:00 Ibu maya akan di operasi dan Maya sambil mendoakan Ibu
maya bisa sehat seperti biasanya, Maya pun bisa kembali ke aktivitasnya lagi
untuk menggapai mimpinya.
Prolog:
Babak 1
Pagi
hari di sebuah desa Suliliran ada anak SMA kelas 12 yang berangakat kesekolah bersamaan yaitu
Maya, Sinta, Sari, Dan Meli dan mereka berbincang-bincang selama di perjalanan.
Maya : ehh teman-teman PR kalian apa
sudah selesai semua? (tanya maya sambil merangkul tas)
Sinta : Aku sudah dong!
Sari : Aku juga sudah dong!
Meli : emmm aku belum selesai semua
(dengan wajah yang sangat santai)
Maya : Astagfirulahh Mel kamu belum
mengerjakannya semua?
Meli
: he..he..he iya May, aku
bolehkan ngeliat punya kalian?
Sinta : kamu ko gitu sih Mel malas banget
ngerjain tugas, kalau kamu malas gimna cita-citamu mau tercapai?
Sari : Iya loh Mel kamu gak boleh
malas seperti itu
Maya : Iya Mel, kasian loh orang tua
kamu udah susah payah biayain kamu sekolah kamu gak kasian apa?
Meli : Hmmm, iya iya teman-teman
aku gak lagi kok seperti ini gak mau ngenyelesaikan PR maafkan aku (dengan
wajah cemas).
Maya
: Iya, lain kali kamu gak
boleh seperti itu lagi yaa (sambil menatap Meli)
Waktu
di perjalanan tidak terasa mereka bergegas ke sekolah sambil berlari-lari
Sinta
: ehhh teman-teman ayoo
sebentar lagi gerbang akan di tutup
Semuanya
: Serentak ayoo cepat
Mereka
agak terlamabat sedikit namun, masih tetap bisa mengikuti pembelajaran di pagi
itu.
Saat
di dalam kelas Maya, Meli, Sinta, dan Sari mendengarkan guru menjelaskan
mengenai pembelajaran pada hari itu lalu ibu guru memberikan mereka tugas yang
harus di kerjakan pada hari itu juga, namun Meli mengeluh dengan adanya tugas
Meli : Haduhh ibu kenapa gak pr aja bu?
Ibu
guru: Iya kan masih ada waktu untuk mengerjakan mel
Sinta : Iya mel kamu ini tidak boleh
malas seperti itu loh
Maya : Iya mel bener gimna cita-cita
mau tergapai kalau ngeluh sama tugas
Sari : Iya ayo harus semangat mel,
kita disini kan berjuang bersama
Meli : iya deh, iya aku mau ngerjain
deh ( dengan senyum meringis)
Kelaspun
hening semua siswa fokus untuk mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Setelah
semunya menyelesaikan tugas mereka lalu mengumpulkan kepada ibu guru namun
diantara Sinta, Maya, Sari, dan Meli. masih ada yang belum selesai mengerjakan
yaitu Meli
Meli : sebentar bu saya masih ada
yang belum selesai
Ibu
guru : iya cepat ibu tunggu
Sinta,
Maya, dan Sari mencoba memberikan jawaban kepada Meli dengan cara diam-diam dan
berhasil lalu mereka berpura-pura keluar terlebih dahulu agar tidak di curigai
oleh guru dan mereka menunggu Meli di depan kelas.
Beberapa
menit kemudian akhirnya Meli selesai mengerjakan tugas lalu ia menghampiri
Sinta,Maya, dan Sari.
Meli : Gaess maaf yaa aku lama, btw
makasih yaa undah bantuin aku
Sinta
: iya mel makanya kamu lain
kali harus pahami guru menjelaskan biar mudah untuk mengerjakan soal
Maya :
bener tuh mel, kan kita mau menggapai cita-cita yang kita impikan jadi kita
harus serius dalam
belajar okee ( sambil menepuk pundak Meli)
Sari :
Iya mel bener apa yang sudah di katakan sama Sinta, dan Maya. Harus
semangat kita
sama-sama berjuang untuk masa depan
Meli : iya teman-temanku sayang
makasih yaa gaess, ehh btw laper nih ayoo ke kantin
Sinta : Ayo aku juga udah laper dari
tadi
Maya
dan Sari: Ayooo.....
Babak 2
Saat
mereka tiba di kantin masing-masing memesan makanan sesuai dengan selera
mereka, lalu salah satu dari mereka yaitu Sinta mencarikan tempat untuk mereka
makan dan iya memesan makan minta tolong ke Maya dan ternyata maya salah
memesankan sinta makanan
Saat
di tempat makan sinta kepedasan
Sinta : May kamu pesanin aku yang
pedas yaa kan aku lagi gak bisa makan pedas (dengan wajah menahan kepedasan)
Maya
: Astagfirullah maafkan aku
Sin, aku lupa kalo kamu punya mag yaudah apa
mau aku pesanin lagi?
(Dengan wajah yang merasa bersalah)
Sinta
: gakusah deh May gakpapa
deh sayang juga kalo di buang
Maya :
Tapi sinn, dari pada magmu gambuh loh atau kamu mau makan punya aku aja
nih gak pedas kok!
(sambil menawarkan makanannya)
Sinta : Iya may okedeh, btw makasih
yaa
Maya
: Aku yang salah sin sudah salah mesanin kamu makanan tadi, maaf yaa
sayang!
Sinta
: Iya gakpapa ayo makan, liat tuh Meli sama Sari makan mereka sudah mau
habis
Meli
: Iya maaf gaes jadi makan
duluan sudah kelaparan hehehe
Sari
: Iya ehh kelaparan, makan sudah kalian berdua kita tungguin sebelum bel
berbunyi
Setelah
semuanya sudah selesai makan bel masukan telah berbunyi, mereka semua bergegas
masuk ke dalam kelas. Lalu pembelajaranpun telah usai waktunya pulang telah
tiba, saat pulang Maya, Meli, Sinta, Sari pulang bersamaan dengan berjalan kaki
sepanjang perjalanan mereka bersedau gurau membicarakan mimpi-mimpi mereka.
Maya : gaess bentar lagi kita mau
lulus SMA nih kalian nanti mau jadi apa?
Sinta
: Kalau aku maunya jadi reporter
aku suka menymapaikan sesuatu yang penting
untuk semua orang dan
mengetahui semua kejaian yang ada di Indonesia
Meli
: Kalau aku ingin sekali menjadi seorang guru agar aku nanti bisa mendidik
semua anak bangsa
Sari :
emm, kalau aku sih mau jadi seorang arsitek karena aku suka banget dunia
menggamabr
Sinta : Nah kalau kamu sendiri mau
jadi apa may?
Maya
: Aku berkeinginan menjadi seorang dokter agar aku bisa menolong semua
orang yang ada di
sektarku tertama seseorang yang paling aku sayang, tapi
ntah akan
terkabulkan apa gimna nantinya (dengan wajah yang sedih)
Sari
: Loh May, kamu kok ngomong begitu sih gak boleh loh seperti itu semua pasti
ada jalannya lo May
kalau emang kita bersungguh-sungguh ( sambil
merangkul pundaknya
Maya)
Sinta : Iya May, gak boleh berbicara
seperti itu omongan itu do’a loh
Meli
: Iya benar May, kan kamu sendiri pernah bialang janagn putus asa dulu karena
kita semua punya
rencana namun hanya Allah yang tau.
Maya
: Hemmm iyaa teman-temanku, terima kasih sarannya aku sayang kalian (
sambil memeluk tiga
sahabatnya)
Babak
3
Lalu
waktu tak terasa sudah sangat sore merekapun pulang menuju rumah masing-masing,
Sinta dan Sari rumahnya searah mereka pualng bersamaan.
Sari :
teman-teman btw sudah sore gak kerasa banget ayo kita pulang nanti oarang
tua khawatir karena
kita juga belum ada pulang dari tadi
Maya
: Ayo, iya kasian orang tua
aku pasti nungguin nih
Meli : ayooo
Sinta
: Ayooo dah, aku barengan
sama kamu yaa Sar kan kita satu arah tuh
Sari : Iya Sin ayooo barengan
Meli : Bayy gays, kalian berdua
hati-hati yaa
Sinta
dan Sari : Okay, sampai jumpa besok
da..da..da
Maya : Bayyy, hati-hati gays.
Babak 4
Keesokan
harinya pada pukul 04:00 sore mereka libur, Maya, Meli, Sinta, Sari pergi ke
sawahan yang tidak jauh dari rumah mereka. Disana mereka menikmati sejuknya
pemandangan burung yang berterbangan dan padi yang masih berwarna hijau sangat
segar dan mereka tidak hanya ingin menghilangkan penat namun sambil membawa
pekerjaan rumah masing-masing ke dalam kelas Maya yang terlebih dahulu
menyelesaikan tugas itu.
Maya
: Gays, aku sudah selesai nih Prnya.( dengan
perasan yang sanga lega)
Sinta : wahhh, cepat sekali kamu May
bagi dong
Sari : Iya nih Maya cepat banget
ngerjainnya minta tipsnya dong
Meli : Wah iya nih liat dong May!
Maya
: duhh kalian ini makanya
belajar donh hehehehe
Meli : Pelit banget sih May liat
dong
Maya
: bukannya begitu Mel, kamu
harus usaha dulu pokoknya ngerjain sendiri kalau
emang
kesulitan baru ntr aku kasih tau deh
Sari : Oakay May, ini aku mau
berusaha dulu deh mengerjkannya sendiri
Seli : Okay baiklah May aku
berusha dulu kok
Maya :
okay teman-temnaku harus semngat dong yaa kalian ngerjainnya, katanya
ingin menggapai suatu
citacita yang semuaya kita inginkan jadi harus
bersemangat dan
selalu tersenyum kesemua oarang.
Bertiga
: serentak menjawab baik calon
ibu dokter
Maya : He..he..he.. Amin yaa rabbal
alamin
Tugas
pekerjaan rumah mereka akhirnya sudah selesai semua, setelah menegrkan tugas
Maya menyuruh teman-temannya untuk menuliskan cita-cita yang mereka inginkan dan
masing-masing dari mereka menuliskan cita-cita impian mereka di sebuah batu
yang sangat besar yang ada di pinggiran sawah.
Maya
: Gays. Lihat deh di sana
ada batu yang sangat besar kesana yukk
Bertiga : Ayoo (bersamaan serentak
berbicara)
Maya : Batunya lumayan bagus
kira-kira ini akan tetap ada selamanya gak yaa?
Sinta : Emm, sepertinya sih batu ini
awet-awet saja
Sari : Iya, May kayanya akan tetap
ada deh
Meli
: Emm, tergantung sih
Maya : nah, gimna kalau kita tulis
masing-masing cita-cita yang kita impikan di batu
ini nanti kan bisa
jadi kenangan terintah untuk kita.
Sinta : Wahhh, ide yang bagus tuh may
Sari : Iya may, boleh-boleh ayo
Meli : Okee, aku sih ngikut aja
Maya : Okelah, ayo siapa yang mau
nulis duluan
Sari : Aku aja dehh, setelah aku
siapa nihh
Mereka
berempat menuliskan masing-masing cita-cita mereka di batu yang sangat besar
itu sambil menghayalkan untuk kedepannya. Cita-cita yang paling tertinggi
cita-cita maya
Sinta : wah mayy luar biasa sekali kamu
ingin menjadi seorang dokter
Maya :
Iya sin aku dari kecil ingin menjadi dokter agar aku bisa membatu warga dan
keluarga di
sekitarku, doakan yaa sin
Sinta : Iya mayy semoga apa yang kamu
cita-citakan suatu saat akan tercapai aminnn
Meli :
Kamu yakin mayy suatu saat kedua orang tuamu bakalan biasa biayain kamu
jadi dokter (dengan
rasa tidak bersalah)
Sari : Astagfirulahalazim Meli gak
boleh berkata seperti itu kepada Maya
Sinta : Iya loh kamu Mel apa salahnya
sih kalau kita punya cita-cita yang tinggi
Meli : Iya tapikan gak sesuai dengan
pekerjaan orang tua Maya
Maya
hanya terdiam sejenak mendengar perkataan yang sangat menyitkan apa yang telah
di katakan oleh Meli namun Maya tetap sabar
Maya :
Iya mel aku tau kedua orang tuaku hanya seorang pedagang, tapi apa salahnya
kalau aku punya
cita-cita menjadi dokter ( dengan wajah sedih)
Sari : Hayo Mel kamu harus minta
maaf tuh sama Maya atas perkatannmu tadi
Sinta : Iya mel kamu ini membuat Maya
jadi down atas perkataanmu tadi
Lalu
Meli pun langsung kehadapan Maya untuk meminta maaf atas perkataan yang barusan
menyinggung hati Maya
Meli :
May, aku minta maaf banget ya atas perkataanku barusan sudah membuat
kamu jadi patah
semangat, aku emang bodoh May sudah berkata seperti itu
sama kamu yang
sahabatku sendiri
Maya :
Iya Mel, tidak apa-apa sebelum kamu minta maaf aku sudah memafkan kamu
kok Mel. Allah aja sang pemaaf masa iya aku
gak (sambil memegang tangan
Meli)
Meli :
Yaampun maya kamu punya hati yang sangat mulia sekali, aku ini sahabat
yang bodoh sudah merendahkan temannya
sendiri (dengan wajah merasa
bersalah)
Maya :
Sudah mel sudah gak boleh berkata seperti itu, sama aku santai aja kok (
dengan wajah senyum
Sinta :
Tuh Mel kamu liat Maya meskipun sudah kamu rendahkan dia tetap baik dan
mau
memaafkan kamu
Sari : Iya bener tuh lain kali
jangan berkata seperti itu lagi ke semua orang ya Me
Meli :
Iya teman-temanku yang ku cinta maafkan aku yaa gaess, aku bangga bisa
punya kalian (sambil
memeluk Maya, Sinta, dan Sari)
Hari
sudah mulai petang matahari mulai terbenam waktu yang tidak terasa, mereka
berempat bersiap-siap untuk pergi kerumah mereka masing-masing.
Sari : Ayo gaes hari sudah mulai
petang, ayo kita pulang
Sinta :
Wahh waktu tidak terasa, aku masih belum puas menikmati pemandangan
sawah disini
Meli : Iya ayo pulang matahari juga
bentar lagi akan terbenam tuh
Maya :
Iya teman-teman rasa hanya sebentar disini udah sore aja, tapi gimana kalau
kita pulang tunggu
sanset lewat dulu aku ingin menikmati sanset.
Sinta : Wah boleh-boleh tuh May
Sari : Okay aku ini ngikut saja
gaes
Meli : Iya boleh deh aku juga lama
gak pernah liat sanset secara langsung
Akhirnya
mereka pulang tunggu sanset muncu baru mereka akan pulang dan masih ingin menikmati
pemandangan yang ada di depan mata.
Maya : Wah, masyaallah indah sekali
ini sansetnya
Sinta : Wah cantiknya aku baru kali ini liat sanset
secra jelas
Meli : Seriusan ini baru pertama kalinya
aku melihat sanset secara jelas
Sinta : Apa Mel kamu baru kali ini
ngeliat sanset? Yang bner aja deh
Meli :Iya Sin, kan secara dekat
(dengan wajah senyum meringis)
Sinta : Hemtala Mel, Ayo gaes kita
pulang sebelum gelap loh
Maya :
Iya sebentar lagi kumandan masjid akan berbunyi sebelum magrib kita harus
sudah dirumah, karena
perempuan gak baik magrib di jalan
Sari : Iya, ayo pulang sekarang
dehh
Babak 5
Mereka
berempat pun pulang kembali kerumah masing-masing sebelum magrib tiba, rumah
mereka semua satu arah jadi tetap berjalan kaki bersama-sama. Saat di
perjalanan di sawah Sari melihat ada ular yang lumayan besar dan iyaa kaget
melitah ular sebesar itu
Sari :
Astagfirulah, teman-teman lihat ada ular besar, kita harus gimna dong ini
(dengan wajah
ketakutan)
Maya :
Astagfirulah besar banget ularnya, kita lewat di situ tunggu ular itu pergi aja
deh, bahaya juga untuk
kita
Sinta : Iya loh, ntr kalo kita pukulin
dia malah ngegigit lagi (ketakutan)
Meli : Tapi inshaallah aman aja gaes
kalo mau lewat di depannya
Sinta : Iya bener juga sih lagian kita
kan gak ngegaguin mereka juga
Maya : Ayo deh kalau gitu kita lewat
pelan-pelan aja gaea
Akhirnya
mereka berhasil melewati rintangan-rintangan yang ada di sawah, mereka pun berjalan
menuju rumah masing-masing.
Saat
Maya sampai di rumah Maya mengucapkan salam terlebih dahulu lalu tidak ada yang
membukakan pintu, Maya pun membuka pintu sendiri keadaan rumah yang sangat sepi
ia langsung menuju kamar ibunya dan ia sangat kaget melihat ibunya berbaring
lemas di atas kasur.
Maya : Astagfirulah ibuuu, ibu kenapa
bu (dengan wajah khawatir)
Ibu
Maya : tidak tau nah dada ibu
terasa sakit sekali ini ( dengan suara yang sangat lemas)
Maya :
Ya ampun ibu, kita harus segera kerumah sakit yaa bu (sambil memegang
tangan ibunya)
Ibu
Maya : Tapi dengan siapa kita
kesana nak, bapakmu juga masih kerja
Maya :
Ibu yang tenang maya akan meminta pertolongnya ke tetangga bu, ibu yang
kuat
ya bu. Maya pergi sebentar Assalamualaikum ( salim tangan kepada ibunya)
Maya
pun bergi untuk meminta pertolongan kepada tetangganya, dan akhirnya ada
tetangga yang mempunyai mobil mau menolong Maya untuk mengantar ibunya kerumah
sakit. Akhirnya Ibu Maya langsung di bawa kerumah sakit, setelah tiba di rumah
sakit ibu Maya masuk kerungan UGD lalu maya menunggu diluar sambil menunggu
hasil periksaan dari dokter dan menunggu bapaknya yang akan datang kerumah
sakit.
Bapak
Maya : Nak, bagaimana dengan ibumu
sakit apa dia?
Maya : Masih belum tau pak ini Maya
masih nunggu hasil dari dokter pak
Bapak
Maya : maafkan bapak nak tadi tidak
mengantarkan kalian kerumah sakit
Maya :
Yaampun bapak tidak apa-apa, tadi maya minta tolong sama tetangga yang
punya mobil dan alhamdulillah
mau mengantar Maya dan Ibu.
Bapak
Maya : Syukurlah nak, sekarang kita
hanya bisa berdoa untuk kepulihan ibumu
Maya : Iya pak semoga ibu baik-baik
saja tidak ada penyakit yang di pendam
Setelah
beberapa jam dokterpun keluar dari ruangan dan menyatakan penyakit yang di
derita oleh ibu Maya, Maya dan bapaknya sangat kaget bahwa ibunya mengidap
prnyakit kanker.
Dokter : Apakah disini ada keluaraga dari
ibu Fatimah
Bapak
Maya : Iya dok, saya suaminya
Dokter : Begini pak setelah kami telusuri ternyata ibu Fatimah
mengidap penyakit
jantung pak
Bapak
Maya : Astagfirullah pak, jadi apa yang
harus saya lakukan agar segera sembuh
Dokter : jadi sebaiknya ibu Fatimah segera di operasi, agar
tidak ada bermasalah dengan
keadaan
tubunya
Bapak
Maya : Dok, apa ini satu-satunya jalan
agar istri saya segera sembuh
Dokter : Iya pak benar sekali, hanya operasi satu-satunya jalan
agar ibu Fatimah segera
sembuh
dan terhindar dari penyakit tersebut. Nah masalah ini bapak bicarakan dulu sama
pihak keluraga bagaimana, jika mau langsung operasi bapak bisa langsung daftar
ke administrasi ya pak
Bapak
Maya : Baik dok, Terima kasih banyak
yaa do
Doker : Iya pak, saya tinggal dulu yaa
Maya :
Bagaimana pak, kenapa ibu bisa mengidap penyakit jantung. Kita harus
bagaiman pak (sambil menangis)
Bapak Maya : Kamu yang tenang dulu nak, ini bapak juga masih cari solusi
untuk biaya
operasi
ibu kamu nak.
Maya :
Pak, kalau begitu maya akan membantu bapak untuk bekerja pak agar bisa
segera mengoperasi ibu
Bapak Maya : Tidak usah nak, bapak akan berusaha semaksimal mungkin, nanti
kalau kamu
kerja
bagaimana dengan sekolahmu
Maya :
bapak tidak usah memikirkan sekolah Maya dulu yang terpenting kessehatan
ibu
pak. Maya juga masih bisa izin sekolah dulu
Bapak
Maya : Tapi nak, nanti banyak pelajaran
yang kamu ketinggalan
Maya : bapak tidak usah khawatir soal
itu, inshaallah Maya juga bisa menger kok pak.
Bapak Maya : baiklah nak, jika kamu merasa semua bisa kamu lakukan bapak
mengizinkan
kamu untuk bekerja tapi tidak boleh
lama
Maya : iya pak, Maya janji tidak akan
mengecewakan bapak dan ibu
Setelah
itu Maya dan Bapaknya bekerja keras untuk mencari uang agar dapat membiayai operasi ibu Maya.
Babak 6
Keesokan
harinya tepat pukul 07:00 pagi di sekolahan Sinta dan teman-teman Maya yang
lain heran, kerena tidak meliaht ada Maya di ruangan kelas.
Sinta : Ehh, gaes kalian liat Maya gak
sih
Mila : Iya loh maya mana apa dia
sakit?
Sari : Iya, anak itu kemana kok
tumbern pagi ini belum ada di kelas
Sinta : jangan-jangan dia emang sakit
lagi
Sari : Tapi kalau emang dia sakit
bakalan nitip surat izi dong ke kita
Mila : iya juga sih bener
Sinta :
Yaudah gini deh giman nanti setelah kita pulang sekolah mampir kerumah
maya dulu
Meli : Wah, boleh juga tuh
Sari : Okay siap gaes, aku ngikut
kalian
Sinta : Oke-oke pulang sekolah
langsung yaa teman-teman
Meli
dan Sari : Iya sin siap
Pembelajaran
telah usai, saat pulang sekolah Mila, Sinta, dan Sari langsung bergegas pergi
menuju rumah Maya. Di perjalanan mereka sambil memikirkan Maya.
Meli : Gaes ada apa ya kira-kira
dengan Maya
Sinta : Iya, aku juga penasaran apa
yang telah terjadi pada dirinya saat ini
Sari : Jangan-jangan Maya sengaja
bolos lagi
Sinta :
Astagfirulah Sari kamu gak boleh soudzon seperti itu dengan Maya, tidak
mungkin dia seperti itu
Meli :
Iya benar tuh Sar masa iya sih Maya bolos sekolah, gak deh kayanya palingan
dia
ada urusan atau lagi gak enak badan. Kita sebagai teman yang baik harus
berfikir positif dulu dan jangan langsung berfikiran yang negatif.
Sinta :
Nah iya bener banget tuh apa yang dikatakan oleh Mila, kita harus berfikiran
yang positif dulu Sar
Sari : iya-iya teman-teman maafkan
aku ya
Meli : yaudah nanti pas ketemu
Maya kita langsung tanyain aja kedianya
Sinta : oke sip Mil
Setelah
di sepanjang jalan menuju rumah Maya, Mel, Santi, Sari akhirnya sampai di rumah
Maya mereka terkejut melihat Maya dari kaca jendela yang sangat sibuk membantu
Bapaknya berjualan keliling lalu mereka
menghampiri Maya.
Bertiga : Assalamualakum, Maya
Maya : Waalaikumsalam, loh kalian ada
apa?
Sinta : May, kamu kenapa gak masuk
sekolah hari ini?
Mel : Iya may, kamu sakit apa
bagaimana?
Sari : Iya loh, kita ini khawatir
sama kamu May
Maya :
Emm, Begini teman-teman sebenarnya aku gak masuk sekolah mau membantu
Bapakku berjualan untuk biaya operasi
ibu aku (dengan wajah tak bersemangat)
Meli : Astagfirulahalazim May, ibu
kamu sakit apa?
Sari : Iya May, sakit apa?
Sinta : Yaampun May, sakit apa ibumu?
Maya :
Ibu aku kena kanker jantung, dan ini penyakit yang sangat langka teman-
teman.
Jadi Ibuku harus segera di operasi makanya ini aku membantu Bapakku
ngumpulin
uang buat biaya operasi Ibuku. (Sambil berkaca-kaca)
Bertiga : Astagfirulahalazim, kanker jantung May (mereka sangat
sok mendengar
penyakit
yang diderita Ibu Maya)
Maya :
Iya teman-teman, jadi aku beberapa hari ini izin gak masuk sekolah dulu demi
kesehatan Ibu aku
Meli : Ya ampun May, apa perlu kita
bantu?
Sari : Iya May
Sinta : Kita bantu kamu ya May
Maya : Tidak usah teman-teman, aku gak
mau ngerepotin kalian semua
Sinta : May, disini kita sebagai
sahabat yang baik buat kamu apasalahnya membantu kamu
Meli : Iya May benar selagi kita
bisa bantu kamu kan gak ada salahnya
Sari : Iya May, bener banget
Maya :
Ya ampun kalian ini, aku gak tau harus berkata apa lagi. Tapi aku tidak mau
mempersulit kalian teman-temanku
(sambil memegang bahu temannya)
Meli : Yaudah May tapi kalau kamu
memang butuh bantuan kabarin kita ya
Maya : Iya Mil siap
Sinta :
Yaudah May kalau begitu kamu lanjut aja sama aktivitas kamu, terus
bersemangat ya kamu juga jaga
kesehatan
Maya : Iya Sinta makasih
Sari : Semangat ya Maya
Maya : Iya Sar makasih
Sinta :
May, kita pamit pulang dulu yaa kamu harus terus bersemangat, semoga ibumu
juga lekas sembuh
Maya : Iya teman-teman kalian
hati-hati yaa
Bertiga : Siap May, Assalamualaikum
Maya : Waalaikumsalam
Saat
di perjalanan pulang Mila, Sinta, dan Sari tetap menari inisiatif mengumpulkan uang agar bisa membantu Maya
untuk biaya operasi Ibuya.
Sinta :
Teman-teman bagaimana kita sebagai sahabatnya Maya harus tetap nolongin
dia untuk biaya operasi Ibuny
Meli :
Iya Sin, bener banget gimana kalau kita menjual barang yang kita punya tapi
barang yang masih layak pakai
Sari :
Wah iya ide bagus tuh, aku kan juga punya sedikit tabungan nanti aku serahin
tabunganku juga tidak apa-apa
Sinta : Iya boleh-boleh tapi kalau
tabungan apa kamu tidak keberatan Sar?
Sari :
Tidak Sin, sekarang yang terpenting kita bisa membantu Maya dulu masalah
tabunganku gampang nanti juga bisa
nabung lagi
Meli : Wah Sari salut deh aku sama
kamu
Sari : Hehehehe, kan kita harus
tolong menolong
Sinta : Tumben kamu Sar bisa sepeduli
ini (dengan bercanda)
Sari : Apa sih Sin, kan gak ada
salahnya
Sinta : Iya Sar, sipp
Meli :
Oke teman-teman, semua ide yang bagus mualai hari ini kita sudah
mengumpulkan uangnya ya, ayo semangat
demi Maya
Sinta : Oke-oke sipp
Setelah
berbincang-bincang membicarakan soal Maya, mereka kembali kerumah masing-masing
lalu melanjutkan aktivitas dengan kesepakan bersama mereka menjual
barang-barang yang masih layak pakai agar dapat menghasilkan uang dan Sari
merelakan uang tabungannya. Setelah berjualan mereka duduk dan membicarakan
hasil yang di dapatkan
Mila :
Alhamdulillah teman-teman kita menghasilakan uang yang cukup untuk
membantu operasi Ibu Maya
Sinta : Wah alhamdulillah Mil
Sari :
Iya, alhamdulillah belum lagi di gabungin sama hasil tabungan aku kan lebih
banyak dan sangat membantu
Meli : Iya Sar, alahamdulillah
Sinta : Kamu ikhlaskan kan sar
Sari : Astagfirulah, ya ikhlas dong Sin kamu ini selalu negatif ke
aku
Sinta :
Iya kan cuman tanya loh, yaudah maaf kalo perkataanku sudah menyinggung
kamu
Meli :
Haduh kalian ini masih aja sempat-sempatnya berdebat, sudah tidak boleh
seperti itu
Sari : Sinta yang mulai duluan Mil
Sinta : Iya Sar maafin aku ya
Sari : Iya Sin, lain kali di jaga
aja kalo berbicara
Meli :
yasudah besok setelah pulang sekolah kita kerumah Maya ngasih uang ini ke
dia
Sinta,
dan Sari : Oke siap Mil
Babak 7
Keesokan
harinya, setelah pulang sekolah Meli, Sinta, Sari langsung pergi kerumah Maya
memberikan uang hasil jualan mereka
Sinta : Assalamualaikum, Maya
Maya : Waalaikumsalam, kalian ko gak
ngabarin kalau mau datang
Meli : May ini kami ada sedikit uang
untuk membantu operasi Ibu kamu
Maya : Ya ampun kalian, kan aku sudah
bilang gak usah repot-repot
Sari : Kita gak repot kok May
Maya :
Kalian ini masyaallah, makasih banyak ya teman-teman aku. Aku sayang
kalian (sambil berpelukan)
Bertiga : Uhh, kita juga sayang
Besok
pagi tempatnya pukul 08:00 Ibu Maya akan di operasi Maya dan Bapaknya selalu
mendoakan Ibu, setelah operasi selesai Ibu Maya pulih kembali Maya melanjutkan
aktivitasnya di sekolah dan menggapai kembali mimpinya.
Waktu
ujian nasional telah tiba, Sinta, Maya, Mila, dan Sari. Terus bersemangat untuk
belajar agar bisa mendapatkan nilai yang memuaskan dan dapat memasuki jurusan
yang mereka inginkan.
Maya:
Teman-teman sebelum kita mengerjakan ujian nasional kita berdoa bersama ya biar
di lancarakan dan bisa mendaptkan nilai yang memuaskan untuk kedepannya
Sinta : Iya May
Sari : Oke May
Meli : Siap May
Setelah
ujian nasional mereka berakhir, pengumuman telah tiba mereka ber empat semua
lulus dengan nilai yang bagus. Maya yang memiliki nilai paling tertinggi dan
yang lain hampir setara mendapatkan nilai yang sama, Maya mendaptkan beasiswa
di Universitas Gajah Mada jurusan kedokteran, Sinta masih menunggu hasil
tesnya, Meli di terima di Universitas Negeri Yogyakarta mengambil jurusan
keguruan, dan Sari masih ikut test.
BIOGRAFI
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi