NASKAH DRAMA HALUSI KAWI


HALUSI KAWI
OLEH : Robby Bahtiar

Perjalanan ini bermula dari celetukan Juna yang tak sengaja ketika sedang asik berbincang di warung kopi langganan tempat biasa mereka nongkrong, guna mengisi libur panjang semester perkuliahan yang entah akan diisi kegiatan apa selanjutnya. 3 orang sahabat mulai menata rencana liburan mereka, Juna, Dika dan Rani yang sudah saling mengenal sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah itu bertemu karena mempunyai kesenangan yang sama, traveling dan berpetualang. Gunung Kawi adalah hasil perdebatan panjang kemana tujuan mereka akan pergi, kemana tujuan mereka akan menghabiskan liburan, menghindar dari bising jalanan kota, memandang indah bintang-bintang dan berlomba mendahului fajar bangun dari tidurnya.

(Basecamp)
Juna: udah siap semua nih? Yuk lah gass

Dika: udaah

Rani: eh tunggu! Udah bayar tiket belum?

Dika: eh iya, juna keburu amat!

Rani: yaudah sini, 10 ribu per orang!

Juna: Waduhh

Dika: nih! (menyodorkan uang ke rani) kenapa lagi jun?

Juna: dompetku ketinggalan nih kayaknya, apa aku lupa taruhnya ya (sambil membongkar tasnya)

Rani: gimana sih kok bisa dompet sampai ketinggalan, gak teliti nih kalo prepare!

Juna: yaudah santai dong! Namanya juga manusia yang tak luput dari kesalahahan

Dika: udah udaah! Nih pakai duitku dulu

Rani: oke, tuunggu bentar!  (beranjak ke loket dan membeli tiket masuk)

Juna: loh kok cuma 2 tiket? (melihat rani yang hanya membawa 2 lembar tiket)

Dika: jeli banget matamu jun!

Rani: eh iya cuma 2, bentar tak minta lagi.

Juna: gimana sih petugasnya?!

Rani: nihh udaah (menyodorkan 3 lembar tiketnya)

Setelah perdebatan yang cukup panjang diantara mereka, dimulailah perjalanan yang sesungguhnya, tas besar di masing-masing punggung, sepatu kokoh yang siap menggaruk tanah, dan pakaian dengan banyak kantung yang menempel. Pintu hutan sudah didepan mata, mereka bergegas melangkahkan kaki menapak jalan setapak menuju hutan.

Rani: estimasi berapa jam kita untuk sampai ke pos 1 dan pos-pos berikutnya?

Dika: gimana sih Ran, udah mau jalan baru nanya estimasi perjalanan? Gak googling sebelumnya?

Rani: kenapa? Kalo emang lagi sibuk banget banyak kerjaan gimana? (dengan nada membentak)

Juna: udah, stop! kurang lebih sama 2 hingga 3 jam jarak tiap pos, ada 4 pos yang akan kita temui sebelum puncak.

Rani: lumayan lah yaa. udah jarang banget olahraga nih, semoga kuat deh

Dika: yakin kuat laah, kan kamu udah biasa lari dari kenyataan

Rani: apaan sih dik?!

Dika: eh iya jun, jadi bawa GPS? Jadi mau record track perjalanan ini?

Juna: yaampun! Tadi ku cas lupa gak diambil

Dika: lah ini lagi, pake acara lupa gps-nya gak dibawa

Juna: beneran lupa banget, udah bingung packing yang lain tadi

Rani: yaudah lah, kan masih ada kamera jadi setidaknya masih bisa foto spot-spot tertenu
buat dokumentasi

Dika: hmm baiklah

(ditengah hutan: seusai melewati pos 2)

Rani: tadi pos berapa sih?

Juna: pos 2 Ran masihan

Dika: kenapa Ran?

Rani: tanya ajasih, uda di foto tadi?

Dika: Jun, uda di foto tadi pos nya?

Juna: (Juna masih sibuk dengan kameranya untuk mengabadikan moment) eh, uda uda

Rani: foto apaan sih sibuk banget!

Juna: kalian tau gak ini kotoran hewan apa?

Rani: bentuknya kayak beri ya, tapi besar

Dika: apaan tuh? Kayak gak pernah lihat deh

Juna: yauda yuk lanjut! Uda aku foto kok

Rani: bau gak sih kotorannya? (Rani mencoba semakin mendekat dengan kotoran
tersebut)

Juna: gak begitu bau

Rani: emmm, yaudalah yuk jalan lagi

Dika: ini aman kan Jun?

Juna: amaan (jawab Juna singkat, karena banyak hal yang mulai mengganggu pikirannya)

Juna, Rani, dan Dika melanjutkan perjalanan dengan ditemani pikirannya masing-masing. Perjalanan hingga camp ground masih cukup jauh. Sudah 4 jam mereka menghabiskan perjalanan. Dari mulai basecamp hingga saat ini mereka masih belum menemukan ada pendaki lain.

Rani: sepi amat ya ini gunung. Padahal ini hari Sabtu

Dika: iya ya, daritadi kita tidak bertemu dengan pendaki lain

Rani: kita gak salah jalan kan Jun?

Dika: tapi ini jalannya cerah, masih ada bekas kaki orang

Juna: tenang, kita di jalur yang benar kok. Tapi gunung ini memang sepi, tidak banyak
orang yang suka menghabiskan weekendnya disini. Mereka bisa jadi lebih memilih ke gunung semeru yang lebih santai dan indah

Rani: bener juga.

Juna: uda kalian gak perlu khawatir

Dika: berhenti bentar ya, haus nih! Bagi minum ran!

Rani: ambil sendiri

Dika: sebelah mana?

Rani: tas samping kiri

Dika: gak ada nih, gak usah bercanda

Rani: lah masak gak ada sih?

Dika: bener deh!

Juna: ini nih pake minum aku dulu

Dika: makasi bro

Rani: kok gak ada ya, kalo jatuh gak mungkin

Juna: coba di cek lagi Ran, mungkin kamu lupa naruh

Rani: sebentar (sambil membongkar tas besarnya)

Juna: ada gak Ran?

Rani: gak ada! (mulai panik)

Juna: berarti tinggal minum yang di tas ku

Dika: wah cukup gak ya kira-kira sampai 2 hari kedepan?

Rani: yang pasti gak cukup! Mungkinn besok juga sudah habis!

Juna: tenang dulu, sepertinya di atas ada sumber air. Semoga saja gak kering

Rani: beneran jun?!

Dika: meskipun begitu kita harus tetap menghemat airnya dari sekarang! Kita tidak tahu bagaimana keadaan diatas!

Juna: iya, berdoa aja supaya ada sumber air yang melimpah

Rani: yaudah yuk lanjut jalan lagi, semakin lama kita berhenti, semakin nyaman dan semakin malas buat lanjut jalan lagi

Juna: nah iya, bener banget!

            Dilanjutkannya perjalanan mereka yang masih panjang, matahari bersinar semakin terik, jam menunjukkan pukul 1 siang, masih tak menemukan pendaki lain, satupun tak berpapasan.

Dika: masih tak berpapasan dengan pendaki lain ya?

Rani: iya nih, sepi banget

Dika: semoga aja di camp ground ada banyak orang, setidaknya kita bisa bercengkrama dengan benyak orang disana.

Juna: macam private trip ya kali ini, gunung berasa milik sendiri meskipun kadang kita memang butuh banyak orang untuk saling bercengkrama

Dika: iya, kalau hanya bertiga kadang tema pembicaraannya sudah habis di hari ke dua, hahaha

Rani: nah iya, setuju banget hahaha

Juna: biasanya sih di camp ground pasti ada tenda, entah itu hanya 1 atau 2 tenda saja, setidaknya masih ada temannya

Dika: kuharap juga begitu
            Hari semakin petang, 9 jam perjalanan sudah mereka lalui, saat ini jam di lengan juna menunjukkan pukul 5 sore, sebentar lagi mereka sampai di pos 4, camp ground

 Juna: pos 4 sepertinya sudah dekat!

Dika: mana? Mana?

Rani: benarkah? Kita sudah mau sampai?

Juna: iya, Itu sudah ada petunjuk di pohon besar sebelah kiri mu!

Rani: wah aku sudah tak sabar ingin segera tiba, membangun tenda, menyiapkan kompor, memasak dan bertemu banyak orang

Dika: aku tak sabar ingin segera leyehaaan

Juna: yaelah dik! Leyehan  mulu!

Rani: ayo cepat, posnya udah dekaat

            200 meter kemudian, 5 menit berjalan akhirnya sampailah mereka di pos 4, camp ground terakhir sebelum puncak.

Rani: akhirnya sampai juga

Dika: wah akhirnya lega juga, setelah sekian lama perjalanan

Juna: udah yuk segera kita bangun tendanya

Rani: lihat! Itu ada 2 tenda yang berdiri sebelah pohon besar sebelah sana!

Dika: wah iyaa, ayo kita sapa dulu

Juna: ntar aja! Kita bangun dulu tendanya! Ini sudah hampir gelap!

Rani: iya nih, keburu gelap, kita bangun tenda dulu saja

Dika: iyaiyaaa udah ayoo

Juna: bantu bongkar tas dik, tendanya ada dibawah ini

Dika: iya, ayo

Rani: yang bawa kompor siapa?

Dika: nih ada di tasku

Rani: oke, kita masak ya setelah bangun tenda

Juna: bantuin duluu

Rani: iya iyaa!

Tenda akhirnya berdiri dengan kerjasama team mereka bertiga

Rani: dika, keluarin kompornya!

Dika: iyaiyaa (sambil membongkar tasnya)

Dika: kompornya gak ada!

Juna: gausah bercanda, cepetan keluarin, udah laper nih

Dika: beneran gak ada jun!

Juna: bongkar lagi semua tas! Aku cari sumber air, seharusnya ada di daerah sini!

Rani: bawa senter jun! udah semakin gelap

Juna: iyaa
Dika: gimana nih? Belum ketemu kompornya!

Rani: di tasku juga gaada

Dika: bagaimana terus? Gak ada di tasku juga

Rani: kamu ini gimana dik! Gak dicek dulu tadi saat packing? Kalo udah ketinggalan gini bagaimana? Mau makan apa kita?

Dika: iyaiya maaf, seingatku sudah lengkap semua barang yang kumasukkan

Rani: udah gatau lagi aku, terserah udah mau makan apa ini

Juna: ada apa nih rame rame?

Rani: ini jun, dika lupa bawa kompor, gaada di semua tas

Juna: lah, terus gimana dong?

Rani: lah ya gatau, giimana ini masaknya? Mau makan apa?

Juna: gimana sih dik? Kok bisa lupa?

Dika: iyaa maaf, seingatku sudah masuk semua itu barangnya

            Rani yang marah dan bingung tiba-tiba terjatuh pingsan didepan mereka berdua.

Juna: rani! Kenapa rani dik?!

Dika: waduh! Gatau aku jun! tadi berdiri dibelakangmu dan tiba-tiba roboh

Juna: rani! Rani! Bangun ran! Jaga rani dik, aku cari bantuan

Dika: oke jun, hati hati

Juna kemudian pergi mencari bantuan ke tenda yang dilihatnya tadi, namun setelah juna sampai ditempat tersebut tak ada satupun tanda tanda kehidupan, bekas berdirinya tenda pun tak ada, seolah-olah telah lama tak terjamah. Waktu menunjukkan pukul 8 malam, dan tak satupun orang ditemuinya, juna yang panik segera kembali ke tenda.

Juna: dika, rani!

Dika: kemana aja kamu jun? katanya kemarin cari bantuan? Seharian gak balik!

Juna: sehari?!

Dika: sehari gak balik kemana aja? Lihat tuh rani, kedinginan didalem tenda dari kemarin gaada bantuan

Juna: Sehari?! Aku baru aja pergi! Tenda yang tadi kita lihat di awal sampai pos 4 tak ada! Bahkan tak ada tanda tanda kehidupan sama sekali, bekas tenda pun tak ada!

Dika: kamu pergi seharian! Aku lihat mereka pergi tengah malam kemarin, ku kira mereka pergi mencari bantuan denganmu, tapi kenapa kau kembali sendirian?

Juna: aku baru pergi beberapa menit lalu dik! Kenapa bisa seharian?

Dika: sepertinya ada yang tidak beres, segera berkemas! Kita pulang malam ini juga!

Juna: jangan! Kita pergi besok pagi! Jalan gelap! Rani masih belum fit! Tidak mungkin kita pergi sekarang

Dika: sekarang jun! ada yang tidak beres sekarang! Semakin lama kita disini, akan semakin banyak hal yg gak kita inginkan






Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ULANG TAHUN

Drama ANAK-ANAK TK