NASKAH DRAMA "HARTA MEMBAWA DUKA"
Skenario
Drama:
“Harta Membawa Duka”
Oleh : Arifan Septyo Putra
2. Tokoh/penokohan :
a. Gea :
Keras kepala, buta akan cinta, egois, dan matre.
b. Sandy :
Sombong, suka pamer, nakal, dan tidak punya sopan, santun.
c. Dion :
Baik, pekerja keras, patuh kepada orang tua, sangat religius.
d. Novia : Baik,pengertian, peduli, rajin, dan
suka menolong.
e. Bapak Gea : Pekerja keras, sayang keluarga, seorang perantau.
f.
Ibu
Gea : Sabar, penuh, penuh perhatian,
sayang keluarga.
3. Latar :
a. Tempat :
Depan ruang kelas sekolah, villa Mawar, rumah Gea, dan rumah sakit.
b. Waktu : Pagi hari, sore hari, dan malam hari.
c. Suasana : Sedih, mencekam, tegang, penuh haru.
4. Sinopsis :
Gea
adalah seorang gadisremaja cantik berusia 18 tahun dengan sifat mantre dan
keraskepala yang dia miliki,dia tidak pernah mendengarkan nasehat dari orang
tua dan teman baiknya yang bernama Novia, dia hanya ingin bersenang-senang
dengan harta yang dimiliki oleh kekasihnya yang bernama Sandy. Namun sayang,
duka melanda kehidupan Gea mulai dari nilai rapotnya yang turun, dia juga harus
tidak naik kelas, dan dia hamil di luar nikah akibat hubungan gelap dengan
kekasihnya itu. Nasib Gea mulai cerah ketika sang ayah menjodohkannya dengan
anak temannya bernama Dion.
Dion
yang sebagai seorang mahasiswa sekaligus pengusaha muda itu mau bertanggung
jawab dan menikahi Gea yang sedang hamil itu itu akibat hubungan gelapnya
dengan kekasihnya Dion, meskipun anak yang ada dalam kandungan Gea itu bukan
janin darinya. Gea yang awalnya menolak akan perjodohan itu dan bahkan dia
ingin bunuh diri pada saat itu akhirnya mau dan menerima perjodohan tersebut
demi kebaikannya sekaligus nama baik keluarganya. Sosok Dion, pria tampan, pekerja
keras dan sangat patuh akan perintah orang tuanya, ia memang orang yang baik, dia
penuh kesabaran dan tulus menjalin hubungan dengan Gea yang pada saat itu tidak
menerimanya karena Gea belum ada rasa cinta dengannya. Pada akhirnya seiring
berjalannya waktu benih-benih cinta pada mereka pun muncul ketika anak dalam
kandungan Gea akan lahir pada saat itu. Namun sayang, kebahagian Gea dan Dion
sirna ketika mereka akan menerima kado istimewa dari Tuhan akan keahiran anak
mereka, bayi yang ada dalam kandungan Gea tersebut ternyata sudah tidak
bernapas lagi, bayi tersebut meninggal dalam kandungan Gea akibat konsumsi zat
berakohol yang terlalu banyak dari Gea sewaktu pertama kali dia mengetahui
bahwa dirinya hamil dulu dan mengakibatkan bayi kematian pada bayi tersebut,
Gea pun setres mengetahui hal tersebut, setelah melihat keadaan Gea yang
seperti itu akhirnya Dion meninggalkan Gea dan mencari perempuan lain.
Naskah
Drama
Waktu pertama kalinya Gea bertemu
dan mengenal tokoh Sandy, dari situlah timbul ketertarikan Gea terhadap Sandy
dikarenakan kesan pertama Gea yang melihat bahwa Sandy adalah anak orang kaya
yang dapat dinilai dari barang-barang yang dikenakan oleh Sandy. Mereka bertemu
di jalan depan kelas mereka sewaktu hendak masuk ke dalm kelas.
Gea :”Wah
keren banget tuh cowok, kaya lagi…” (Dengan wajah kagum dan terenga-enga
memandang cowok itu.)
Novia
:”Mana sih Ge?” (Dengan wajah penasaran
mencari cowok tersebut).
Gea
:”Itu loh Nov, yang lagi jalan kesini
pakai setelan jaket merek Gucci, apalagi itu sepatu yang dia pakai model
Michael Jordan brand dari luar negeri
yang limited edition, dan pastinya
harganya tidak murah Nov…”
Novia
:”Udahlah Ge, kamu itu jangan menilai
orang dari barang-barang yang dimilikinya, belum tentu itu barang miliknya
sendiri. Siapa sih cowok itu, anak baru ya? Kok kita belum pernah lihat cowok
itu ya di sekolah kita Ge…”
Tiba-tiba
cowok itu berhenti persis di depan Gea dan Novia, dia dengan sifat sombongnya
memperkenalkan diri kepada Gea yang pada saat itu hanya terdiam dan melongo
memandang Sandy.
Sandy :”Hai cantik, boleh kita kenalan, siapa nama
kamu?” (Dengan tangan mencolek pipi Gea)
Novia :”Heh,
kamu diajarkan sopan santun kan oleh orang tuamu! Kenal saja belum main
colek-colek-colek seenaknya aja, kamu kira dia sabun apa hah!!!” (Dengan rasa
marahnya dan tidak suka ketika melihat wajah sahabatnya dicolek oleh
Dion).
Dion :”Apa
sih kamu, santai aja kali gak usah ngegas seperti itu kenapa…”
Gea
:”Sudah-sudah Nov, tidak apa-apa kok,
jangan berantem disini malu tuh dilihat temen-temen yang lain”.
Novia
:”Kamu ini gimana sih Ge, pipi kamu
dicolek-colek seenaknya seperti itu tapi kamu malah diam saja, aku kan tidak terima
Ge sebagai sahabatmu!”.
Gea :”Iya-iya
Nov aku ngerti kok, tapi sudah jangan dilanjut, malu kalau semua warga sekolah
melihat kita rame-rame disini” (dengan wajah memerah disertai senyum Gea
menatap kearah Dion).
Akhirnya
Gea dan Novia pun masuk ke dalam ruang kelas mereka. Sesampainya di kelas Novia
tetap membahas masalah yang tadi, dan saat itu Gea tetap melamun senyum-senyum
sendiri, Novia pun menyadari hal tersebut.
Novia
:”Aku tidak habis pikir Ge sama kamu
tadi, kok bisa kamu diam saja ketika pipimu dicolek sama cowok kurang ajar tadi
sih…” (Gea masih melamun dan senyum-senyum sendiri…).
“Ge…
Gea… GEA!!!
Gea
:”Eh… iya Nov kenapa?
Novia
:”Kamu kenapa sih malah ngelamun
senyum-senyum sendiri lagi, kamu suka sama cowok tadi?
Gea :”Hehe tidak kok tidak Nov…” (Namun senyum
dari wajahnya tidak bisa membohongi perasaannya).
Novia :”Kamu jangan mau Ge sama cowok seperti itu,
dia tidak punya sopan sntun sama sekali, pasti ibumu juga tidak akan setuju
kalau kamu dekat dengan dia”.
Gea :”Apa sih kamu Nov, tidak kok siapa juga
yang naksir dengannya. Tapi dia keren juga ya Nov kalau diihat-lihat, barangnya
brandidsemua loh Nov”.
Novia :”Kamu ini selalu saja melihat orang dari
barangnya, dari kendaraan yang dinaikinya, dari segi materi yang dimiliki Ge…Gea
astaga”.
Dengan
berjalannya waktu Gea dan Sandy pun berpacaran, tanpa sepengetahuan Novia dan
orang tua Gea mereka berpacaran. Jarang sekali Gea mengobrol dengan Novia
semenjak dia berpacaran dengan Sandy, dia tidak ingin Novia mengetahui kalau
dia sudah berpacaran dengan Sandy. Namun tanpa sepengetahuan Gea, Novia
diam-diam menyelediki apa yang sebenarnya terjadi dengan Gea, tanpa disengaja
Novia melihat Gea sedang bermesraan dengan Sandy di kantin sekolah, Novia pun
menguping pembicaraan mereka yang nanti malam hendak janjian untuk keluar ke
suatu tempat.
Sandy :”Sayang nanti malam kita keluar yang, kita
rayain hari jadian kita ke suatu tempat yang indah, pasti kamu suka sayang
nanti”.
Gea :”Kita mau pergi kemana sih? Aku tidak mau
kalau jauh-jauh, nanti aku dimarahin sama ibukku San, pokoknya aku tidak mau
pergi”.
Sandy :”Tidak jauh kok, kita pergi ke daerah sekitar
puncak aja, biar suasananya lebih romantis, ayolah sayang… kamu mau kan, pliss sayangku?
Karena
Sandy yang terus-menerus merayu dan memaksa Gea untuk mengajaknya pergi,
akhirnya Gea pun menuruti kemauan Sandy untuk pergi ke sebuah villa yang berada
di daerah Puncak, Bogor.
Gea :”Iya deh aku mau, tapi jangan malam-malam
ya nanti, aku takut kalau dimarahi sama ibuku waktu pulang”.
Sandy :”Oke sayangku, cintaku yang paling cantik aku
janji kok”.
(Gea
pun hanya membalas dengan senyuman malu atas perkataan yang diutarakan oleh
Sandy tadi)
Sebelum
Gea berangkat dijemput oleh Sandy, dirumah Gea meminta ijin kepada ibunya untuk
pergi dengan temannya dengan alasan mengerjakan tugas observasi dari sekolah ke
daerah puncak, sang ibu awalnya tidak percaya dengan yang diucapkan Gea, namun
Gea tetap merengek dan meyakinkan sang ibu bahwa dia pergi rame-rame, ada Novia
juga. Akhirnya sang ibu membolehkannya pergi karena ada Novia, sang ibu percaya
dengan Novia karena sahabat baik Gea.
Gea :”Ibu, aku nanti ijin pergi ke daerah
Puncak ya, bolehkan bu?”
Ibu :”Mau ngapain malam-malam ke Puncak? Ibu
tidak mngijinkan kamu pergi Gea!”
Gea :”Mau
ngerjakan tugas observasi suatu tempat bu, perginya rame-rame kok, Novia juga
ikut kok bu…”.
Ibu :”Oh Novia juga ikut ternyata… Ya sudah
ibu ijinkan kalau begitu, yang penting kamu harus bisa jaga diri baik-baik Gea,
kamu itu anak ibu dan bapak satu-satunya, kamu jangan aneh-aneh disana, bapakmu
merantau jauh-jauh hanya untuk cari uang agar kamu bisa sekolah dan meraih
cita-citamu kelak, tugasmu hanya untuk belajar yang benar apalagi kamu sekarang
sudah kelas 3 bentar lagi mau ujian, kamu jangan pacar-pacaran dulu, nanti ada
masanya sendiri”.
Gea :”Baik bu, Gea paham kok dengan itu…
Makasih ibuku yang paling mengerti. Gea nanti berangkatnya dijemput sama Sandy
bu, naik motor”.
Ibu :” Sandy? Siapa itu Sandy? Kamu kok tidak
pernah cerita sama ibu kalau kamu punya teman cowok yang namanya Sandy, Gea,
kepada ibuk!”.
Gea :”Sandy teman baru satu angkatan bu, dia
siswa baru pindahan dari Jakarta, anak pengusaha sukses di Jakarta bu”
Ibu :”Oh seperti tapi kamu tidak ada hubungan
spesialkan dengan Sandy?
Gea :”Tidak ibu, Gea dan Sandy hanya teman
biasa saja kok”.
Ibu :”Ya sudah ibu percaya sama kamu, yang
penting kamu harus bisa jaga diri baik-baik kalau disana, dan selalu ingat
nasehat ibu ya. Lha terus Novia bagaimana berangkatnya Gea?”
Gea :”Emm... itu bu, Gea berangkatnya sama teman-teman
yang lain, kan satu motor masing-masing dua orang bu”. (dengan segala, Gea
mencari alasan untuk meyakinkan sang ibu).
Akhirnya
Sandy pun datang ke rumah Gea untuk menjemput Gea, dan saat itulah ibu Gea baru
saja mengetahui siapa, dan bagaimana sosok Sandy. Sang ibu pun mengungkapkan
penilaiannya terhadap Sandy kepada Gea.
Sandy :”Gea…Gea, ini Sandy ayo kita berangkat”.
(teriak Sandy dari depan rumah Gea)
Ibu :”Hai nak, mau cari siapa teriak-teriak
dari luar rumah, ucapkansalam dahulu bisa kan! Kamu ini siapa? Ada keperluan
apa kesini?” (Tanya ibu Gea kepada
Sandy).
Sandy :”Kenalkan saya Sandy tante, temen Gea. Saya
mau jemput Gea pergi ke Puncak, Geanya sudah siap kan tante?”
Ibu :”Ohh… jadi ini yang namanya Sandy, kamu
itu ya kalau berkunjung ke rumah orang ucapkan dahulu salam ya nak Sandy, kamu
diajarkan sopan santun kan sama orang tua kamu?”
Sandy :”Hehe… iya tante maaf, tadi saya lupa
soalnya buru-buru tante”
Ibu :”Ya sudah tunggu sebentar, tante
panggilkan Gea dulu didalam”
Sandy :”Oke siap tante cantik”
Sang
ibu pun menemui Gea yang berada di kamarnya, dan langsung menceramahi sang anak
Gea, karena mengetahui seperti apa sosok Sandy tadi.
Ibu :”Gea…Gea… sini nak, ibu mau bicara sama
kamu”
Gea :”Iya bu, kenapa bu?”
Ibu :”Itu Sandy sudah ada didepan. Jadi itu
yang namanya Sandy? Kamu tidak salah kan Gea memilih teman seperti Sandy? Kok
ibu nilai Sandy tidak punya sopan santun seperti itu nak”
Gea :”Iya bu memang seperti itu Sandy
orangnya, tapi orangnya sebenarnya baik kok bu…” (Gea berusaha menutupi sifat
buruk Sandy agar sang ibu mengijinkan pergi dengannya).
Ibu :”Menurut penilaian ibu ya Ge, si Sandy
anaknya itu kurang ajar, jadi kamu harus ada yang jagain apalagi kamu perginya
sama dia. Ya sudah, tapi Novia ikut kan nak?”
Gea :”Ikut ibuku sayang, ya Tuhan…”
Ibu :”Syukurlah kalau begitu, jadi ada yang
jagain kamu waktu disana, kamu berangkat gih, kasihan tuh Sandy sudah menunggu
lama”
Gea :”Oke bu, Gea pamit ya bu…
Assalamualaikum”
Ibu :”Waalaikum salam, kamu hati-hati ya,
ingat jangan pulang malam-malam dan selalu ingat pesan-pesan ibu”
Dan
akhirnya mereka berdua berangkat, ketika sudah berada diatas motor Sandy pun
langsung bawel kepada Gea di sepanjang perjalanan mereka, Sandy emosi kepada
ibu Gea yang tadi sudah menceramahinya panjang lebar.
Sandy :”Kamu kok lama banget sih yang… Apalagi tadi
ibumu cerewet banget lagi ke aku ”
Gea :”Ya maaf sayang, aku kan harus berdandan
dahulu, kan mau keluar dengan cowokku yang paling ganteng senusantara, jadi aku
harus tampil maksimal dong…” (sedikit memuji Sandy agar tidak marah-marah).
Sandy
:”Ah kamu ini bisa aja sayang, kamu
memang paling bisa deh, padahal aku ingin marah tadi gara-gara ibumu yang bawel
itu”.
Gea
:”Sudahlah sayang sudah, kamu jangan
emosi seperti itu, kamu harus fokus bawa motornya, nanti kenapa-kenapa lagi
kita di jalan”.
Selang
beberapa menit kemudian Novia pun datang ke rumah Gea, untuk menceritakan semua
yang terjadi sebenarnya kepada ibu Gea, dan sang ibu pun kaget, karena Gea
sudah berhasil berbohong kepada ibunya sendiri, sang ibu merasa sangat kecewa
kepada Gea dan akan menunggu sampai Gea pulang untuk memarahinya, karena
perbuatanya yang kurang terpuji terhadap ibunya.
Novia :”Assalamualaikum… Gea…”
Ibu :”Waalaikum salam, lohh Novia, Geanya
baru saja berangkat ke Puncak sama si Sandy, baru saja Nov, kamu kok belum
berangkat juga?”
Novia :”Berangkat kemana tante? Memang tidak ada
acara apa-apa kok tante”
Ibu :”Loh kata Gea tadi ada tugas observasi
ke Puncak, katanya kamu juga ikut Nov”
Novia :”Tidak tante, tidak ada tugas apa-apa serius.
Mungkin Gea sudah berbohong kepada tante dengan alasan membawa-bawa nama saya,
agar boleh diijinkn berangkat sama tante”
Ibu :”Astaghfirullah Gea… Tadi itu Gea
dijemput sama Sandy Nov, kata Gea mau mengerjakkan tugas dari sekolah tentang
observasi suatu tempat, satu motor harus berboncengan dua orang Nov”
Novia :”Beneran tante, tidak ada tugas dari sekolah
untuk observasi tempat. Tadi siang waktu di kantin sekolah, saya tidak sengaja
mendengar obrolan Gea dengan Sandy, merekaakan pergi ke Puncak tapi tidak untuk
mengerjakkan tugas tante, melainkan berpacaran. Jadi mereka berdua sudah
merencanakan itu semua tante…”
Ibu :”Berani-beraninya Gea membohongi ibunya
sendiri Nov, setan apa yang sudah merasuki Gea ya Nov? Apalagi tadi Gea
ceritanya si Sandy itu hanya temen biasa satu kelas. Tante sudah menduga bahwa
Sandy itu bukan anak baik-baik Nov, dia anaknya tidak mempunyai sopan santun
Nov. Tante khawatir sekali dengan Gea, Nov sekarang”
Novia :”Novia sudah pernah mengingatkan dan melarang
Gea untuk tidak dekat-dekat dengan Sandy tante, tapi Geanya tidak mau mendengar
nasehat saya. Mungkin Gea telah dibutakan dengan harta yang dimiliki Sandy
tante, Sandy memang anak pengusaha sukses tante, orang tuanya memiliki banyak
perusahaan di kota, ditambah lagi si Sandy itu orangya sangat kurang ajar
tante”
Ibu :”Ya Allah Gea… kok bisa-bisanya kamu
seperti itu nak, padahal tante sudah wanti-wanti kepada Gea. Ya sudah kalau
begitu terimakasih atas informasinya ya Nov, tante mau telepon dulu itu si
Gea…”
Novia :”Iya tante sama-sama, kalau begitu Novia juga
pamit sekalian ya tante”
Ibu :”Loh kenapa buru-buru Nov, disini dulu
tidak apa-apa, menemani tante sambil menunggu Gea pulang dulu”
Novia :”Novia nunggunya di rumah Novia saja ya
tante, Novia juga harus belajar soalnya. Ya sudah Novia pamit kalau begitu
tante. Assalammualaiku….”
Ibu :”Walaikum salam Nov, hati-hati di jalan
ya nak”
Novia :”Iya tante terimakasih”
Sang
ibu masih terus menelepon Gea untuk menyuruhnya segera pulang, namun hp Gea
tidak aktif, sang ibu pun semakin gelisah ditambah waktu semakin larut dan Gea
tidak pulang-pulang. Sang ibu un mengabari bapak Gea, memberitahukan tentang
apa yang sedang terjadi. Sang bapak yang pada saat itu baru saja selesai
bekerjanya mengetahui hal tersebut juga geram dan besoknya akan pulang untuk
menemui Gea.
Ibu :”Haduhhh… Gea memang keterlakuan ini
anak, ditelepon dari tadi kok tidak aktif nomornya, kalau begitu saya harus
kasih tau bapaknya saja, biar dimarahi nanti waktu bapaknya pulang ke rumah.
Hallo assalamualaikum bapak, bapak sudah selesai kerjanya?”
Bapak :”Walaikum salam buk, iya ini baru saja bapak
sampai di base camp, ada apa buk?”
Ibu :”Jadi begini pak, tadi Gea berbohong
sama ibu, katanya mau ada tugas observasi tempat di daerah Puncak, katanya
tugas dari sekolah, setelah ibu di kasih tau sama Novia, ternyata tidak ada
tugas apa-apa dari sekolah, ibu khawatir sama Gea pak, sudah ibu telepon
daritadi tapi nomornya tidak aktif pak”
Bapak :”Gea keluarnya sama siapa bu?”
Ibu :”Tadi di jemput sama teman cowok yang
baru pindahan ke sekolah Gea yang namanya Sandy, dan yang paling parah adalah
ternyata si Sandy itu pacarnya Gea pak, kata Novia tadi. Mereka ke Puncak
ternyata untuk berpacaran, bukan mengerjakkan tugas, ibu khawatir sekali ini
pak”
Bapak :”Ya sudah ibu tenang dulu ya, tunggu sampai
Gea pulang, besok bapak akan pulang kalau
begitu, ibu yang tenang ya…”
Ibu :”Iya pak, ya sudah ibu tunggu Gea
dahulu, bapak jangan lupa makan ya pak”
Bapak :”Iya ibu baik, assalamualaikum…
Ibu :”Walaikum
salam pak”
Setelah
menunggu cukup lama sang ibu pun tertidur di kursi ruang tamu, dan Gea pun
pulang sekitar pukul 03.30 WIB, tanpa
membangunkan sang ibu Gea pun masuk ke kamar tidurnya. Ketika ibu membuka kamar
Gea untuk membangunkannya untuk sekolah, Gea tertidur sangat pulas, sang ibu
pun tidak tega untuk membangunkan san Gea, akhirnya Gea pun tidak masuk sekolah
hari itu. Kemudian sang bapak puang pada siang harinya, sang bapak pun langsung
membangunkan Gea dan langsung mengintograsi Gea.
Bapak :”Assalamualaikum… bapak pulang”
Ibu :”Walaikum
salam pak”
Bapak :”Mana bu Gea? Bapak mau bertanya sama dia”
Ibu :”Gea masih tidur pak, ada di kamarnya”
Bapak :”Ya sudah bapak akan bangunkan dia bu… Gea
bangun Gea bangun, ini bapak bangun nak sudah siang ini!”
Gea :”Iya pak sabar, Gea keluar”
Bapak :”Ayo sekarang kamu cuci muka dulu, bapak
tunggu kamu di kursi ruang tamu!”
Gea :”Iya pak”
Bapak :”Kamu tadi malam pergi sama siapa? Kamu tadi
malam pulang jam berapa? Kenapa kamu berani berbohong kepada ibumu hah!”
Gea :”Gea pergi sama Sandy pak, teman sekelas
yang barupindahan ke sekolah Gea, Gea pulang jam 00.00 WIB, saat Gea pulang ibu
sudah tertidur di ruang tamu, ya sudah Gea tidak membangunkan ibu. Siapa yang
membohongi ibu dan pak? Gea memang pergi untuk mengerjakkan tugas observasi
tempat dari sekolah kok”
Bapak :”Gea!!! Sudah kamu sekarang mengaku saja,
tidak usah bertele-tele, kemarin Novia datang kesini dan bercerita semua kepada
ibumu, kamu jangan buat bapakmu ini marah ya!!!”
Gea :”Iya-iya pak iya Gea mengaku. Gea memang
sudah berbohong ke ibu, Gea minta maaf”
Bapak :”Terus kamu ke Puncak sama Sandy ngapain
nakk?! Kamu berpacaran sama Sandy?”
Gea :”Iya pak Gea berpacaran sama Sandy, Gea
hanya jalan-jalan kok terus mencari makan sudah” (Gea masih tetap berbohong
bahwasanya dia menginap dengan Sandy pada sebuah villa Mawar yang berada di
sekitaran Puncak)
Bapak :”Oke untuk kali ini bapak sama ibu memaafkan
kamu, tapi awas sampai kamu mengulanginya lagi ya bapak akan murka denganmu,
dan awas saja kalau sampai kamu kenapa-kenapa. Kamu ini paham tidak sih, orang
tuamu ini sayang sama kamu, mangkanya kamu dijaga mati-matian, apalagi kamu ini
sudah berusia perawan, kamu pahamkan bapkmu ini kerja jauh-jauh merantau cari
uang untuk siapa? Biar kamu bisa bersekolah dan meraih cita-citamu kelak nanti”
Gea :”Iya-iya bapak iya. Aduh… kok sudah siang
begini kenapa ibu tidak membangunkan Gea sih tadi bu!”
Ibu :”Ibu sudah berniat membangunkanmu, tapi
tadi ibu lihat kamu tidurnya pulas sekali, ibu tidak tega ingin membangunkanmu,
mangkanya kalau keluar itu pamit yang jujur dan tau waktu”
Gea :”Ih ibu ini bagaimana sihh…” (dengan rasa
kesal kepada ibu karena tidak dibangunkan sekolah).
Setelah
2 bulan berjalan keanehan sering terlihat pada Gea, Gea sering muntah-muntah,
dan jarang masuk sekolah. Gea juga jarang keluar dari kamar tidurnya, sang ibu
pun curiga dengan keanehan tersebut. Setelah ditelusuri sang ibu, ternyata Gea
hamil. Keluarga Gea pun bingung untuk segera menikahkan Gea dengan Sandy. Namun
sialnya, Sandy tidak mau bertanggung jawab, dan keluarga Sandy akan malu
apabila sang anak sudah melakukan kelakuan bejat tersebut, yang paling malu
yaitu ayah Sandy apabila kabar tersebut sampai tertengar ketelinga rekan-rekan
bisnis sang ayah. Akhirnya Sandy meminta untuk menggugurkan janin yang ada di
perut Gea dengan memberikan uang yang cukup banyak kepada Gea untuk operasi.
Keluarga Gea tidak setuju dengan hal tersebut, karena tindakkan tersebut
merupakan tindakkan yang tidak terpuji dan dilarang oleh agama. Pada akhirnya
Gea dijodohkan dengan anak teman dari sang bapak.
Gea :”Huwek…huwek…” (Gea lari ke kamar mandi
dan muntah-muntah)
Ibu :”Gea kamu kenapa nak? Kamu sakit, kok
muntah-muntah?”
Gea :”Iya mungkin bu, sepertinya Gea masuk
angin ini bu…”
Ibu :”Ya sudah kamu istirahat di kamar saja,
ibu akan buatkan kamu teh hangat ya”
Gea :”Iya bu, huwek…huwek… (Gea pun terus
mntah-muntah)
Ibu :”Sepertinya kamu ini tidak masuk angin
deh nak, kamu hamil ya?!”
Gea :”Gea tidak tahu bu, ibu jangan bicara
aneh-aneh deh… (dengan rada kesal dengan saang ibu)
Ibu :”Ya sudah nanti ibu coba pergi ke
apotek, belikan kamu alat tespek ya, sekarang kamu istirahat saja”
Gea :”Iya bu, sudah cepat jangan bawel sakit
ini perut Gea bu”
Sang
ibu pun pergi ke sebuah apotek di dekat rumahnya, dan setelah di tes, tenyata
benar hasilnya positif, tangis Gea dan ibu pun pecah saat itu. Gea pun
menceritakan semuanya kepada sang ibu.
Ibu :”Ini nak tespeknya coba kamu tes
sekarang ke kamar mandi”
Gea :”Iya bu tunggu sebentar ya” (Gea pun
berteriak kencang dari dalam kamar mandi)
Ibu :”Bagaimana nak, kamu kenapa kok
teriak?!” (dengan rasa khawatir sang ibu)
Gea :”Gea positif hamil bu…” (tangis pun pecah
seketika itu juga)
Ibu :”Allah hu akbar… nak” (sang ibu pun
kaget dan hamper pingsan). Kok bisa sih nak, kamu hamil anak siapa nak? Kamu
tidur berdua dengan Sandy?”
Gea :”Hiks…hiks… iya bu, maafkan Gea bu, Gea
sudah berbohong kepada ibu, waktu keluar sama Sandy, kita menyewa sebuah villa
Mawar di Puncak, dan Gea sebenarnya pulang pukul 03.30 WIB bu saat itu bukan
puku 00.00 WIB. Tolong maafkan Gea bu, dan Gea harap bapak tidak mendengar
kabar ini bu, Gea takut dimarahin sama bapak…(Gea bercerita sambil terus
menangis)
Ibu :”Kurang ajar sekali itu si Sandy, kamu
ini juga tidak pernah mau mendengarkan apa nasehat dari ibu, kalau terjadi
seperti ini siapa yang akan menanggung? Siapa yang malu? Bapakmu pasti akan
marah sekali sama kamu, ibu akan kasih tau bapakmu sekarang juga”
Gea :”Tolong bu… jangan bu, jangan kasih tau
bapak bu”. (dengan terus memohon kepada sang ibu)
Ibu :”Tidak bisa Gea, ini masalah serius,
bapakmu harus tau akan hal ini”. (sang ibu pun langsung menelfon sang bapak
menyuruhnya agar segera pulang sekarang juga)
Bapak :”Hallo, assalamualaikum bu, ada apa bu?”
Ibu :”Bapak harus pulang sekarang juga, ibu
mau kasih kabar serius ini pak!”
Baak :”Kabar soal apa bu?”
Ibu :”Sudah bapak pulang saja sekarang juga,
ini masalah dengan Gea pak!”
Bapak :”Oke bu, iya bapak pulang sekarang juga kalau
begitu:.
Sang
bapak pun sampai di rumah, dan sang ibu pun menceritakan semua yang telah
terjadi sama Gea, sedangkan Gea sendiri masih menangis di dalam kamarnya.
Bapak :”Asalamualaikum… bapak pulang”
Ibu :”Walakum salam pak, itu pak anak perawan
kita satu-satunya hamil, hamil anak Sandy pak, Gea ternyata masih membohongi
kita, waktu itu Gea ternyata menginap sama Sandy di Puncak, dan pulangnya pukul
03.30 WIB”
Bapak :”Apa bu hamil!!! Mana sekarang Gea akan bapak
hajar dia”
Ibu :”Itu dia ada di daam kamarnya, masih
terus menangis dia pak”
Bapak :”Gea… sini kamu nak!” (dengan nada keras
memangil Gea dan langsung masuk ke dalam kamarnya)
Gea :”Hiks…hiks… iya pak” (tamparan keras
langsung melayang ke pipi Gea)
Bapak :”Kamu ini memang anak tidak tahu diuntung ya
Gea, kok mau-maunya kamu ditidurin anak bajingan itu!” (dengan sangat marah si
bapak)
Gea :”Gea minta maaf pak, tolong maafkan Gea
pak… Waktu itu Sandy berjsnji mau bertanggung jawab dan Gea juga sudah benar-benar
cinta sama Sandy, selain itu dia menjanjikan sebuah rumah kepada Gea pak”
(masih terus menangis)
Bapak :”Bapak benar-benar kecewa sama kamu, kamu ini
kok kemakan rayuan buaya sih nak, kita memang keluarga miskin, tapi juga masih
punya hargai diri”
Gea :”Iya pak Gea minta maaf, sudah membuat
malu nama keluarga kita”
Bapak :”Iya kamu sudah mencoreng nama baik keluarga
kita, kata maaf tidak akan menyelesaikan masalah ini, sekarang Sandy mana, di
mau kan bertanggung jawab atas perbutannya?!”
Gea :”Tadi Gea sudah telefon dan kasih tau apa
yang sudah terjadi, tapi dia bilang tidak mau bertanggung jawab pak, dia akan
mentranferkan uang untuk biaya menggugurkan janin yang ada di kandungan Gea,
dan katanya dia sama keluarganya akan pindah ke luar negeri pak”
Bapak :”Dasar banjingan, kurang ajar sekali dia,
terus sekarang bagaimana? Tidak mungkin juga ibu dan bapak setuju menyetujui
hal tersebut. Kamu tau kan itu dosa Gea!!!”
Gea :”Iya pak Gea tahu, terus sekarang
bagaimana pak?”
Bapak :”Nanti bapak sama ibu akan merundingkan hal
ini dahulu, sekarang kamu istirahat saja tidak usah keluar dari rumah!”
Gea
pun membagi cerita atas apa yang sudah dialaminya kepada sahabat baiknya yaitu
Novia. Gea menceritakan semuanya kepada Novia melalui telepon dan Novia pun
sangat terkejut setelah mendengar cerita dari Gea. Gea meminta Novia agar tidak
menceritakan musibah yang sedang dilami Gea kepada teman-teman sekolah yang
lain.
Gea
:”Hallo… Nov”
Novia
:”Ya Ge, kok tumben sekali kamu telepon
aku, memangnya ada apa Ge?”
Gea
:”Aku mau curhat sama kamu Nov, tapi
kamu harus janji sama aku kalau kamu tidak akan menceritakan kepada teman-teman
sekolah yang lain ya!”
Novia
:”Iya Gea iya, kamu ini seperti baru
kenal sama aku saja Ge…Ge. Memangnya kamu mau curhat masalah apa, kok sepertinya
serius sekali masalahnya?”
Gea
:”Aku hamil Nov…”
Novia
:”Hah kamu hamil Ge!!! Kamu hamil anak
siapa? Siapa yang berani-berani menghamili kamu Gea?!”
Gea
:”Sandy Nov, Sandy yang sudah
menghamili aku, tapi kamu jangan cerita masalah ini kepada siapa pun ya Nov,
aku malu Nov” (dengan tangisan haru, Gea bercerita kepada Novia).
Novia
:”Iya Gea, aku janji kok, terus bagaimana si Sandy mau kan dia menikahi kamu
Ge?”
Gea
:”Ya itu Nov masalahnya, Sandy tidak
mau bertanggung jawab, dia malah kabur ke luar negeri bersama keluarganya, dia
hanya mengasih uang untuk menggugurkan janin yang ada dikandungkan ini” (masih
terus menangis).
Novia
:”Dasar benar-benar cowok bajingan itu
Sandy, cowok macam apa yang tidak mau bertanggung jawab seperti itu” (dengan rasa
emosi yang menggebu-gebu).
Gea
:”Ya sudah Nov, aku hanya ingin
berbagi masalah ini kepada kamu saja, tapi kamu janji ya, jangan cerita kepada
siapa-siapa Nov!”
Novia
:”Iya Ge, aku janji kok sama kamu, kamu
yang sabar ya Ge. Setiap masalah pasti ada solusinya Ge”
Karena
Gea yang tidak sanggup membayangkan apa nanti kata orang apabila dia telah
hamil dan tidak memiliki suami, akibatnya pun dia frustasi dengan apa yang
terjadi pada dirinya sendiri, dan diam-diam berusaha untuk menggugurkan
kandungannya, dengan mengkomsumsi nanas dan minuman berakohol. Selang beberapa
hari kemudian, sang bapak menjodohkan Gea dengan anak dari teman kerjanya
bernama Dio.
Bapak :”Gea sini nak, bapak akan mengenalkan kamu
sama Dio, ini orangnya ada di ruang tamu, kamu keluar ya”
Gea :”Iya pak tunggu sebentar Gea akan ke
depan”
Bapak :”Kenalkan ini namanya Dio, dia oranya baik,
pekerja keras dan patuh sama orang tua, bapak berniat menikahkan kamu sama Dio
agar nanti ketika anak dalam kandunganmu lahir, ada bapaknya, kamu mau kan
Gea?”
Gea :”Gea…
Dio :”Dio…
Bapak :”Memang berat menjalin hubungan apalagi sama
orang yang baru kenal Gea, tapi mau bagaimana lagi ini untuk kebaikan keluarga
kita, benar kan bu?”
Ibu :”Iya pak benar sekali itu”
Gea :”Ya sudah Gea mau kok nikah sama Dio”
Ibu
dan bapak :”Alhamdulillah…. Akhirnya kita mendapatkan solusiya”
Dan
pada akhirnya Gea dan Dio pun menikah, namun sifat Gea masih acuh kepada Dio
hingga anak dalam kandungannya lahir. Namun musibah baru menimpa keluarga Gea,
bayi yang lahir dari kandungan Gea ternyata meninggal akibat Gea yang terlalu
banyak mengkonsumsi minuman berakohol yang terlalu banyak dan mengkibatkan bayi
dalam kandungannya keguguran.
Dio :”Dek, aku boleh tahu tidak cerita kamu
sama Sandy sebelumnya”
Gea :”GAK!. Buat apa sih mas kepoin masa
laluku. Aku tuh sudah males bahas itu mas…”
Dio :”Ya sudah kalau adek tidak mau mau
berbagi cerita, mas tidak pengen tahu lagi, mas minta maaf ya”
Gea :”Sudah mas keluar sana, jangan menaambah
emosi Gea mas”
Ketika
Gea melahirkan…
Gea :”Aduh… bu, mas, bapak. Sepertinya Gea mau
melahirkan”
Ibu :”Bapak, Dio cepat siapkan kendaraan
untuk ke rumah sakit, cepat!”
Bapak :”Dio kamu ya yang bawa mobilnya”
Dio :”Iya bapak…”
Dan
pada akhirnya anak Gea pun lahir tapi tidak bernafas lagi, dan Dio mendengar
hal tersebut langsung pergi meninggalkan keluarga Gea.
Dokter :”Suami dari ibu Gea… Bisa masuk ke dalam ruang
operasi”
Dio :”Iya dok, saya suaminya”
Dokter :”Saya minta maaf ya pak sebelumnya, saya sudah
berupaya semaksimal mungkin, namun nyawa dari sang bayi tidak dapat
diselamatkan, setelah saya cek dilaboratorium, ternyata diakibatkan dari
konsumsi zat berakohol yang berlebihan dari san ibu”
Dio :”Ya ampun Gea….” (Dio pun keluar dari
ruang operasi dengan wajah panik langsung pergi dari rumah sakit, ternyata Dio
tidak mau mempunyai seorang istri yang hobinya mabuk) “Aku cari perempuan lain
saja, buat apa punya istri yang senangnya mabuk” (dalam hati Dion berkata).
Tidak
lama kemudian Novia dating untuk menjenguk dan keadaan Gea setelah melahirkan
ke rumah sakit. Namun ketika Novia sampai di rumah sakit, Novia kaget sekali
mendengar suara Gea yang teriak-teriak dari dalam ruang operasi, Novia pun
langsung menghampiri Gea masuk ke dalam ruang operasi. Hingga sesuatu yang
tidak terduga terjadi….
Novia
:”Om bagaimana keadaan Gea?”
Bapak
:”Itu Nov, anak dalam kandungan sudah lahir namun sudah tidak bernyawa lagi…” (dengan
rasa sedih bapak Gea berceruta kepada Novia)
Gea :”Ahhh… pergi kalian semua pergi, kalian
telah membunuh anakku!!!” (suara teriakan Gea)
Ibu
:”Nak sabar nak, kamu yang sabar,
ini semua sudah takdir dari Allah nak”
Gea
:”Ibu juga pergi, cepat keluar dari
sini… tidak ada orang yang sayang sama Gea!!!”
Akhirnya
sang ibu keluar dari ruang operasi…
Novia :”Tante, Gea kenapa tante?”
Ibu
:“Tante juga tidak tau Nov…”
(langsung memeluk Novia dengan tangisan haru).
Novia
:”Ya sudah, coba Novia saja yang
tenangkan Gea ya tante, Novia coba masuk ke dalam”
Ibu
Gea : (Hanya mebalas dengan mengangguk)
Akhirnya
Novia pun masuk ke dalam ruang operasi Gea…
Gea :”Kenapa semua orang jahat kepada Gea
kenapa…”
Novia
:”Ge…ge kamu yang tenang, masih banyak
kok yang sayang dan peduli sama kamu. Masih ada aku, ibumu, dan bapakmu Gea.
Kamu yang sabar, tenang dulu Ge, ini semua memang musibah yang begitu berat
menimpa kamu Ge, ini smua sudah di takdirkan oleh Allah Gea, kamu bisa menerima
ini semua…”
Gea
:”Kamu juga pergi, keluar sekarang
juga, tinggalkan aku sendiri disini. Cepat pergi!!!” (Gea memang benar-benar
sudah setres, atas musibah yang sudah menimpa dirinya).
BIOGRAFI

Arifan Septyo Putra adalah seorang laki-laki yang lahir di Kediri pada
tanggal 29 September 1998. Dia besar dan tinggal pada sebuah desa kecil yaitu
desa Tengger Lor, KecamatanKunjang, Kabupaten Kediri. Dia memiliki hobi
memelihara hewan peliharaan khususnya burung berkicau, selain itu juga dia
senang dengan dunia otomotif. Dia sangat senang bergaul dengan siapa pun, tak
terkecuali dengan orang-orang yang terlampaui lebih tua usia darinya, dia
senang belajar banyak hal, apalagi hal-hal baru yang belum pernah dia tau,
selain itu juga dia senang membantu orang tuanya bertani di sawah.Dia merupakan
siswa lulusan dari sekolah SMA N 1 Plemahan pada jurusan sosial, kemudian
melanjutkan pendidikannya pada Universitas Negeri Malang, dia mengambil prodi
dan jurusan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi