NASKAH DRAMA JARAK DAN MENGIKLASKAN





NASKAH DRAMA
Jarak dan Mengiklaskan
Nova Erviana




TOKOH :

CINDY
ADI
NANA
NIA
FAHMI
IBU ADI
DIKI

BABAK 1

DI SUATU PAGI DI KELAS, CINDY MERASA SANGAT SEDIH KARENA KERINDUANNYA AKAN KEDATANGAN DAN PERTEMUANNYA DENGAN SANG KEKASIH YANG TAK KUNJUNG BERTEMU. IA PUN MEMUTUSKAN UNTUK MENGOBATI RASA RINDUNYA DENGAN MELIHAT FOTO SANG PACAR.

Cindy    : (MENATAP LAYAR PONSEL DAN MENGUSAP FOTO-FOTO DI DALAMNYA)
Nana    : (MENGINTIP) Lagi apa sih?
Cindy  : (MENARIK HAPENYA) Kamu jangan lihat-lihat!
Nana    : Aku kan punya mata.
Cindy  : Tapi jangan melihat urusan orang lain.
Nana    : (BERANJAK) Yasudah kamu lanjutkan saja melihat ponselmu aku tinggal kekantin.
Cindy  : Iya. Pergi sana!
Nana    : Kamu tidak ikut aku dan Nia ke kantin? Kamu tidak lapar apa?
Cindy  : Tidak, saya mau di sini saja
Nana    : (PERGI KE KANTIN BERSAMA NIA)

BABAK 2

CINDY MERENUNG DI LORONG KELAS DAN TIBA-TIBA MENANGIS KARENA TIDAK KUASA MENAHAN KERINDUAN KEKASIHNYA SELAMA BERBULAN-BULAN.

Cindy  : Kenapa jauh sekali? Kenapa susah sekali? Sampai kapan harus menatap wajah yang sangat jauh dariku saat ini? Takdir kenapa kamu sangatlah rumit?
TIBA - TIBA SUARA TELFON BERBUNYI
Cindy  : (MENGANGKAT TELFON) halo?
Adi      : Hai.
Cindy : Hai, Di. Seneng banget bias mendengar suaramu. Bagaimana kabarmu saat ini?
Adi      : Alhamdulillah baik, kalau kamu sendiri?
Cindy  : Alhamdulillah aku juga baik. Oh iya, bagaimana kabar cutimu?
Adi      : Maaf ya. Aku belum bias menemuimu bulan ini.
Cindy  : Kenapa?
Adi      : Aku belum dapat cuti. Di saat kamu libur semester, aku sedang dalam masa sibuk-sibuknya bekerja. Maaf ya.
Cindy : Tidak apa-apa. Aku mengerti kok. Aku senang bisa mendengar kabarmu di telepon.
Adi      : Aku juga
Cindy  : Baiklah. Aku tutup teleponnya ya supaya kamu bisa cepat selesai bekerja.
Adi      : Baiklah. Aku telpon lagi nanti.
KEDUANYA MENUTUP TELEFON BERSAMA
Cindy  : Andai saja waktu bias berucap. Dia akan berkata kapan akan ada temu antara aku dan kamu. Namun, aku cukup kuat untuk menanti kabarmu dengan berbekal kesetiaan ini
JAM SUDAH MENUNJUKKAN BAHWA SEBENTAR LAGI PERKULIAHAN AKAN DIMULAI

Cindy  : (GUMAM CINDY) Ni anak pada kemana sih kok gak balik-balik? Kan bentar lagi mau ada kelas lagi
Nana    : (DATANG MEMBAWA SEBOTOL AIR MINERAL)
Cindy  : (SEDIKIT KESAL KEPADA NIA DAN NANA)Kalian lama banget sih, mau ada kelas ini.
Nana    : Santai aja kali, kan kurang sepuluh menit lagi
Cindy  : (MENGGELENGKAN KEPALA)
MEREKA BERTIGA AKHIRNYA MENUJU KE KELAS.

BABAK 3

KULIAH BERAKHIR SIANG HARI. SEPERTI BIASANYA, CINDY MENEMANI SAHABAT-SAHABATNYA UNTUK BERFOTO RIA, TETAPI ADA KEJANGGALAN DI RAUT WAJAH CINDY

Nia      : Kamu baik-baik saja, Cin?
Cindy  : Tentu saja. Mengapa?
Nia      : (MENUNJUK MATA CINDY)
Cindy  : Oh aku hanya terbawa perasaan saat melihat video drama tadi
Nia      : (MENEPUK" PUNDAK)
Nana    : Aku punya kabar gembira!
Nia      : Apa?
Nana      : Ada salah satu teman kampus yang menanyakan informasi tentang Cindy. Dia ingin mengenal dan berteman dekat denganmu.
Cindy  : Siapa? Lalu apa yang kamu jawab?
Nana    : Fahmi. Dia ramah dan supel. Aku yakin kalian bisa akrab dengan cepat.
Cindy : (MENGGELENGKAN KEPALA) kalian pasti aneh-aneh.
Nana    : Jangan sampai lepas!
Nia      : Ada saatnya benar apa yang dikatakan pepatah. Orang setia akan kalah dengan orang yang selalu ada.
Cindy  : Maksud kamu?
Nana    : Lihat saja. Seberapa bersi kerasnnya dirimu untuk bertahan pasti akan ada waktunya untuk goyah.
Cindy : Aku tidak mau mendengarkan kalian! Di hidupku hanya ada nama Adi bukan Fahmi atau yang lainnya.
NIA DAN NANA TERTAWA TERBAHAK-BAHAK. MEREKA BERGEGAS PULANG KE RUMAH MASING-MASING



BABAK 4
SEMENTARA ITU KEESOKAN HARINYA, FAHMI BERUSAHA MENGHUBUNGI CINDY DAN MENGAJAKNYA UNTUK KELUAR MENCARI ANGIN SEGAR DAN BERJALAN-JALAN MENIKMATI INDAHNYA KOTA. CINDYPUN KEBINGUNGAN DAN BERUSA MEMINTA PENDAPAT DAN SARAN KEPADA SAHABATNYA.

Cindy  : (MENELFON NANA)
Nana    : Halo, Cin
Cindy  : Halo, Na. Na bagaimana ini?
Nana    : Bagaimana apanya sih? Kalau ngomong yang jelas, aku tidak mengerti!
Cindy  : Fahmi menghubungi aku terus. Dia ngajak aku jalan malam ini, katanya ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikan kepadaku.
Nana    : Lha terus?
Cindy : Ya aku bingung Na
Nana  : (MENGGODA CINDY) Gak usah bingung, terima saja. Mungkin ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikan kepadamu. Apa jangan-jangan kamu takut baper ya?
Cindy  : Ngawur kamu!
Nana    : Ya udah temuin aja!
Cindy  : Ya sudah
CINDY MENUTUP TELFONNYA DAN SEGERA MEMBALAS PESAN DARI FAHMI

BABAK 5

TEPAT INI MALAM MINGGU, CINDY DAN FAHMI AKHIRNYA KELUAR. MEREKA DUDUK  DISEBUAH TAMAN KOTA SEMBARI MENIKMATI UDARA DI MALAM HARI DENGAN KEINDAHAN KOTA YANG MENAWAN.

Cindy  : Ada apa, Fah?
Fahmi  : Aku mau ngomong sesuatu ke kamu
Cindy  : Ngomong soal apa?
Fahmi : Tapi kamu jangan marah ya, Cin
Cindy  : Tidak kok, ngomong aja
Fahmi  : Gini Cin, sebenarnya aku memendam rasa ke kamu sudah cukup lama
Cindy  : Maksud kamu?
Fahmi  : Aku suka sama kamu Cin
Cindy  : (KAGET DAN MENGGELENGKAN KEPALA)
Fahmi  : Kenapa Cin?
Cindy  : Sudah gila ya kamu fah
Fahmi  : Saya tidak gila cin, aku sudah lama suka pada kamu
Cindy  : Aku tidak bisa fah!
Fahmi  : Kenapa? Aku jelek?
Cindy  : Aku sudah punya pacar. Aku tidak mau mengecewakan pacarku apalagi menghianatinya. Paham?
Fahmi  : ( MENUNDUKKAN KEPALANYA)

MEREKA BERDUA AKHIRNYA PULANG TANPA SEPATAH KATAPUN DI SEPANJANG JALAN.

BABAK 6

PAGI MENYONGSONG BEGITU CERAHNYA, AKTIVITASPUN DILALUI SEPERTI BIASA. TETAPI TIDAK DENGAN CINDY. DI DALAM KELAS CINDY TAMPAK MURUNG DAN TIDAK BERSEMANGAT UNTUK BELAJAR.

Nana    : (MENCUBIT PIPI CINDY) Haloo sehabatku
Cindy  : (MENGANGGUK)
Nana    : Kenapa kamu Cin?
Cindy  : Gak papa kok
Nia      : Kenapa kamu, Cin kok cemberut? Biasanya kamu pagi-pagi dah ketawa-ketawa gak jelas
Cindy  : Ndak papa kok
Nia      : (MENYENGGOL TANGAN NANA) Kenapa sih dia?
Nana    : Kamu Kenapa? Ayolah cerita!

CINDY AKHIRNYA MENCERITAKAN SEMUA APA YANG TERJADI SEMALAM DI TAMAN BERSAMA FAHMI
Nana    : Cin, aku minta maaf ya. Sumpah aku tidak tau kalau Fahmi berkata itu padamu
Cindy  : Yaudah lah, aku sudah memaafkan. Tapi aku masih bingung
Nia      : Bingung kenapa?
Cindy  : Kok Fahmi berani ngomong gitu kepadaku?
Nia      : Kenapa gak berani? Kan dia suka padamu!
Cindy  : Bukan begitu, masalahnya Fahmi itu sudah tau kalau aku sudah punya pacar. Kenapa dia masih saja nekat?
Nana    : Namanya orang suka, kalo demen pasti pepet terus lah
Nia      : Emang dia tahu darimana kalau kamu sudah punya pacar Cin?
Cindy  : Kan poto profil WhatsApp aku berdua dengan Adi sih Nia!
Nia      : Iya juga ya

BABAK 7

HARI SUDAH MENJELANG SORE, PERKULIAHAN HARI INI SUDAH SELESAI. DISAMPING ITU CINDY TERUS MENGECEK PONSELNYA, BERHARAP KEKASIHNYA AKAN MENGHUBUNGINYA SORE INI. BENAR JUGA KEKASIHNYA MENELPONNYA.

Cindy  : Halo sayang
Adi      : Halo sayangku, bagaimana kabarmu hari ini?
Cindy  : Baik kok
Adi      : Syukur kalau kamu baik
Cindy  : Adi!
Ady     : Ada apa sih?
Cindy  : Aku rindu padamu
Nia      : Cie Cie (CELETUK NIA)
Adi      : Kamu sabar ya Cin, aku juga rindu padamu. Tapi apa daya?
Cindy  : Kapan kamu Cuti sih? Masih lama?
Adi      : Iya kayaknya, soalnya belum ada konfirmasi dari kesatuanku. Kamu sabar dulu ya, kalau aku ada cuti pasti aku samperin kamu ke Malang kok
Cindy : Iya deh, udah dulu yah Di aku pulang nih mendung banget, takutnya hujan soalnya gak bawa payung. Sambung nanti malam ya di rumah.
Adi      : iya sayang, hati-hati.
KEDUANYA AKHIRNYA MEMATIKAN TELPON MASING-MASING DAN CINDY BESERTA SAHABATNYA PULANG KE RUMAH MASING-MASING.

BABAK 8

SEMENTARA ITU FAHMI SIBUK MENCARI CARA UNTUK MENDAPATAN HATI CINDY. DIA MENGUPLOAD FOTO CINDY DI INSTAGRAM MILIKNYA TANPA SEPENGETAHUAN DAN SEIZIN CINDY. TANPA SENGAJA DIKI (SAHABAT ADI) MELIHAT POSTINGAN FAHMI DI EXPLORE INSTAGRAMNYA. DIKI SATU TEMPAT DINAS DENGAN ADI. TANPA LAMA-LAMA DIKI MENGHAMPIRI ADI DAN MEMPERTANYAKAN MENGENAI FOTO YANG DI UNGGAH OLEH FAHMI.

Diki     : Di, Adi ke sini sebentar deh, aku mau tanya
Adi      : Ada apasih sahabatku? Kenapa kok kamu kelihatannya bingung?
Diki     : Kamu masih pacaran dengan Cindy kan?
Adi      : Ya iyalah, tumben kamu tanya gitu, biasanya bodoamat
Diki     : Ini tadi aku pas buka instagram, gak sengaja di explore liat foto pacar kamu
Adi      : Lha terus? (TERSENYUM)
Diki     : Anehnya, foto itu ada diunggah oleh oranglain! Fahmi namanya.
Adi      : Fahmi? Siapa fahmi? Coba lihat! (MENGECEK INSTAGRAM FAHMI)
Diki     : Tapi kok gak ada foto si Fahminya ya?
Adi      : Wah gak beres ini, biar ku telfon Cindy besok.
Diki     : Hati-hati kawan, jaman sekarang lagi maraknya kasus perebut-perebut, ups (MENGGODA ADI)
Adi      : Sialan kau! Tapi, masak iya pacarku menghianatiku? Setahuku dia sangat sayang kepadaku
Diki     : Telfon aja dulu Cindy, minta kejelasan
Adi      : Terimakasih temanku (MENEPUK BAHU DIKI)

BABAK 9

KEESOKAN HARINYA, ADI MENELFON CINDY MENANYAKAN PERIHAL FOTO YANG ADA DI INSTAGRAM FAHMI SERTA MEMINTA PENJELASAN . AKIBAT DARI UNGGAHAN FOTO TERSEBUT, HUBUNGAN MEREKA MEMANAS KARENA KESALAH PAHAMAN. TETAPI CINDY MENYANGKAL DAN BERSIKERAS MENJELASKAN BAHWA CINDY TIDAK TAHU APA-APA SOAL UNGGAHAN TERSEBUT DAN CINDY MENJELASKAN JUGA BAHWA DIA TIDAK ADA HUBUNGAN APA-APA DENGAN FAHMI.

Adi      : (MENELFON CINDY)
Cindy  : Hallo sayang
Adi      : Hallo (AGAK SEDIKIT KETUS)
Cindy  : Kamu kenapa sayang?
Adi      : Aku mau tanya kepadamu, tapi kamu jujur ya!
Cindy  : Iya Sayang
Adi      : (MENGIRIM BUKTI SCREENSHOT FOTO KEPADA CINDY) kamu bisa jelasin?
Cindy  : (BINGUNG) lho.
Adi      : Kenapa kaget? Selingkuhan kamu ketahuan? (TERTAWA)
Cindy  : Kamu ngomong apa sih Di? Aku aja gak tahu!
Adi      : Bohong!
Cindy  : Beneran, aku nggak tahu Di (MENANGIS)
Adi      : Nggak papa kamu jujur aja Cin, aku ndak suka kalau dibohongin!
Cindy  : Kok kamu gak percaya sih sama aku?
Adi      : Kan sudah ada bukti (TERTAWA). Ya sudahlah aku mau apel malam dulu.
Cindy  : Adi, kamu jangan gitu
Adi      : Gitu bagaimana? Kan kamu sendiri yang sudah bosan sama Adi yang gak pernah ada waktu. Selamat malam pacarnya orang
ADI MENUTUP TELFONNYA. MALAM ITU CINDY SANGAT SEDIH, NANGIS SEJADI-JADINYA.

BABAK 10

TANPA SEPENGETAHUAN CINDY, ADI MENDAPATKAN SURAT CUTI DARI KESATUANNYA. ADI MENGHUBUNGI FAHMI UNTUK BERTEMU SECARA EMPAT MATA DENGAN MAKSUD UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN INI.
Adi      : (MENELFON FAHMI) “Halo, apa benar ini Fahmi temannya Cindy?”
Fahmi  : “Benar. Ini dengan siapa?”
Adi      : “Saya Adi, teman Cindy. Apakah bisa kita bertemu? Saya tertarik untuk mengajak kamu berbisnis dengan saya. Kebetulan saya membutuhkan seorang mahasiswa.”
Fahmi  : “Bisnis apa ya?”
Adi      : “Saya jelaskan nanti saat bertemu. Kira-kira kapan bisa bertemu?”
Fahmi  : “Saya bisa nanti siang. Saya tunggu di kafe Ucul”
Adi           : “Baik. Terima kasih kesediaannya” (MEMATIKAN TELFON DENGAN WAJAH LICIK)
SETELAH PERCAKAPAN ITU, ADI BERGEGAS MENUJU KAFE UCUL MENEMUI FAHMI.
Adi      : “Saya sudah sampai di Kafe Ucul” (MENELFON FAHMI)
Fahmi  : “Oke, saya memakai kaos hitam duduk di depan meja kasir”
Adi      :” Oke saya kesana” (MEMATIKAN TELFON )
ADI MENGHAMPIRI FAHMI YANG SEDANG DUDUK DI DEPAN MEJA KASIR
Adi      : “Dengan saudara Fahmi?”
Fahmi  :“Iya benar, apakah anda Adi?” (BERJABAT TANGAN DAN MEMPERSILAHKAN DUDUK ADI)
Adi      : “Hemm”
Fahmi : “Bisnis apa yang akan kamu tawarkan?”
Adi      : “sebenarnya saya tidak akan membicarakan bisnis”
Fahmi :” Lha terus?”
Adi        :”Ada sesuatu hal penting yang akan saya tanyakan kepadamu. Apakah kamu mengenal Cindy?”
Fahmi  :”Kenal, Cindy adalah sosok wanita yang sangat asik. Mohon maaf sebelumnya, anda siapa ya kok menanyakan Cindy?” (BERTANYA DENGAN MUKA BINGUNG)
Adi      : “Sebelumnya saya boeh bertanya nama ayah dan ibumu?”
Fahmi  : “Untuka apa?”
Adi      : “ Tidak! Saya hanya ingin mengenal orang tua kamu dan tempat tinggal kamu”
FAHMI MENJELASKAN NAMA AYAH DAN IBUNYA SERTA TEMPAT TINGGALNYA SEJAK ITU MUKA ADI BERUBAH MENJADI ANEH.
Adi      : “Apakah kamu menyukai Cindy?”
Fahmi  :” Bisa jadi, memangnya kenapa?”
Adi      : “Tidak ada apa-apa, aku hanya bertanya saja”
Fahmi  : “Oke, baiklah”
Adi      :” Terimakasih atas waktunya, kalau begitusaya mohon pamit!”
Fahmi  :” iya gak papa” (DENGAN WAJAH BINGUNG)
ADI BERANJAK MENINGGALKAN ADI

BABAK 11

KEESOKAN HARINYA,  ADI MEMINTA DIKI SAHABAT BAIKNYA KE RUMAH. ADI MENCERITAKAN APA YANG TERJADI DENGAN HUBUNGANNYA SERTA MEMINTA SOLUSI ATAS PERMASALAHANNYA ITU.
Diki     : “Adi” (MENGETUK PINTU RUMAH ADI)
Adi      : “Langsung masuk”
Diki     : “Kenapa lagi, kawan?” (BERUSAHA MENGEJEK ADI)
Adi      :” Kemaren saya bertemu dengan Fahmi di kafe!”
Diki     : “Terus?”
Adi      : “Saya bertanya banyak hal mengenai kedekatannya dengan Cindy dan keluarganya”
Diki     :” Terus?”
Adi      :” Ternyata fahmi itu sepupu jauhku” (MENUNDUK)
Diki     :” Apa?”
Adi      :”Iya, dik. Aku juga nggak tahu kalau dia sepupu jauhku. Aku bingung harus gimana?”
Diki     :” wah ini berat masalahnya!”
Adi      : “Aku harus gimana?”
Diki     : “perasaanmu ke Cindy bagaimana?”
Adi      :” Ya sayang lah, saya menjalin kasih dengan Xindy sudah hampir 4 tahun. Tapi disisi lain aku tidak mau mengecewakan ibu aku”
Diki     : “ maksudnya mengecewakan?”
Adi      :”Dulu keluargaku pernah hutang budi dengan keluarga Fahmi dan ibuku pernah berpesan jangan pernah mengecewakan keluarga ayah Fahmi”
Diki     :”Sepertinya kamu perlu bicara terdahuku dengan ibu kamu”
Adi      :” hmmmm, yasudah besok saya akan berbicara kepada ibuku mengenai hal ini. Terimakasih sudah mendengarkan curhatanku kawan”
Diki       :” iya, santai saja, kawan!. Ayo kita main PS dulu lah, udah lama kita tidak bermain PS berdua.
MEREKA BERDUA BERANJAK DAN BERMAIN PS.

BABAK 12

DISUATU PAGI, ADI MENGHAMPIRI IBUNYA YANG SEDANG DUDUK DI TAMAN SEMBARI MEMINUM SEGELAS TEH HANGAT. ADI BERUSAHA MENCERITAKAN SEMUA YANG TERJADI KEPADA IBUNYA.

Adi                  : “Selamat pagi ibuku sayang” (MENGECUP KENING IBUNYA)
Ibu Adi            : “Pagi anakku tersayang”
Adi                  :”Sedang apa ibu pagi-pagi di sini?”
Ibu Adi            :”Kamu ndak lihat ibu sedang apa?”
Adi                  :” iya ibu, bercanda kok Adi” (TERSENYUM)
Ibu Adi            : “Ada apa? Tumben pagi-pagi dah nyamperin ibu, kangen ya?”
Adi                  : “(NYENGIR). Begini bu, sebenarnya Adi ingin cerita sesuatu”
Ibu Adi            :” Cerita apa?”
Adi                  :” ibu masih ingat dengan Cindy kan?”
Ibu Adi            :”Cindy calon mantu ibu?”
Adi                  :” iya bu, ingat?”
Ibu Adi            :”Ingat lah, masak sama calon mantu lupa! Ada apa dengan Cindy?”
Adi                  :”sepertinya aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan dengannya bu”
Ibu Adi            :”Kenapa? Kalau kalian ada masalah itu diselesaikan bersama-sama!”
Adi                  :”Kami gak ada masalah bu, sebenarnya”
Ibu Adi            :” Lha terus?”
Adi                  :” Ibu masih ingat gak anaknya Paman Burhan?”
Ibu Adi            :” Pamanmu Burhan?”
Adi                  :” iya bu” (MENUNDUKKAN KEPAANYA)
Ibu Adi            :”Kenapa dengan pamanmu?”
Adi                  :”Ternyata anak Paman Burhan satu kampus dengan Cindy, dan dia menyukai Cindy
Ibu Adi            :” Kok bisa?” (KAGET)
Adi                  :” Iya ibu namanya Fahmi, sekarang dia sudah tumbuh besar, sudah dewasa dan dia naksir sama Cindy”
Ibu Adi           :”Tanpa ibu kasih tahu kamu sudah tahu kan Adi, baiknya keluarga Pamanmu terhadap keluarga kita?” (DENGAN SUARA LIRIH)
Adi                  :” Iya bu, Adi tahu itu”
Ibu Adi           :”Jangan buat keluarga Pak Burhan kecewa kepada keluarga kita, termasuk Fahmi!
Adi                  :” Tapi saya sangat mencintai Cindy ibu, kami sudah menjalin kasih selama 4 tahun, dan tahun depan Adi akan melamar Cindy setalah Cindy wisuda”
Ibu Adi            :”Urungkan niatmu itu nak” (MENGELUS KEPALA ADI)
Adi                  :” Tapi......”
Ibu Adi            :” Tatap mata ibumu!” (BERLINANG AIR MATA)
Adi                  :”Maafkan aku ibu, telah membuatmu kecewa” (BERLINANG AIR MATA)
Ibu Adi            :”(MENGGEENGKAN KEPALA)
Adi                  :” Baiklah ibu, mungkin ini yang terbaik buat Adi, dan mungkin memang Cindy bukan jodoh Adi)
ADIPUN DIPELUK IBUNYA

BABAK 13
DI KEESOKAN HARINYA ADI MENGHUBUNGI CINDY DAN MEMBERITAHU BAHWA DIRINYA HARI ITU ADA CUTI DARI KESATUANNYA. CINDY AMAT SANGAT BAHAGIA SEKALI MENDENGAR KABAR TERSEBUT. TAPI, DISATU SISI ADI SANGAT BERAT HATI. KARENA, ADI AKAN MENJELASKAN SEMUANYA. BERTEMULAH SEPASANG KEKASIH INI DISEBUAH TAMAN BUNGA.

Cindy  :”(DUDUK DISEBUAH KURSI TAMAN MENUNGGU KEDATANGAN ADI)
Adi      :”Halo cantik” (MEMELUK CINDY DARI BELAKANG)
Cindy  : (CINDY MENANGIS BAHAGIA)
Adi      :” Duduk sini” (MEMPERSILAHKAN DUDUK)
Cindy  :” Aku kangen dengan kamu Di”
Adi      :’ Kamu pikir aku tidak?”
Cindy  :” Kok kamu cuti tidak bilang kepadaku dulu? Kan aku bisa menjemputmu!”
Adi      :” iya-iya maaf” (TERSENYUM)
Cindy  : “ Katanya kamu mau cerita. Cerita apa?”
Adi      :” Begini Cin” ( MENUNDUKKAN KEPALA)
Cindy  :” Kok kamu sedih? Ada apa sayang?”
Adi      :” Sepertinya hubungan kita tidak bisa dianjutkan!”
Cindy  :”Maksud kamu?” (TERKEJUT)
Adi      :” Hubungan kita sampai di sini saja!”
Cindy    :” Kamu kenapa? Aku salah ya? Aku gendutan ya? Apa aku sudah tidak cantik lagi? (MENANGIS)
Adi      :” Bukan begitu Cin, kamu cantik kok, sangat cantik bahkan”
Cindy  : “ Nah terus? Kok kamu tiba-tiba begitu? Aku melakukan kesalahan fatal ya?
Adi      :” Yang salah itu aku! Aku yang tidak bisa menjagamu!. Tapi kamu gak usah khawatir, setelah kepergianku kamu akan bahagia!” (MEMEGANG TANGAN CINDY)
Cindy  :” Bagaimana aku bisa bahagia? Orang yang aku sayang, orang yang selama ini aku tunggu kepulangannya, malah meninggalkanku!” (MELEPAS GENGGAMAN ADI)
Adi      :” Aku tidak pantas buat kamu, perlu kamu tahu, ada seseorang yang sangat mencintaimu, dan mungkin bisa jadi cintanya melebihi cintaku padamu” (TERSENYUM)
Cindy  :” Yang kamu maksud siapa?”
Adi      :”Fahmi!”
Cindy  : “Kamu sudah gila ya? Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Aku tidak mencintainya sedikitpun!”
Adi      :”Tapi cintanya dia ke kamu besar!”
Cindy  : “ Kamu apa-apan sih?”
Adi        :” Cinta bisa hadir dengan terbiasa. Jadi, kamu tidak usah takut. Aku percaya kok suatu hari nanti kamu akan merasakan jatuh cinta kepada Fahmi”
Cindy  :” Tolong, jelaskan apa yang terjadi Di!”
Adi      : “Kamu pengen tahu?”
Cindy  :” Iya!” (KETUS)
Adi      :” Kamu tahu, kalau selama ini yang diam-diam mencintai dan ingin memilikimu itu siapa?”
Cindy  :” Tidak”
Adi      :” Dia Fahmi. Fahmi Sepupu jauh anaknya paman aku. Dan aku tidak mau membuat kecewa Fahmi. Karna, dulu keluargaku hutang budi dengan keluarganya Fahmi. Dan pesan dari ibuku adalah jangan pernah kecewakan keluarga Fahmi. Maka dari itu, aku terpaksa melepaskanmu demi sepupuku. Aku tidak mau mengecewakan ibuku dan juga mengecewakan keluarga yang sudah membantu keluargaku di saat masa-masa sulit” (MENETESKAN AIR MATA)
Cindy  :” Apa tidak ada jalan lain? Apa harus dengan jalan perpisahan?”
Adi      :” Mungkin ini yang terbaik buat kita saat ini!”
Cindy  :”Adi aku sayang sama kamu! (MEMELUK ADI)
Adi      :”Aku juga. Yakinlah, jika kita berjodoh kita pasti bersatu kembali. Aku hanya minta satu permintaan kepadamu”
Cindy  :”Apa?”
Adi      :” Terima Fahmi dan berbahagialah dengannya. Aku sayang kamu!”
ADI BERANJAK MENINGGALKAN KEKASIHNYA, CINDY MENANGIS DENGAN SEJADI-JADINYA MELIHAT KEPERGIAN ADI


DI SITU HATI ADI SANGAT HANCUR KARNA HARUS MELEPAS KEKASIHNYA YANG TAHUN DEPAN AKAN DILAMARNYA ITU DEMI KELUARGA. TETAPI DISISI LAIN ADI MEMILIKI HATI YANG SANGAT BAIK DAN DEWASA. IA MERELAKAN KEKASIHNYA ITU UNTUK SEPUPUNYA SENDIRI WALAUPUN SEBENARNYA SANGAT BERAT.


TENTANG PENULIS
NOVA ERVIANA, atau yang akrab disapa Nova merupakan mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang sejak tahun 2017. Kesibukannya sebagai mahasiswa, kos, dan supporter sepak bola tidak menyurutkan semangatnya untuk berkuliah di UM. Gadis ini lahir pada tanggal 29 November 1998. Bagi Nova, berkuliah di jurusan Sastra bukanlah hal yang mudah seperti apa kata orang lain yang selalu meremehkan jurusan ini.



















Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ULANG TAHUN

Drama ANAK-ANAK TK