NASKAH DRAMA KATAKAN SUDAH SAH
Katakan Sudah Sah
Karya:
Anggi Yuwantika
1. Berlian : gadis remaja manja
2.
Ayah : Laki-laki tegas, bertanggung jawab
3.
Bunda
:perempuan
sabar kepada anak-anaknya,
4.
Ihsan :
kekasih berlian
5.
Bibik
: pembantu rumah tangga
6.
Adel :
Teman kuliah Berlian
7.
Pengamen
8.
Pencopet
9.
Pelayan
10. Satpam mall
ADEGAN 1
DI
SEBUAH RUMAH GEDONG YANG MEGAH HIDUPLAH
KELUARGA YANG SANGAT KAYA RAYA. MESKIPUN MEREKA MEMILKI HARTA YANG BERLIMPAH,
KELUARGA INI SELALU RENDAH HATI DAN TIDAK PERNAH SOMBANG. SAYANG NYA MEREKA
MEMILKI GADIS REMAJA YANG SANGAT MANJA.
PAGI
ADALAH HARI SAATNYA KELUARGA INI BERKUMPUL. PERMINTAAN YANG ANEH-ANEH MUNCUL
DARI GADIS REMAJA MANJA DI KELUAARGA ITU.
Berlian : (turun dari tanggi menuju meja makan sambil
bermain gadged)
Ayah : selamat pagi sayangku
Bunda : (berjalan
menuju meja makan ). Pagi Ayah, pagi berlian sayang (menghampiri mereka berdua dan mencium kening Berlian)
Berlian : Yah, berlian mau ini (menunjukan
gadged nya kepda ayah)
Ayah : Mobil???
Bunda
: Ada-ada saja Berlian ini. (Tertawa manis dan memamndang ek arah Ayah)
Berlian
: Ihh serius Bunda, aku mau mobil
Ayah ; Emang berlian bisa mengendarainya?
Berlian
: Bisa ayah, kan ada ayah yang mengajariku.
Ayah : Ahh sudah , ayah mau berngkat kerja dulu (Pergi meninggalkan meja makan, dan
menyalami Bunda dan berlian)
Bunda :
Hati-hati ya Ayah.
ADEGAN
2
KEESOKAN
HARINYA IHSAN MENJEMPUT BERLIAN. MEREKA AKAN BERANGKAT KULIAH BERSAMA-SAMA.
Ihsan : (membuka
kaca mobilnya, dan membunyikan klakson mobil). Pagi bik..
Bibik : Pagi Mas Ihsan. Non… ada mas Ihsan
Berlian : Iya tunggu sebentar (sambil membuika pintu rumahnya).
Berangkat dulu ya bik, daaa…..
Ihsan : Kamu sudah sarapan?
Berlian : Udah.
Ihsan :
Idih, cuwek amat sih . Kenapa ? (sambil
memandang wajah berlian)
Belian
: ahh jangan liat seperti itu, malu aku tuh.
Ihsan : abis pagi-pagi sudah cemberut aja.
Bukanya senyum
Berlian : Bunda sama ayah menyebelin banget
Ihsan : menyebil bagaima?
Berlian
: Aku minta di belikan mobil, aku serius minta di belikan tapi respon
ayah di kira aku berguarau.
Ihsan :
Ngapain sih harus beli mobi?
Berlian :
Kna kalau aku punya mobil sendiri kan enak, kemana-mana bisa sendiri ga harus
minta anter kamu atau ayah kan?
Ihsan :
ya tapi kana da aku berlain (sambil
mengeleng kepalanya)
Berlian ;
Kan lebih enak kalau akau punya mobi8l sendiri , ihh kamu, Ayah , Bunda sama
aja
Ihsan :
Emang kamu bisa nyopir sendiri (melihat
ke arah Berlian sambil mmenertawainya)
Berlian :
Kan ada kamu sayanggggg….
Ihsan :
Kau pikir mudah berlatih sekali dua kali langsung bisa?
Berlian :
Iya lah mudah
Ihsan :
ya kamu berlatih dulu aja, nnati kalau sudah bisa baru beli mobil
Berlian :
iya deh iyaa.
Ihsan :
macet banget nih jalan, bisa telat kalo jalan macet terus seperti ini
Berlian :
Namanya juga hidup di tengah kota ihh dasar (sambil
menampol pipi ihsan)
ADEGAN
3
AKHIRNYA
TAK LAMA KEMUDIAN MEREKA SAMPAI DI KAMPUS. KARENA JURUSAN MEREKA TIDAK SAMA,
AKHIRNYA MEREKA BERPISAH DI PARKIRAN MOBIL. BERLIAN BERJALAN MENUJU KELASNYA,
DAN IHSAN JUGA BEGITU
Berlian : Adelll (melambaikan tangan padanya, dan menghampirinya)
Adel : ehh berliann, yuk masuk kelas
Berlian : yukk (berjalan bersama adel menuju kelas mereka)
ADEGAN 4
Ayah : panas sekalai cuaca hari ini (duduk di ruang keluarga)
Bunda : iya yahh, panas sekali memang, ayah mau
minum apa?
Ayah : es jeruk saja
Bunda : oke ayah, bunda akan membuatkan yang
special bangett buat ayah tercinta
Ayah : ihh Bunda ini siang-siang panas masih
bisa aja
Bunda : Ini es jeruk special buatan bunda
khusus buat ayah
Ayah : (menyeruput
se gelas es jeruk) Segarnya emang tak tertandingi oleh apapun
Bunda : tuh kan,ayah jadi lebay
Ayah :
Bunda (sambil menelakan es jeruk
ke meja)
Bunda : ada apa sih yah
Ayah : apa kita harus membelikan Berlian
mobil?
Bunda : ahh jangn deh yah, Bunda agak sedikit
tidak tega
Ayah : benar juga sih Bun
Bunda :
tapi usia Berlian sudah 20 tahun lo yah, apa kita tidak seharusnya membiarkan
diasupaya dia lebh mandiri lagi?
Ayah :
iya sih bun, tapi ayah masih ingin Berlian itu menjadi gadis kecilnya Ayah
Bunda :
iya ayah, Bunda paham, tapi bagiamana pun usia Berlian bukan anak kecil lagi
Ayah :
terus apa yang harus kita lakukan bun? Apa kita harus membelikanya mobil?
Bunda :
gak tau lah bunda, terserah ayah saja (meninggal
tempat obrolan dam pergi meuju kamar)
Ayah :
Loh Bunda mau kemana? (melihat kea rah
bunda)
Bunda :
Siap-siap arisan
ADEGAN
5
HARI
INI KULIAH SUDAH USAI. BERLIAN DAN IHSAN SUDAH MERENCANAKAN , SEPULANG DARI
KULIAH NANTI MEREKA BERDUA MAU PERGI KE MALL YANG SANGAT DEKAT DENGAN KAMPUSNYA
AKHIRNYA
MEREKA BERTEMU DI PARKIRAN MOBIL
Berlian : Kita jadi kemana?
Ihsan : (menggelengkan
kepala)
Berlian : (membuka
pintu naik ke dalam mobil)
Ihsan : makan aja yuk, laper nih
Berlian : iya tererah, aku juga laper banget
Ihsan : kamu mau makan apa?
Berlian : hmm apa ya
Ihsan : seris nih mau makan apa
Berlian : serah aja sih , asal sama kamu
Ihsan : aelahhh mulai dah
Berlian : kita makan bakso itu aja deh, terus
anter aku pulang ya
Ihsan : kok udah mau pulang aja sih (melihat kea rah berlian), temenin aku
dulu aku mau beli buku, terus pulang dah
Berlian : besok aja lah, capek aku. Sumpah pengen
istirahat
Ihsan : ntar aku belikan eskrim dah (merayu manja)
Belian : (diam
)
Ihsan : yaudah kita makan dulu
AKHIRNYA
MEREKA MAKAN DI BAKSO LANGGANAN MEREKA. TAK LAMA KEMUDIAN KETIKA MEREKA SEDANG
ASYIK MAKAN TIBA-TIBA DA PENGAMEN
DATANG. KARENA MOOD BERLIAN TIDAK BAIK, MAKA BERLIAN MERASA TERGANGGU OLEH
PENGAMEN TERSEBUT
Pengamen : entahh apa yang merasukimu….hingga kau
tega menyakiti aku yang tulus
mencintaimu.. salah apa diriku padamu.. hingga kau tega menyakiti aku..kau
sia-siakan aku…(sambil bermain gitar)
Berlian : mas tau berisik gak sih, lagi makan
nih (memasang wajah sewot)
Ihsan : Ihh apa-apa an sih kamu, masnya
lagi cari uang kali
Pengamen : yehhh songong amat sih mbak, ya situ
enak, kalau mau beli apa-apa tinggal minta, lahh kita orang susah berjuang
mbbak matia0matian untuk dapet uang, jangankan untuk membeli barang mewah, buat
makan aja saya masih mikir-mikir kali mbak
Berlian :
yatau kalau masnya lagi cari uang, tapi liat dong , aku lagi makan. Liat-liat
dulu dong kalau mau ngamen (membentak)
Ihsan : ahh sudah lah, nih mas (memberikan uang kepada pengamen). maaf
ya mas sekali lagi. Atau masnya mau makan dulu? Aku bungkusin ya mas?
Berlian : lohh , kamu kok jadi belain masnya
ini sih?
Ihsan : udah lah berlian, ya emang masnya
gak salah kok, kamu aja yang nyolot duluan
Pengamen : ajarin tatakrama mas pacarnya, biar bisa
menghargai orang lain yang susah
Ihsan : iya mas , sekali lagi saya minta
maaf atas perbuatan pacar saya
Berlian : ah tauk ahh kamu juga ngeselin juga,
bukanya belain aku, tambah ikutan nyalah-nyalihan aku juga
Ihsan : sudah lah, kamu itu memang salah
Pengmen : dengerin tuh mbak cowoknya, hargai orang
yang ada di abwah embaknya. Ahh sudah , saya mau lanjut cari rejeki lagi semoga
tidak bertemu embak songong seperti ini lagi (pergi meninggalkan mereka berdua dan menyanyikan “ apa salah dan dosaku
sayang…. Cinta suciku kau buang-buang)
Ihsan : kamu jangan gitu lagi lah ,
kasian mas pengamennya
Berlian : abis nyebelin banget, tau orang
lagi makan, masih aja nyanyi gak jelas, fals lagi
AKHIRNYA
MEREKA MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT. KARENA BERLIAN SUDAH BETE, IHSAN PUN
MENGANTAR BERLIAN PULANG KE RUMAH . SESAMPAI DI RUMAH BIBIK MEMBUKAKAN PINTU
Bibik : (membuka
pintu)
Ayah : Halo sayang, kok uda pulang aja. Ihsan apa kabar denganmu.
Bagaimana kuliah kalian hari ini? lancar?
Ihsan : (berlajan menuju
ruang tau,dan duduk di sofa) hmm baik om, lama om ya kita tak berjumba.
Apakah om juga baik-baik saja? Bagaimana dengan keadaan kantor om?
Ayah : yahh seperti itulah, tapi Alhamdulillah semua karyawan
masih bisa di ajak bekrja sama dengan baik. Lo ngomong-ngomong Berlian kenapa
kok tiba-tiba masuk kamar?
Ihsan : berlian sepertinya
lagi betek om. Baiasa anak perempuan
Ayah : yahh emang seperti itulah berlian, jadi kamu ya tolong
sabar dengan sifatnya. Mungkin ini memang salah om, yang terlalu memanjakan dia
dari kecil, jadinya ya seperti ini lah.
Ihsan : iyaa om, siapp. Yaudah om, saya pamit pulang dulu (meninggalkan ruangan sambil mencium tangan
ayah berlian)
Ayah : iya Ihsan, sekali lagi om nitip Berlian sama kamu ya.
Tolong jagain dia, kalau kamu benar-benar serius sama berlian (sambil mengelus pundak Ihsan )
SETELAH
CUKUP LAMA AYAH DAN IHSAN MENGOBROL, AKHIRNYA AYAH MEMENUI BERLIAN.
Ayah : (memanggil
bunda). Bunda… bundaa..
Bunda : iya ayah. Ada apa? (keluar dari kamar dan menuju ruang tengah)
Ayah : sekarang kan Berlian sudah hampir selesai kuliah,
bagaimana kalau berlian dan ihsan mengikat suatu hubungan ?
Bunda : maksud ayah? Tunungan ? atau
pernikahan?
Ayah : ya tungangan dulu lah bunda
Bunda : emang Ihsn itu oranya gmana sih yah? Apa dia sudah
benar-benar baik untuk berlian? (sambil mendekati ayah)
Ayh :
menurut ayah Ihsan itu oranya sudah benar-benar aik, dan dia sangat sayang
kepada Berlian. Ihsan kitu orangnya sangat sabar. Mungkin hanya Ihsam yang bisa merubah sikap Brlian supaya lebih baik
lagi. Ayah sangat percaya kepada Ihsan
Bunda : tapi yah, berliankan masih belum lulus, keraja aja juga
belum. Masak iya tiba-tiba bertungan dnegan Ihsan. Ihsan pun juga amsih kuliah.
Mereka sama-sma belum lulus. Apa tidak sebainya kita tunggu mereka lulus dulu (mengatakan itu sambil memasang wajah yang
begitu cemas )
Ayah : Iya ayah atau mereka semua belum lulus, tapi ya apa
salahnhya? Sepertinya mereka juga sudah saling sayang. Ayah sangat takut jika
terjadi apa-apa sama Berlian. Bunda tau sendirikan , bahwasanya Berlian ini
sangat labil, dia sangat mudah emosi, bahkan tadi aja setelah meraka pualang
dari kampus Berlian sudah badmood. Berlian
tanpa berkata apa-apa dia langsung naik ke atas.
Bunda : bunda kok gak liat kalu tadi berlian naik?
Ayah : Di bilangin tadi itu sudah naik, tetapi dia badmood. yah namanya anak yang masih
labih, mau giumana lagi
Bunda : Lah iti8 Yah tau kalau Brlian masih labil, kok udah mau main
tunangan- tunangan aja. Nanti jikia suatu ssat terjadi sesuai setelah tungan,
apa keluarga kita tidak malu yah? Begitupun dengan keluarganya Ihsan.
Ayah : Yah maksud ayah siapa tau dengan mereka sudaqh bertunangan
sikap Berlian bisa berubah
Bunda : sudah lahyah, ayo kita liat Berlian di kamarnya.
Ayah : (mengaggukan kepala,
berjalan ke kemar Belian).
MENGGETOK PINTU KAMAR BERLIAN
Bunda : Berlian.. sayangku. Bunda sama Ayah masuk ya
Berlian : Iya masukaja tidak papa
Bunda : Berlian? Are you oke?
Berlian : iya bud berlian tidak apa-apa
Bunda ; Tetapi kenapa wajahmu terlihat murung seperti itu?
Berlian : tidak apa bunda, bener deh Brlian tidak apa-apa. Mungkin
hanya kecapekan
Ayah : kamu tidaka ada masalah dengan Ihsan kan?
Berlian ; tidak lah yah, todak ada maslah apa-apa
Ayah : sebenarnya bagiamana perasaan kamu sama Ihsan? Apa kamu
sudah yakin sma dia?
Bunda : Ih ayah, kenapa tanya seperti itu sih
Ayah : Ya emang ini sudah saatnya bun. Berlian itu juga sudah
dewasa. Dia juga harus tau mana yang baik dan mana yang baik dan mana yang
kurang baik untunya . Kalau memang Ihsan benar-benar orang yang baik, kenapa
tidak?
Bunda : iyaa Bunda paham. Tapi ayah ini belum saatnya. Biarkan
Berlian focus sama kuliahnya dulu. Toh nanti kalau sudah lulus ya terserah
kedepanya mau ngapain.
Berlian : ihh apa-apaan sih Bunda sama Ayah ini. Iya emang Ihsan itu
bener-bener orang baik, dia selalu sabar dnegan sikapku yang sellau seperti
ini.
Ayah : tuhkan bun, apa kata Berlian, iya ayah paham, ayah emang
sudah percaya kepada Ihsan, ayah mau Ihsan mengajak kamu untuk serius.
Bunda : iya Bunda juga tau kalau
Ihsan anaknya emang baik. Tetapi kalau mereka bertunangan dekat-dekat ini bunda
tidak setuju. Biarkan mereka fokus kuliah dulu. Biarkan mereka selesai dengan
urusanya dulu.
Berlian : Tapi berlin takut yah , kalau suatu saat Ihsan bakal inggalin Brlian.
Ayah : Kenapa kamu berpikir seperti itu ?
Berlian : Ya ndak tau lah, tiba-tiba kepikiran sperti itu
Ayah : Ihsan itu anak yang baik, tidak mungkin Ihsan melakukan
itu kepada kamu.
Bunda : Nah makanya tunggu waktu yang tepat aja. Biar apa yang kamu
pikirkan itu tidsak akan terjadi
ADEGAN 6
KEESOKAN HARINYA SEPERTI BIASA,
IHSAN MENJEMPUT BERLIAN. HARI INI HARI MINGGU. MEREKA RENCANANYA MAU
JALAN-JALAN KE MAAL KEDAT RUMAH BERLIAN TINGGAL.
Berlian : (telpon
bergetar). Haloo sayang, ohh iya-iya tunggu di depan.
Ihsan : cantik sekali sih
Berlian : Iyalah cantik, pacar siapa dulu, emang kalau aku jelek kamu
mau apa sama aku? (menutup pintu mobil)
Ihsan : Aku mencintai kamu itu tulus kali sayang, gak pernah
memandang fisik, sekali aku nyaman, aku sayang ya aku jalanin lah.
Berlian : Bener nih ya, awas
aja nnati kalau aku jelek kamu tiba-tiba pergi cari yangcantik.
Ihsan : Apapun yang terjadi sama kamu, aku tetep sbverada di
sampingmu.
Berlian : Ih kenapa jadi gombal terus sih kamu ini
Ihsan : Mana ada gombalan. Serius kali berlian
Berlian : Kamu serius sama aku ?
Ihsan : Yaiyalah serius banget.
Berlian : Yang, sayang..
Ihsan : Iya, apa sih
Berlian : ceritanya panjang
Ihsan : cerita apa? Kamu mau pergi? Kamu selingkuh? Gak mau lagi sama
aku?
Berlian : bukan lah, ihh kamu ini
Ihsan ; Iya, terus apaan?
Berlian : Gini nih ceritanya, Ayah mau kita tunangan
Ihsan : Ya bagus dong kalau gitu
Berlian : bagus pala lo emang..ya kagak lah. Kita aja masih kuliah,
masih suika seneng-seneng ya kali tiba-tiba kita nyebarin undangan mau tunagan.
Lagian aku juga ragu sma kamu (sambil
memandang ke arah Ihsan)
Ihsan : Ragu kenapa lagi sih kamu, kan aku sudah bilang aku sudah
serius sama kamu, aku juga sudah bilang sama ayahmu kalau aku memang serius
sama kamu, ayah kamu juga berpesan untuk menjaga kamu
Berlian : Yaudah lah, iya-iya aaku percaya. Buktiin aja kalau kamu
beneran mau serius.
Ihsan : Iya iya sayang , pati itu. Yuk kita keluar
AKHIRNYA MREKA SAMPAI DI MALL,
RENCANA MEREKA AKAN JALAN-JALAN SEBENTAR
Ihsan : mau makan apa kamu?
Berlian : Ntar aja lah, yuk beli baju dulu
Ihsan : oke siapp ratu
Pelayan : selamat datang kak, ada yang perlu saya bantu?
Berlian : Oh ya mbak terimaksih
Pelayan : mau cari baju yang model bagaimana kak?
Berlian : Sebentar ya mbak, saya liat-liat dulu
Berlian : (memilih-milih baju di
sebuah butik) ehhh copeett anjirr..copet..copet
Ihsan : (lari mengerjar
copet)
Berlian : (ikut lari di belakang
ihsan).
Satpam : woyyy berhenti lu
Pencopet : minggir-minggir awas (sambil
nodong pisai kea rah semua lorang yang ikut lari mengejar dia)
Ihsan : Hee sialan buang tu pisau
Satpam : Turunkaan pisaunya apa saya akan melaporkan kepolisi?
Pencopet : Mundur gak kalian semua (tetap menodong pisau )
Ihsan : Balikin tas nya!!!!
Pencopet : tas ini sudah di tangan saya, berarti ini
tas milik saya
Berlian : Hheh kurang ajar, jangan ngaku-ngaku, ini tas miliku.
Jelas-jelas lu ambil dari tangan gue
Pencopet : (langsung monodongkan
pisau di leher berlian ) kalau lu
semua berani deketin gua, hehh melayang nyaw2a nih cewek. Heh lo satpap sampek
lu lapor polisi awas aja.
Ihsan : (langsung memukul pencopet
dan mengambil pisau yang ditodong ke leher Berlian).
Pencopet : Heh gila lu, mau mati ya???
Ihsan : Lu yang gila, mundur.. mundur .. cepet mundur. Kembalikan
tasnya, atau gua telepon polisi.
Satpam : kembalikan gak?
Pencopet : iya…iya nih (lari
ketakutan )
Satpam : Lain kali hati-hati ya mbak, mas. Orang itu memang sering
datang kesisi, ini tidak pertama kalinya. Mungin dia habis keluar dari tahanan.
Iksan : Baik pak, terimakasih ya pak
Berlian : (lari
dan memeluk Ihsan )
Ihsan : Kamu todak apa-apa kan? (memeluknya kembali dan mengelus kening
Berlian )
Berlian : Iya tidak apa-apa kok aku. Terimaksih
ya
Ihsan : Ya ini emang sudah menjadi kewajibanku
untuk menjaga kamu lagi. Aku juga sudah di pasrahin sama ayah kamu. Jadi apapun
yang terjadi aku tetep ada buat kamu
Berlain :
Hmm makasihh banyak ya. Aku semakin yakin kalau kamu emang sudah benaran serius
sama aku
Ihsan
: Kan aku uda bilang dari tadi,
kalau akau ini emang sudah serius sama kamu. Ini kan tiggal nunggu kamunya
bagaimana. Siapa sama aku akpa tidak
Berlian : Iya iyaa aku siap kok sma kamu, akpan
aja dan dimana aja. Aku juga bakla nrima kamu apa adanya
Ihsan : Tuhkan makin sayang banget kalau kamu
bilang gini ke aku
Berlian : Apa lagi aku, tambahh sayang pakek
banget.
Ihsan
: Yaudah sekarang tuan ratu mau
kemana? Lanjut belanja, atau makan? Atau pulang?
Berlian : Ya makan dong, laper habis kejar-kejar
copet (tertawa bersama dan jalan mancari
makan)
Ihsan : Baik ratuku…
Berlian : (sangat bahagia)
ADEGAN 7
AKHIRNYA
MEREKA SETALAH SEBULAN BERLALU, TANPA BERPIKIR PANJANG, MEREKAPUN BERTUNANGAN.
DAN TAK LAMA SETELAH BERTUNANGAN AKHIRNYA MENIKAH.
Ihsan : Halo, ini kami mau bernagkat dari rumah,
bersama keluar-keluarga
Berlian : okee , hati-hati. Entah kenapa
pikiranku sangat cemas
Ihsan : Sudah lah jangan dipikir, di bawa
santai aja
Berlian : Iya-iya siap
Ihsan : Ini sudah di perjalanan menuju
rumahmu
Berlian : iyaa-ita, jangan matikan telepon nya ya. Aku sangat takut.
Di bawah tamu undangan sudah datang semua
Ihsan : Kamu jangan tegang, tenag aja
Berlian : Groi taukk, udah ceptan, jangan ssampai telat
Ihsan : Siap istriku sayang
SETELAH
TAK LAMA KEMUDIAN AKAHIRNYA SEROMBONGAN KELUARGA IHSAN SAMPAI DI RUMAH BERLIAN.
AKHIRNYA PERNIKAHANPUN DIMULAI
Ihsan : Saya terima nikah dan kawinya Berlian Anjas Putri binti
Hendra Lukmansyah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai
Biografi penulis
Penulis
bernama Anggi yuwantika. Penulis kani ini masih menempuh mendidikan S1
Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang. Penulis memang
dari dulu memiliki hobi yaitu menulis. Dari menulis puisi, cerpen, teks drama.
Dengan adanya teks drama ini semoga para membaca bisa menilai kekurangan dan
kelemahan cerpen tersebut. Terimaksih
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi