NASKAH DRAMA LALU KABUR
LALU
KABUR
Karya Muhammad Fahmi
Amrullah
·
Tokoh : Udin (berperan sebagai tokoh utama)
Laura (berperan sebagai tokoh sampingan teman
Udin saat SMA)
Ibu Kos (berperan sebagai tokoh pembantu)
Pegawai Depan (berperan sebagai tokoh
pembantu)
Pegawai Belakang (berperan sebagai tokoh
pembantu)
Kasir (berperan sebagai tokoh pembantu)
Koki (berperan sebagai tokoh pembantu)
Tukang Sampah (berperan sebagai tokoh
pembantu)
Pacar Laura (berperan sebagai tokoh pembantu)
Sekuriti (berperan sebagai tokoh pembantu)
·
Sinopsis
:
Udin merupakan anak kos yang telat sudah
telat membayar uang bulanan kosnya. Ibu kos Udin yang galak selalu menagih tiap
bertemu dengan Udin, namun dasar Udin meskipun sudah memiliki uang tetapi tidak
segera ia bayarkan malah ia pakai untuk makan. Sewaktu makan Udin tidak sengaja
bertemu Laura, teman SMA-nya dulu yang sempat ia taksir, Udin pun girang bukan
main. Lalu Udin ingin membayari makan Laura untuk modus ingin dekat dengannya setelah
dahulu cintanya tak digubris. Lalu di tengah makan Laura pergi ke kamar mandi. Di
saat itulah Udin merogoh saku untuk mengambil dompetnya. Nahas ternyata
dompetnya tertinggal, Udin pun panik bukan main. Segera Udin mencoba kabur dari
restauran itu untuk kembali ke kosnya dan mengambil dompetnya setelah sempat
kejar-kjaran dengan pegawai restauran karena mencurigakan. Sialnya, setelah
sampai di kos ia kembali kejar-kejaran dengan ibu kosnya namun Udin selalu
berhasil lolos. Setelah mengambil dompetnya ia segera menuju ke restauran,
namun di sana ia cekcok dengan pacar Laura karena dikira ingin menggoda Laura,
ia juga tertangkap basah oleh pegawai restauran yang tadi mengejarnya. Sial
bagi Udin, Ibu Kosnya pun ternyata tetap mengejar Udin higga sampai ke
restauran tersebut. Alhasil Udin pun menjadi bulan-bulanan oleh mereka semua.
BABAK
I
PADA
SUATU MALAM DI SEBUAH KOS-KOSAN DI DALAM GANG
Adegan
I
UDIN
PULANG KE KOSNYA MENGENDARAI SEPEDA BEBEKNYA SAAT MALAM SUDAH LARUT, IBU KOS
YANG MENGETAHUINYA SEGERA MENYEMPROT UDIN. IA JUGA INGIN MENAGIH UANG KOS BULAN LALU YANG BELUM
UDIN BAYAR.
UDIN
(datang mengendarai motor)
(Mematikan
motornya lalu memarkir motornya di samping kos)
IBU
KOS (tiba-tiba muncul)
Udin!
Malam-malam baru pulang! Kelayapan terus!
Dari
mana hah!? Pacaran? Iya?! Uang kos belum bayar udah pacaran-pacaran!
UDIN
(kaget)
Oh
enggak bu, anu, apa, lha wong tadi
itu ngerjain tugas sama temen bu, makanya sampe malem
IBU
KOS
Gak
usah banyak alasan! Sini, bayar uang kosnya!
UDIN
Ya
ampun bu, udah malem lho, yowes besok wes ya, udin bayar, besok pagi mau ke ATM
oke?
IBU
KOS
Kamu
nggak usah main-main sama ibu ya, kemaren kamu juga bilang gitu tapi ga
bayar-bayar kan?!
UDIN
Yaudah
bu udah ya jangan marah-marah terus, besok Udin bayar kok, oke
(Udin
masuk ke kamarnya meninggalkan Ibu Kos di luar)
IBU
KOS
Udin!
Adegan
II
KEESOKAN
HARINYA SAAT UDIN BANGUN TIDUR. UDIN MERASA PERUTNYA SANGAT KERONCONGAN
UDIN
(bangun tidur perutnya berbunyi)
Duh
laper (sambil memegang perutnya)
Nyari
makan ah (membuka pintu lalu pergi ke luar kamar)
IBU
KOS (sedang menyirami tanaman dan memergoki Udin)
Udin!
Sini bayar! Kamu kemarin bilang mau bayar sekarang kan!
UDIN
(kaget)
Eh
ibu hehe (nyengir)
IBU
KOS
Nggak
usah senyam-senyum! Kamu mau ke mana ha!?
UDIN
Enggak
ini, apa, mau mandi bu, terus baru ke ATM
IBU
KOS
Nggak
usah mandi! Nggak boleh mandi kalo belum bayar!
UDIN
Aduh
bu, ya mandi dulu tho biar seger
IBU
KOS
Nggak
uboleh mandi kalo belum bayar!
UDIN
Lha
terus gimana bu?
IBU
KOS
Ya
ambil uang sana di ATM, katanya mau ambil uang?
UDIN
(masuk ke kamarnya lagi)
Aduh piye iki (menggaruk kepalanya) Sebener
e udah ada uang tapi kok eman-eman kalo buat bayar
(melihat
ke jendela) Nahh lewat jendela kan bisa
UDIN
KELUAR LEWAT JENDELA KAMARNYA LALU BERJALAN KAKI MENUJU KE RESTAURAN SEBERANG
GANG KOSNYA
Babak
II
UDIN
MASUK KE RESTAURAN
Adegan
I
UDIN
MENGAMBIL MAKANAN PRASMANAN DI RESTAURAN DAN BERJALAN KE PEGAWAI RESTAURAN DI
UJUNG ETALASE
UDIN
(Sambil
membawa sepiring makanan) Berapa mbak?
PEGAWAI
DEPAN
(Memberikan
nota) Bayarnya nanti ya mas, terima kasih (tersenyum)
UDIN
Oh
iya sama-sama (berjalan menuju meja yang kosong lalu duduk)
LAURA
(kaget tiba-tiba berpapasan dengan Udin teman lamanya)
Udin!?
UDIN
(kaget)
(mengeryitkan
dahi) Loh, Laura? (tersenyum)
Laura
kan? Yang dulu di kelas ga mau duduk di belakang?
LAURA
(tertawa)
iya, kamu udin kan, yang dulu duduk di belakang terus suka tidur?
UDIN
Oh
aku nggak tidur sebenarnya, kebetulan itu sedang mode hemat daya.
LAURA
Haha
ya tolong masak bisa manusia kaya gitu? Emang kamu robot?
UDIN
(meletakkan
jari telunjuk di depan bibir) Hsst.. Jangan bilang siapa-siapa lho
LAURA
Ya
ampun Udin-Udin (tertawa)
UDIN
Hehe,
btw mau duduk di mana? mending disini aja kosong.
LAURA
Oke
disini aja (Sambil duduk)
UDIN
(duduk)
Kamu sendirian ra?
LAURA
Iya
sendiri (sambil makan)
UDIN
Oh,
nggak bareng pacar gitu? hehe (sambil nyengir)
LAURA
Emangnya
kenapa din?
UDIN
Ya
masa cewek cantik kaya kamu ga punya pacar kan ya kayak gimana gitu hehe (tersenyum)
LAURA
Apaan
si din, ituloh makananmu habisin
UDIN
Ehem
Laura perhatian ya sekarang haha (tertawa)
LAURA
Aduh
apa sih, udah kalo makan ga boleh ngomong (risih tetapi tetap mencoba tersenyum)
UDIN
Oh
iya ra, ini biar aku aja yang bayar, itung-itung sama teman lama kan
LAURA
Oh
nggak usah din makasih
UDIN
Loh gapapa ra, ini kan pertama kali kita ketemu setelah lulus dulu, boleh dong aku yang traktir
Loh gapapa ra, ini kan pertama kali kita ketemu setelah lulus dulu, boleh dong aku yang traktir
LAURA
Beneran
kamu mau traktir?
UDIN
Iya
beneran (tersenyum)
LAURA
Eh
iya aku mau ke kamar mandi dulu ya (sambil berdiri)
UDIN
Oh
iya-iya ra, monggo
LAURA
(berjalan
meninggalkan Udin)
UDIN
Aduh
Laura-Laura, tambah cantik ae, dulu
aku boleh gagal dapetin hatinya, sekarang harus berhasil (sambil menatap ke
atas mengangguk-angguk)
UDIN
(merogoh
sakunya kanannya) loh dompetku mana?
(Merogoh
saku kirinya) wadoh dompetku kok gak ada!? (panik)
Owalah
ketinggalan (memegang dahinya)
Gawat
iki, bisa malu aku ke Laura (lesu)
Aku
ambil dompet dulu aja wes ke kos
mumpung Laura masih ke kamar mandi (sambil menoleh ke kanan dan ke kiri)
Adegan
II
UDIN
BERJALAN KELUAR RESTORAN MELEWATI KASIR
KASIR
Mas!
Permisi, bayar dulu ya disini
UDIN
(tercekat)
Oh
iya mbak maaf-maaf hehe lupa (tersenyum)
Anu,
apa, notanya ketinggalan di meja (sambil menunjuk mejanya tadi)
Saya
ambil dulu ya (berjalan menuju meja)
KASIR
Iya
mas, tidak apa-apa
UDIN
(kembali ke mejanya)
Wadih
piye iki, aku lupa kalo harus bayar
dulu kalo mau keluar (bingung)
(melihat
ke sekeliling) Lewat gudang aja wes
coba (berjalan masuk ke gudang)
PEGAWAI
BELAKANG (kaget ada yang masuk)
Mas!
Mohon maaf, selain pegawai dilarang masuk
UDIN
(kaget)
Oh
iya-iya maaf mas, saya kira tadi kamar mandi (keluar dari gudang)
(menutup
pintu)
Lewat
mana lagi ini (semakin panik)
(melihat
sekeliling) Oh apa lewat dapur aja ya? (berjalan masuk ke dapur)
KOKI
(melihat
Udin masuk) Mas! Siapa ya? Maaf tidak boleh masuk kecuali karyawan mas.
UDIN
Oh
anu, saya mau ambil sampah mas (mencoba untuk tidak panik)
KOKI
Ambil
sampah? (bingung)
UDIN
Iya,
saya, saya kan petugas sampah
KOKI
(menghampiri
Udin)
(memandangi
Udin dari atas ke bawah)
Oh
oke, tapi sampahnya kan di luar mas? Kenapa masuk dari sini?
UDIN
Nah
saya petugas sampah baru mas, petugas baru jadi gak tahu hehe (meringis)
KOKI
(mengangguk-angguk)
oh pantesan, sini saya antar ke pintu belakang
(berjalan
di depan Udin menuju pintu belakang)
UDIN
(berjalan
mengikuti Koki sambil tersenyum mengelus dada)
KOKI
(membukakan
pintu) nah tempat sampahnya di sini mas, lewat dari luar seharusnya (sambil
memandan Udin)
UDIN
Oh
iya mas, makasih makasih (sumringah)
KOKI
(melihat
ke depan)
Loh!?
(kaget)
UDIN
(kaget)
Loh
apa mas?
KOKI
Lha
ini sudah ada tukang sampahnya! (menunjuk ke depan)
TUKANG
SAMPAH
(memandang
ke Koki)
UDIN
(Kaget melihat tukang sampah)
(berlari
menabrak Koki yang ada di depannya menuju kosnya)
KOKI
Woi!
(mengejar Udin tetapi kalah cepat)
Adegan
III
UDIN
BERLARI SAMPAI DI KOSNYA DENGAN TERSENGAL-SENGAL, LALU SAAT DI KOSNYA, IA
MENDAPATI KAMARNYA DIGEMBOK DAN ADA SECARIK KERTAS MENEMPEL DI PINTUNYA
BERTULISKAN “BELUM BAYAR TIDAK BOLEH MASUK”
UDIN
Opo maneh iki? (memegang kedua lututnya sambil mengatur nafas)
IBU
KOS (tiba-tiba muncul)
Udin!
Mau kabur ke mana lagi kamu!? Ha!? Sini uangnya! Pergi ke ATM kok lama banget!
UDIN
(kaget melihat Ibu Kos)
(Berlari
ke belakang kosnya dengan cepat)
IBU
KOS
Udin!
(berteriak)
UDIN
(sampai di belakang kosnya)
(Masuk
lewat jendela dan mengambil dompet) Wes-wes..
kalo ini tadi nggak ketinggalan kan nggak jadi gini (sambil mencium dommpetnya)
(Keluar
lewat jendela)
IBU
KOS
(sudah
menunggu dan menghadang udin di sisi belakang kosnya)
Mau
kabur ke mana ha!? Emang dasar kamu ya! Sudah kamu nggak usah kos disini lagi!
(berteriak)
UDIN
(kaget)
(berlari
ke sisi lain belakang kosnya untuk menghindari Ibu Kos)
IBU
KOS
Heh!
Malah kabur!
(mengejar
Udin)
Udin!
Adegan
IV
UDIN
BERLARI DARI KOSNYA UNTUK KEMBALI KE RESTAURAN TEMPAT IA MAKAN, NAMUN DI
HALAMAN DEPAN RESTORAN TIBA-TIBA RAMAI ORANG, IA JUGA MELIHAT ADA LAURA DAN
SEORANG LAKI-LAKI DI SAMPINGYA.
UDIN
(menghampiri
Laura di halaman depan restoran)
Laura
maaf, tadi aku keluar sebentar cari angin tadi, di dalam gerah soalnya hehe
(mencoba tersenyum meskipun tersengal-sengal)
PACAR
LAURA (tiba-tiba menoleh ke Udin)
Oo
jadi kau yang ganggu pacar aku hah!? (memegang kerah baju Udin)
Sok-sok
an mau bayarin tapi malah kabur!? Iya!?
LAURA
Udah
yang (merangkul lengan pacarnya)
UDIN
(kaget
dan menoleh ke arah pacar Laura)
Oh
maaf, sek-sek mas, sampean salah paham mas, aku sama Laura
ini ndak ada hubungan apa-apa kok
(panik)
kan
kita satu sekolahan dulu, terus nggak pernah ketemu tapi tadi kok kebetulan
ketemu gitu loh
PACAR
LAURA
Halah
tak usah banyak alasan kau! Mau macam-macam sama pacar aku kan! (melotot)
UDIN
Enggak
mas sumpah enggak! (memelas dan semakin panik)
KOKI
(memandangi
Udin dari kejauhan)
(menghampiri
Udin)
Oh
sekuriti! Ini orangnya (sambil menunjuk-nunjuk Udin)
UDIN
(bingung
dan menoleh kesana kemari)
SEKURITI
(menghampiri Udin)
Oh
jadi ini orangnya yang ngaku-ngaku jadi tukang sampah (memegang tangan Udin)
Mau
maling kamu ya? (menunjuk wajah Udin) Apa belum bayar tapi mau kabur? Hah?
UDIN
Ya
ampun apasih pak! (melepaskan kerah bajunya dari pacar Laura)
Yang
satu mau mukulin saya (menunjuk pacar Laura) habis itu bapak nuduh saya maling
Ini
maksudnya apasih!?
IBU
KOS
(setengah
berlari menghampiri Udin)
Udin!
Kurang ajar kamu ya! Ibu udah tua kamu suruh lari!
UDIN
(menjatuhkan
diri ke bawah dengan wajah memelas)
Aaaa...!!!
(berteriak menghadap ke atas)
UDIN
DIKELILINGI OLEH SEKURITI, PACAR LAURA, DAN IBU KOS YANG MEMARAHINYA
HABIS-HABISAN, IA HANYA BERTERIAK PASRAH DI BAWAH SEMENTARA YANG LAINNYA
BERDIRI DAN MEMBENTAK-BENTAKNYA.
BIOGRAFI PENULIS
MUHAMMAD FAHMI AMRULLAH,
lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada 26 april 1999. Menempuh pendidikan
kanak-kanak dan dasar di Kota Pekalongan kemudian melanjutkan studi SLTP dan
SLTA di Jombang, Jawa Timur. Lalu melanjutkan jenjang perguruan tingginya di
Universitas Negeri Malang (UM) tepatnya di Jurusan Sastra Indonesia dan
mengambil progam studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah (PBSID)
angkatan 2017.
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi