NASKAH DRAMA LUPA DIRI
Tema : Penyesalan seorang anak yang terjerumus pada
gemerlapya kehidupan kota
Tokoh :
1.Kalya = Cerdas, Pekerja keras, Tamak, Durhaka.
2.Ayla = Sabar, Baik, Bisa menerima keadaan.
3.Ibu= Penyayang, Pekerja Keras.
Lupa
Diri
Oleh : Diajeng Berlian K P
BAGIAN 1
Suasana hening menyelimuti serambi rumah menunggu kehadiran Ibu. Kalya dan
Ayla sama-sama melamun, mereka sibuk memikirkan jalan mereka masing-masing.
Namun tak lama kemudian Kalya mulai membuka suara.
Kalya : Kenapa sih Ay kok wajahmu sedih gitu mulu,
gak ada cerianya sama sekali.
Ayla : Nah kakak sendiri kenapa muram mulu dari
tadi, ngelamun aja. Mikirin apa?
Kalya : Gak ada, kamu kenapa? Sini ceritakan pada
kakak jangan kau pendam semua beban sendiri.
Ayla : Ibu kenapa masih belum pulang ya Kak?
Harusnya kan jam segini sudah waktunya pulang
Kalya : Ay kamu jangan mengalihkan topik pembahasan
deh,kenapa sih? Ada apa sini cerita dong.
Ayla : SPP Ayla nunggak banyak kak, Nanti kalau
sampai ujian semester SPP Ayla belum dibayar jadinya gak bisa ikut ujian diruang
kelas aku. Mau bilang sama Ibu tapi Ayla tak kuasa, sudah banyak beban yang
harus Ibu pikirkan.
Kalya : Jadi kamu sedih karena ini, maafin kakak ya
belum bisa bantu bayarin SPP mu. Doakan Kakakmu ini segera mendapatkan kerja Ay
agar bisa membantu ekonomi keluarga kita. Kakak sudah tak punya hati melihat
Ibu harus kerja seperti itu. Menjadi buruh bersih-bersih dari rumah ke-rumah.
Ayla : Salah ku juga sih aku tak sepintar kakak
jadinya tak bisalah aku dapat beasiswa. Andai saja Ayah masih ada ya Kak, mungkin
semua tak akan sesusah ini.
Kalya : Ayla sudahlah, kamu harus bersyukur dengan
kehidupan ini. Masih banyak yang tak bisa punya kesempatan sekolah sepertimu.
Ayah? Sudah ikhlaskan. Biaran Ayah tenang di surga. Masalah SPP jangan terlalu
dipikirkan, nanti pasti Kakak bantu kalau sudah dapat Kerja.
Ayla : Iya kak. Jangan sampaikan ini pada Ibu ya
kak, nanti malah jadi beban. Ayla gak mau ibu sakit lagi karena banyak fikiran.
Kalya : Iya beres , tapi kamu harus
belajar dengan sungguh” lo ya.
Ayla : Siaaaaaaaap kak ( Mengangkat
kedua jempolnya)
Kalya : Yaudah kakak pergi mau cari wifi gratis dulu
ke kantor desa ya. Hari ini pengumuman tes kerja yg kemarin Kakak tes itu (Beranjak pergi meninggalkan Ayla)
Ayla : Iya kak, semoga saja diterim
ya .
BAGIAN 2
Ibu memasuki rumah sepulang kerja
Ibu : Assalamualaikum
Ayla : Waalaikum salam, Ibuk sudah
pulang?
Ibu :Alhamdulillah sudah nak, mana
Kak Kalya
Ayla : Ada bu, sepertinya masih
diluar mencari wifi gratis.
Ibu : Kakakmu itu cari-cari Wifi
mulu sekarang
Ayla : Kakak bilang hari ini
pengumuman kerja yang kemarin tes itu Bu
Ibu : Iya kah? Semoga saja
mendapatkan hasil terbaik ya Ay.
Ayla : Amiin... Semoga saja
Kalya memasuki rumah
Kalya : Assalamualaikum... Ibukkkkkk.... Ayla..... (Berteriak dengan
gembira)
Ibu+Ayla : Waalaikum Salam
Ibu : Ada apa Kalya kok teriak-teriak gitu, gak
bagus anak cantik teriak-teriak.
Kalya : Baca deh ay, baca deh ini. Aku
lagi seneng Buk
Ayla : Wow selamat Kak, Akhirnya setelah penantian
dan banyak perjuangan
Ibu : Kenapa ini kenapa ?
Kalya : Aku diterima kerja Buk, Hari
senin sudah bisa mulai kerja
Ibu : Alhamdulillah Ya Allah,
Selamat ya Nak.
Kalya : Makasih Ibuk, Ayla. (Memeluk Ibu dan Ayla)
BAGIAN 3
Kalya pergi ke makam Ayahnya seorang diri sebelum berangkat ke kota meninggalkan
desa untuk bekerja.
*Setelah berdoa
Kalya : Ayah.. Akhirnya Yah, Kalya diterima kerja di
perusahaan ternama. Ayah andai saja Ayah masih disini mungkin semua tak akan
begini. Ah sudah semoga ayah bahagia disana. Yah maafin Kalya ya ga bisa jagain
Ibu dan Ayla sepenuhnya lagi, Kalya harus pergi Yah. Kalya harus merubah
keadaan di rumah, demi masa depan Ayla . Demi Ibu. Doakan Kalya Yah, doakan
Kalya bisa sukses. Doakan Kalya bisa membantu keadaan dirumah. Senin Kalya
mulai kerja Yah. Besok Kalya berangkat ya Yah, Nanti kalau libur Kalya akan
pulang . Doakan Kalya, Yah. ( Dalam hati)
BAGIAN
4
Kalya berpamitan kepada Ibu dan Adiknya untuk pergi kerja ke Kota, ingin
merubah nasib adalah ambisinya.
Kalya : Ibuk... Akhirnya penantian panjang ini telah usai. Kalya sudah bisa
kerja Buk, di perusahaan ternama. Terima kasih Buk untuk segala doa dan
dukungannya. Kali ini izinkan kalya pergi merubah nasib keluarga kita. Doakan
kalya sukses Buk, nanti Kalya akan mengirimkan uang untuk Ibuk dan Ayla setiap
bulan.
Ibu : Kalya anakku... doa Ibuk untukmu tak
pernah terhenti. Dimanapun kamu berada doa Ibuk selalu mengiringi. Pergilah
Nak, kejar mimpimu. Jangan lupakan Ibu dan Adikmu, selalu beri kabar dan jangan
lupa pulang Nak.
Kalya : Baik Bu... Ayla jadilah anak yang baik
dirumah, jaga dan bantu Ibu. Sekolah yang rajin. Doakan kakak bisa bekerja
dengan baik agar dapat membiayai sekolahmu ya.
Ayla : Iya Kak, Ayla akan belajar
yang rajin agar bisa seperti Kakak.
BAGIAN
5
Kalya : Buk Kalya berangkat ( Mencium
tangan dan memeluk Ibunya)
Ibu : Hati-hati Kalya (Membalas
pelukan Kalya)
Kalya : Ayla kakak pergi dulu ya
(Memeluk Ayla)
Ayla : Iya kak Hati-hati (Membalas
pelukan Ayla)
Kalya : Assalamualaikum Kalya berangkat Buk,Ay
Ibu + Ayla : Waalaikum salam (Melambaikan tangan)
BAGIAN
6
Ibu dan Ayla masih berdiri di serambi rumah melepas kepergian Kalya.
Ayla : Semoga kakak lancar ya Buk kerjanya, biar
bisa bantu bayar uang SPP Ayla yang udah nunggak banyak.
Ibu : Iya ay, semoga saja begitu. Maafkan Ibuk
ya gak bisa kasih kamu yang terbaik, belum bisa bayar uang SPP Ayla.
Ayla : Buk ndak papa, Maafkan Ayla yang selalu
merepotkan ini. Maafkan Ayla Buk tak bisa seperti Kakak dapat beasiswa terus
sejak masih SD. Ayla memang tak sepintar itu.
Ibu : Ayla kamu tidak merepotkan sama sekali
Nak, sudah tanggung jawab Ibu memenuhi kebutuhanmu. Maka dari itu kamu harus
belajar yang rajin ya agar bisa mendapat beasiswa seperti Kakak.
Ayla : Baik Bu, Ayla akan belajar
dengan baik.
BAGIAN
7
Selama dikota Kalya tidur di kamar kos yang kecil dan sempit. Hal ini dia
lakukan karena ia tak membawa banyak bekal uang saku untuk kehidupannya di
kota. Bahkan hari ini Kalya harus pulang kerja dengan kondisi kelaparan.
Kalya : Mau bagaimana lagi, hidup memang begini ya.
Tak ada yang semulus jalan tol. Uangku ini bisa kubelikan makan tapi mungkin
besok aku mati kelaparan. Duh semangat dua hari lagi gajian. Hari ini puasa dan
minum air putih dulu saja. (Meneguk air putih di botol plastik)
BAGIAN
8
Akhirnya hari yang ditunggu tiba, Gaji pertama Kalya keluar.
*Di dalam kamar kos
Kalya : Alhamdulillah akhirnya gaji pertamaku keluar
juga. ( Memegang uang ditangannya)
Kalya : Sepertinya besok hari sabtu aku harus pulang
memberikan uang ini untuk Ibu dan mencicil hutang dan membayar sekolah Ayla.
Kalya : Tapi perutku lapar, aku beli
makan saja dulu sekarang (Pergi keluar)
BAGIAN
9
Kalya tiba dirumah dengan tujuan memberikan gaji pertamanya untuk kebutuhan
Ibu dan Ayla.
Kalya : Assalamualaikum.... Ibuuuuu...
Ayla.... Kalya pulang.
Ibu : Waalaikum salam... Kalya kamu
pulang nak?
Kalya : Iya bu, Ayla mana? ( Menjabat
tangan ibu dan memeluknya)
Ibu : Masih mandi. Bagaimana pekerjaanmu? Aman
kah? Kamu nyaman dengan pekerjaanmu?
Kalya : Alhamdulillah Buk, Kalya nyaman. Maaf ya Bu,
Kalya baru bisa pulang sekarang abis nunggu gajian hehe
Ibu : Jangan terlalu memaksakan pulang Nak, jika
memang tidak bisa. Fokuslah pada pekerjaan mu dulu.
Kalya : Tapi Kalya sudah rindu Ibu dan
Ayla
Ibu : Benarkah? Ibu juga merindukanmu. Jadi apa
hari ini libur sehingga kau bisa pulang?
Kalya : Iya bu, Sabtu dan Minggu
kantorku memang libur.
Ibu : Syukurlah jika memang begitu, kau jadi
bisa pulang. Tapi jangan terlalu dipaksakan ya Nak.
Kalya : Tidak Bu, Tidak.
*Ayla keluar selesai mandi
Ayla : Kakaaaakkk, sudah pulang
ternyata ( memeluk Kalya)
Kalya : Hey tentu saja, Kakak rindu
pada adikku yang sungguh lucu hehe
Ayla : Ahhh kakak apa sih hmmmm
(Cemberut)
Ibu : Jangan cemberut Ayla nanti
wajah lucumu hilang
Ayla : Ibuuuuuuuuu
Kalya : Kemarin aku sudah mendapatkan
gaji pertamaku Bu, Ay.
Ibu : Alhamdulillah Ibu turut ikut
senang ya Nak.
Ayla : Asiiiikkkk sepertinya aku
akan di traktir makan nih hehehe
Kalya : Sudah kita makan bersama saja
dirumah, biar makin hemat hehe.
Ayla : Yah kakak (kecewa)
Kalya : Ayla lebih baik uangnya kita pakai untuk
mencicil hutang, dan mencicil tunggakan SPP mu. Nanti kita rayakan rasa syukur
ini dengan makan bersama dirumah. Kita masak bersama lalu makan bersama.
Ayla : Yeayyy SPP ku akhirnya
dibayar jugaa (Senang)
Ibu : Kalya itu gaji pertamu sebaiknya
gunakanlah untuk keperluanmu, biar urusan rumah dan sekolah Ayla menjadi
tanggung jawab Ibu.
Kalya : Bu... Mulai sekarang tanggung jawab rumah
juga tanggung jawab Kalya. Ibu tenang saja, tak akan kubiarkan ibu berjuang
seorang diri.
Ibu : Kalya ttak seharusnya kau
seperti ini
Kalya : Tak apa Ibu, tak menjadi beban bagi Kalya.
Ayla besok kau bayar tunggakan uang SPP mu itu. Ibu juga besok bayar hutang di
warung ya agar Ibu bisa hidup dengan tenang.
Ayla : Makasih Kakak
Ibu : Kalya terima kasih
Kalya : Sama-sama ( Berpelukan dengan
Ibu dan Ayla)
BAGIAN
10
Pada suatu sore sepulang kerja di depan pintu. Kalya duduk dengan kondisi
tubuh lelah. Ia pulang dengan membawa banyak belanjaan yang berisi barang-barang
high-end. Uang yang ia dapatkan dari hasil bekerja semua ia habiskan untuk
membeli barang-barang high-end tanpa ingat Ibu dan adiknya. Tiba-tiba suara
telpon berdering dengan nama Ayla.
Kalya : Hai ay, kenapa?
Ayla : Kakak kok gak pernah angkat
telfon ayla?
Kalya : Duh maaf ay, Kakak sibuk
banget sekarang ini
Ayla : Kak, kakak pulang dong. Ibuk
kangen Kakak
Kalya : Ay kakak kan kerja, lagi sibuk banget. Masih
gak bisa pulang hmmmm.
Ayla : Tapi ibuk kangen sama Kakak.
Kalya : Udah deh Kakak lagi sibuk nih, mau tidur dulu (mematikan telepon
secara sepihak)
Bagian
11
Kondisi di rumah.
Ibu :Gimana Ay, kakak mau pulang
gak (Dengan suara lemah)
Ayla : Belum bisa Bu, Kakak masih
sibuk sama kerjaan
Ibu : Yaudah gapapa (Menyimpan raut
sedih)
Ayla : Ibuk yang sabar ya (Memeluk
Ibu)
Bagian
12
Sementara itu Kalya sedang meresapi arti telepon dari adiknya tadi.
Kalya : Duh ngapain Ayla telepon-telepon mulu, bikin
ribet aja. Gak suka kali ya liat orang bahagia dikit. Ibu juga ngapain lebay
banget, baru ditinggal bentar udah kangen-kangen aja (Wajah geram)
Bagian
13
Semakin hari kondisi Ibu semakin lemah tapi Kalya tak kunjung pulang,
sedangkan Ayla tak punya cukup uang untuk membawa Ibu berobat.
Ayla : Sebenarnya aku tak mau berburuk sangka.
Mungkin kah Kak Kalya sudah terhasut oleh gemerlap kehidupan kota, sehingga
lupa bahwa ada aku dan Ibu yang berharap kepulangannya.
Ayla : Hari makin hari kondisi Ibu makin
melemah.Aku tak bisa apa-apa, selain menunggu keajaiban membawa kak Kalya
datang pulang dengan sejumlah uang.
Ayla : Tapi bagaimana aku bisa memberi tau Kakak
jika telepon saja tak pernah ia jawab. Melalui doa yang kupanjatkan setiap
hari, aku berharap kakak bisa datang kesini.
Bagian
14
Ibu : Ayla maafkan Ibu, belum bisa
membahagiakanmu
Ayla : Ibu...dilahirkan didunia dari rahim seorang
manusia berhati malaikat seperti Ibu sudah menjadi hal yang paling bahagia
bagiku.
Ibu : Tidak Ayla, Ibu belum bisa menjadi yang
terbaik untukmu. Kini sepertinya Ibu sudah tak bisa lagi menahan rasa sakit
ini. Ay.. Jika saja Ibu Pergi tolong jaga dirimu baik-baik. Sampaikan pada Kak
Kalya bahwa Ibu amat menyayanginya dan berikan permintaan maaf Ibu padanya
karena telah gagal menjadi orang tua yang bisa mengantarkan pada sebuah
bahagia. (dengan suara lemah dan tersendat-sendat)
Ayla : Ibu apa yang Ibu bicarakan ?? Ibu sudah
menjadi Ibu terbaik bagi Ayla dan Kak Kalya. Jangan tinggalkan Ayla Buuuuu....
Jangan. (Memeluk tubuh Ibu yang mulai melemah)
Ibu : Ay I....Bu.... Per..gi...
Ayla : Ibuuuuuuuu ( Jeritan dan
suara tangisan Ayla memcahkan suasana kelam kali itu)
(Tanpa menunggu lama Ayla langsung meraih ponsel untuk memberitahukan kabar
buruk ini pada Kalya)
Ayla : Kak pulang kak pulang
(Suaranya bergetar dan air matanya bercucuran)
Kalya : Ay kenapa??? Ada Apa???
(dengan suara panik)
Ayla : Pulang kak.. Ibu pergi kak
(diiringi tangisan)
Kalya : Iya ay pergi kemana Ibu..
Kemana ???
Ayla : Pergi dari dunia kak (
suaranya bergetar)
Kalya : Ayla.. jangan bercanda deh,
gak lucu (Tak percaya)
Ayla : Kak pulang kak, Ibu meninggal
dunia
*Kalya terkejut hingga ponselnya jatuh dari genggaman. Kakinya melemas,
tubuhnya kehilangan daya. Air matanya turun deras berteman dengan sesal yang
tak akan bisa ia lupakan.
Kalya : (Menangis tersedu-sedan) Bagaimana mungkin
aku gagal menjadi anak yang baik. Betapa durhakanya aku. Bahkan hingga Ibu
pergi aku tak pernah sedikitpun perduli.
BAGIAN
15
Kalya : Ayla mulai hari ini kakak janji akan selalu
ada disampingmu, Kakak janji akan selalu menemanimu, tak akan kubiarkan engkau
sendiri. Maafkan kakak Ay, atas segala salah kakak hingga Ibu pergi. Semua
salah kakak.
Ayla : Tidak kak, kakak tidak bersalah. Hanya saja
mungkin tuhan mentakdirkan Ibu hidup hanya sampai disini saja. Kakak jangan
menyalahkan diri sendiri, tak ada yang salah. Yang terpenting dimulai sejak
hari ini mari kita mulai semua dari awal lagi, anggap segala hal menyakitkan
tak pernah terjadi. Kita bangkit bersama-sama Kak.
(Saling berpelukan)
----TAMAT---
BIOGRAFI
Diajeng Berlian Kiki
Pawestri, Lahir di
Pasuruan pada tanggal 11 September 1999. Saya tinggal bersama orang tua saya di
Pasuruan. Saat ini saya tengah menempuh pendidikan di jurusan Sastra Indonesia,
Universitas Negeri Malang.
Pendidikan formal yang pernah saya tempuh yaitu lulus
tahun 2011 dari SDN Cowek I. Saya lulus tahun 2014 dari SMPN 1 Purwodadi. Menyelesaikan
jenjang pendidikan SMA pada tahun 2017 di SMAN 1 Purwosari.
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi