NASKAH DRAMA "MANUSIA-MANUSIA GILA"




MANUSIA-MANUSIA GILA
oleh : Adelia Drajat Kusuma

Bagian Pertama
(DI DALAM PENJARA)
(TERDENGAR SUARA TERIAKAN DAN BAKU HANTAM DI DALAM PENJARA)

(LALU LAMPU HIDUP. DARI LUAR PANGGUNG, MASUKLAH BEJO DAN SATU POLISI YANG AKAN MEMBUKA BORGOL BEJO, BEJO YANG BARU SAJA MASUK TERHERAN-HERAN DAN SEDIKIT KETAKUTAN KARENA MELIHAT PERKELAHIAN ANTARA BAHAR DAN TOLE SEDANGKAN PAK POLISI TIDAK BERTINDAK APAPUN.)
Bahar:
kau itu disuruh nurut ya nurut! Jangan memberontak! (sambil memukuli Tole)

Tole:
Ampun.. ampunnnnnnn!

Bejo:
Pak, itu ada yang berkelahi. Pak…pakk…
(Bahar yang mendengar teriakan Bejo langsung menyudahi pukulannya)

Bahar:
Ah penghuni baru rupanya. Tidak apa, masuklah.

Bejo:
tapi… (sambil melihat Tole yang babak belur)

Bahar:
Dia memang sedikit gila, pukulan dariku saja yang mampu menyadarkannya. Sudah tidak apa.

Tole:
(Tertawa cekikikan)

Bahar:
Lihatlah, dia memang gila! Sudah biarkan, sini duduklah. Mari berkenalan. Namaku Bahar.


Bejo :
Namaku Bejo, mas.


Bahar :
Bejo? HAHAHA Hidupmu tak sebejo namamu ternyata


Bejo:
Lalu siapa orang gila itu?


Bahar:
Dia itu namanya Tole


Bagian Kedua

(MASUKLAH ENOL DAN KARYO, NARAPIDANA YANG JUGA SATU SEL DENGAN BAHAR DAN TOLE)


Enol:
Gila, baru kali ini aku merasakan nikmat. (masuk panggung dengan keadaan setengah mabuk dengan ditopang oleh Karyo)


Karyo:
Haduh, kowe iki kalau gak kuat ya jangan diteruskan. Mesakne kancane!


Enol:
Diam kau Yok! Kamu itu pecundang lebih baik diam! Kamu tidak tahu rasanya nikmat itu bagaimana. Aku sudah lama tidak merasakannya semenjak aku mendekam di TPA ini yang isinya hanyalah sampah-sampah sepertimu. Aku ingin pulang. (menangis lalu tertawa)

Bahar:
Ah yang satu sudah diam, kunyuk satu ini malah berulah! Hei Enol! Tutup mulutmu atau kau mau babak belur seperti Tole?


Enol:
Sampah satu ini selalu ingin menang sendiri! Kau kira aku takut denganmu? Gila! Jangan berlagak pemimpin kau! Cuih! Buka topengmu itu Bahar!

Bahar:
kau ingin cari gara-gara denganku ya! (Bahar memegang kerah baju Enol dan hampir saja memukulnya tetapi Karyo langsung menyadarkannya)

Karyo:
Wis, Bang. dia sedang mabuk maklum bocah e gendeng! (sambil melerai Bahar dan Enol)

(KARYO HENDAK MENIDURKAN ENOL TETAPI ENOL MELIHAT BEJO YANG KETAKUTAN DI POJOK SEL)

Enol:
Aku ingin pulang. Aku ingin bertemu istriku. Aku ingin … (melihat Bejo yang sedari tadi mojok di sudut sel) KAU! Siapa kau? Penghuni barukah dia?

Bahar:
Jangan macam-macam dengannya! Ia adalah penghuni baru!

Enol :
Halo, siapa namamu manusia? HAHAHA

Bejo:
Namaku Bejo

Enol:
Hei Karyooo!!!! Namanya kampungan sepertimu! HAHAHAHA

Karyo:
Masio kampungan, namaku ini adalah doa dari orangtuaku! Jangan ngawur kamu!

Enol:
Heh Bejo namaku Enol, Jo. Kita adalah teman, teman ya Jo, teman.
(lalu tertidur)

Karyo:
Namaku Karyo.
(menghampiri Bejo)

Bejo:
Karyo. Bagaimana dia bisa mabuk? Bukannya disini tidak boleh minum-minuman keras?


Karyo:
ah asalkan ada duit apapun dapat dibeli!


Bejo:
ah benarkah itu?


Bahar:
Ya! Kau dapat membeli apapun disini, kecuali keluargamu! Dengan uang
kau akan dengan mudah mengakses segalanya!


Bejo:
Segalanya? Segalanya gimana?


Bahar:
Toleeee! Aku ingin mandi, ayo ikut denganku!


Bejo:
Malam-malam begini?


Bahar:
Ya! Aku terbiasa mandi malam-malam. Karyo! Kau temani anak baru ini!
Jangan tidar tidur mulu kau!


Karyo:
Aku maneh aku maneh. PEH! Kene Jo. Daripada aku sing kena marah.
(menyulut rokok yang ia ambil dari saku celananya.)


Bejo:
kau juga punya banyak uang mas?

Karyo:
PEH! satu sel ini adalah orang kaya!

Bejo:
Tole?


Karyo:
LOH! dia yang terkaya! Jangan salah!


Bejo:
bukannya dia sedikit gila?


Karyo:
gila tapi kaya


Bejo:
kau dapat uang darimana? Kau menjual sesuatu? 


Enol:
dari kau!


Karyo:
HAHAHAHA kubam!


Bejo:
Aku?

Karyo:
HAHAHA sudah biarkan saja pemabuk itu! Ah ya, kau masuk sini karena apa?

Bejo:
Mencuri. Mencuri barang berharga milik tetanggaku.


Karyo:
Ah itu bukanlah suatu hal yang patut kau sesali. Bukankah berbagi itu indah? Jika tetanggamu mati kelaparan sedang kau bergelimang harta lalu yang seharusnya tak tahu malu siapa? 


Bejo:
benar juga, aku tidak menyesali perbuatanku. Dia terlalu kaya sedang aku terlalu miskin bukankah dengan kucuri sedikit hartanya tidak memengaruhi kekayaannya. Ia juga tidak akan jatuh miskin. Dasar manusia, selalu rakus dan merasa kurang.

Karyo :
Manusia memang seperti itu, menumbalkan manusia lain untuk kepentingannya sendiri. (sambil menyodorkan rokok)


Bejo:
Aku juga termasuk tumbal bukan? (mengambil rokok dan menghisapnya lalu Bejo terbatuk-batuk) Rokok apa ini? Aku tidak pernah merasakannya sebelumnya.


Karyo :
itu rokok lintingan, kulinting sendiri dengan tembakau pilihan kesukaanku. Hisap saja pasti nikmatnya perlahan muncul.


Bejo:
Bagaimana kamu dapatkan benda semacam ini?


Karyo:
kiriman dari keluargaku, kusuruh mereka menyelundupkannya. Karena aku tidak bisa hidup tanpa lintingan ini. Bagaimana dengan keluargamu selepas kau pergi?


Bejo:
Entahlah, pasti lebih sengsara hidup mereka. Istriku sangat cantik jelita dan ia sabar merawat anakku yang masih kecil sekali, Har. Sebenarnya aku benar-benar tidak tega meninggalkan mereka. Jika aku mencuri uang, harapku adalah mereka bisa hidup bahagia dan tercukupi kebutuhannya tapi malah kesengsaraan yang mereka dapat. Mereka nelangsa memikirkan masa depan, sedang aku terlalu antusias hidup di masa kini. Egois benar aku ini.

Bahar:
persetan benar tetanggamu itu!  Ia sama sekali tidak menengok anak dan istrimu barangkali hatinya terbuat dari batu. Harusnya ia iba dan memaafkanmu bukan malah menjebloskanmu dalam ruang sempit ini. Berapa yang kau curi?

Bejo:
Aku hanya mengambil belasan juta saja dan kalung emas milik istrinya.

Bagian Ketiga
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN BAHAR DAN TOLE DATANG

Bahar:
Ah yang benar saja kau, jelas saja kau dimasukkan dalam penjara. Yang kau curi tidak tanggung-tanggung. Perhiasan milik istrinya kau curi. Jangan cari masalah dengan wanita. Kau curi secuil saja habislah kau!

Karyo:
Ah orapopo sik luwih akeh wakil rakyat yen maling, wis radue isin, ora di penjara, ora sengsara, wis maling triliunan jek iso ndrengas ndrenges maneh. Behhh makmur pol. Coba lek kene seng diwawancara ndrenges sitik sadok.

Bahar:
Halah-halah mulutmu Yoo Karyo kamu sebelum masuk sinikan juga suka pakai jalan belakang biar cepet keluar. Itu cikal bakal tikus. Jangan sok! Masih bagus kamu masuk penjara biar sadar!

Karyo:
Lohhh ya jelas buedooooo noo… saya kan…

Bahar:
Halah terserah kau dah

Enol:
AHHHHHH..BERISIK!
(Enol terbangun dan meneriaki mereka)

Bahar:
Kau makin lama makin kurang ajar! Bangun kau! Bangun!

Karyo dan Bejo:
Sudah.. sudah mas sudah

Penjaga:
Ada apa ini berisik-berisik! Bisa diam tidak kalian. Bahar kau ini yang tertua harusnya emosimu lebih stabil! Sini kau!
(berbisik) mana jatahku? Aku sedang butuh

Bahar:
Barangku belum juga datang kau sudah minta jatah! Gila!

Penjaga:
Ini obat dari doktermu katanya untuk penenang agar jantungmu tak lagi sakit (MEMBERIKAN TEMPAT OBAT YANG IA SELIPKAN DI KAKINYA)


Bahar:
Terima kasih aku akan segera sembuh.
 (MENYODORKAN UANG KEPADA PENJAGA)

Penjaga:
Hei penghuni baru! Kau juga sepertinya sedang sakit. Minumlah obat itu!
 (LALU PENJAGA MENINGGALKAN PANGGUNG)

Bejo:
Aku? Sakit? Aku masih waras.
Bahar kau sakit?

Karyo:
Semua di dalam sel ini adalah orang sakit Jo.

Bejo:
Kau juga?

Karyo:
Iyo aku juga sakit, kau juga akan segera sakit.

Bejo:
Bukan hanya Tole yang sakit?

Bahar:
Sakitku, sakitmu dengan Tole berbeda

Bejo:
Aku tidak paham. Lalu obat ini untuk apa?

Bahar:
Ini hanya penenang Jo, biar kau tidak mudah lepas kendali berada di sel sempit tanpa ventilasi bersama sampah-sampah ini. Cobalah kau juga akan tenang!
 (IA MEMBUJUK BEJO SAMBIL MENEGUK BEBERAPA OBAT)

Karyo:
Enol tangi nol, obate wis teko (sembari meneguk obat satu demi satu)

OBAT YANG MEREKA BAWA ADALAH NARKOBA JENIS BARU DIMANA SETIAP PENGGUNA  AKAN MENDAPAT EFEK TIDAK DAPAT MEMBEDAKAN MANA YANG MIMPI  DAN MANA YANG KENYATAAN. OBAT INI JIKA TERUS MENERUS AKAN BERAKIBAT TERGANGGUNYA MENTAL DAN PSIKIS PENGGUNA LALU PERLAHAN MEMBENTUK JIWA PSIKOPAT PADA DIRI PENGGUNA

Enol:
Terbangun lalu segera meneguk beberapa obat dan kembali tidur

Bahar:
(Memberikan obat kepada Tole) Tole, ini juga obatmu. Kau butuh banyak karena kau gila hahahaha

Bejo:
Ini aman?

Bahar:
Kau lihat sendiri, penjaga yang memberikannya. Kau minum dua saja. Lalu tidurlah

Bejo:
Baiklah, aku juga sedang cemas memikirkan keluargaku di rumah.

Karyo:
Minum dan segeralah tidur.

(TIDAK LAMA KEMUDIAN MEREKA SATU PERSATU TERTIDUR)
LAMPU TERLIHAT BIRU, SETENGAH SADAR BEJO TERBANGUN DENGAN MELIHAT TOLE YANG DIBUNGKAM MULUTNYA DENGAN KAIN, DISIKSA OLEH BEJO LALU KARYO DAN ENOL YANG TERTAWA TERBAHAK-BAHAK MENYAKSIKAN PENYIKSAAN ITU.

Bejo:
Apa yang kau lakukan kepada tole? Hei! Jawab! Apa aku sedang bermimpi

Karyo:
Ya sepertinya kau sedang bermimpi. HAHAHA

Enol:
Duduk sini lalu minumlah ini!

(TANPA BASA-BASI BEJO MEMINUMNYA SEKETIKA PINGSAN)
BLACK OUT

Bagian Keempat

LAMPU MENYALA DENGAN BEJO YANG TERIKAT DAN JUGA TERBUNGKAM

Bahar:
Mimpi ini bukankah yang paling buruk Bejo? HA HAHA

Tole:
Aku akan punya teman gilaaa. HA HA HA!

(PERLAHAN BEJO DIDEKATI OLEH BAHAR LALU MULAILAH AKSI BAHAR MENYETUBUHI TUBUH BEJO. BEJO YANG MULUTNYA TERSUMPAL TIDAK DAPAT BERTERIAK KENCANG)

Enol:
Nikmati saja Jo! Ini mimpi buruk yang telalu indah bukan. Jangan dirasakan tapi nikmati saja

Karyo:
Hahaha kowe lupa baca doa sebelum tidur Jo!

BAHAR YANG MULAI GILA KARENA PENGARUH OBAT SEMAKIN MENJADI-JADI MENYIKSA BEJO. BEJO YANG KESAKITAN TIDAK SEPENUHNYA SADAR JIKA INI MIMPI. IA TETAP MERONTA DAN MENGANGGAP INI HANYALAH MIMPI BURUKNYA. BEJO KEMUDIAN PINGSAN. (LAMPU MATI)

Bagian kelima

LAMPU MENYALA. BEJO TETAP PADA POSISINYA TERAKHIR SAAT TIDUR. IA TERBANGUN DENGAN BADAN YANG TERASA SAKIT. TETAPI IA MENGANGGAP BAHWA MUNGKIN ITU AKIBAT MIMPI BURUK DAN ALAS TIDUR YANG TIDAK NYAMAN.

Tole:
Bagaimana tidurmu Bejo?

Bejo:
Aku mimpi buruk sekali.

Tole:
Merokoklah dulu hihi hahaha

Bejo:
Kau bicara saat mereka tertidur?

Tole:
Ya! Karena jika aku bicara saat mereka bangun mulutku akan tersumpal kain!

Bejo:
Seperti  mimpiku!

Tole:
Seperti apa mimpimu?

Bejo :
Tidak aku terlalu malu

Tole:
Hahahahah aku bisa melihat mimpimu

Bejo:
Dasar gila

Tole:
Ya aku gila. Tapi sepertinya kau yang akan lebih gila nantinya.
Kesalahan hidupmu yang pertama adalah kau masuk penjara ini, penjara yang tidak ada seorangpun yang tidak gila.

Bejo:
Apa maksudmu?

Tole:
Penjara ini layaknya perangkap tikus dan kau adalah tikusnya. Kau tamak dan ceroboh sedikit saja kau akan terperangkap dan tidak ada jalan keluar. Semakin kau berusaha kabur semakin lemah segala organ tubuhmu. Kau akan gila. kau akan gila hahahaha

Bejo:
Hei kurangajar! Aku tidak akan gila

Tole:
Manusia adalah makhluk yang paling menakutkan Jo, kita semua adalah monster. Kau monster HAHAHA

Bejo:
Dasar gila! (Bejo hendak memukul tetapi Karyo, Bahar dan Enol terbangun dari tidur mereka)

Bahar:
Apa yang kau lakukan kepada Tole! DASAR GILA! (memukul Bejo)

Bejo:
Dia yang memulai dulu mengata-ngataiku gila

Enol:
Omong kosong, Tole tidak pernah bicara dengan orang baru sepertimu

Karyo:
Tenang… tenang… sepertinya kau kurang tidur Bejo. Minumlah obat ini (Karyo mengambilkan minum dan membuat Bejo meminum obat yang sebenarnya narkoba jenis baru itu).

Enol:
Kau mandi saja sana. Pikiranmu sepertinya mulai tidak karuan.

Karyo:
Aku ikut denganmu nol.

Bejo:
Aku pusing sekali

Bahar:
Minum obat ini setiap kali kau pusing Jo, hei Tole! Kau tidak mandi? (Tole hanya menggelengkan kepalanya)

Bejo:
Bejo bangun dan mulai minum obat-obatan itu.

Tole:
(TOLE BERANJAK DARI TEMPATNYA, IA MENDEKATI BEJO YANG SUDAH MEMINUM BEBERAPA OBAT LALU TOLE MEMBISIKKAN SESUATU) mereka adalah monster, mimpimu kala itu adalah nyata. Kau akan jadi tumbal di penjara, kau akan menjadi sandera untuk kepuasan birahi mereka. Jika kau tidak ingin menjadi gila sepertiku, jika kau tidak ingin menjadi hewan peliharaan. Bunuh saja mereka! Kau akan segera bertemu dengan istri dan anakmu jika kau bunuh mereka! Bunuh Jo! (Tole menyodorkan obeng kepada Bejo.

Bejo:
Bejo yang terlalu banyak meneguk obat semakin terprovokasi dan menjadi gila.
( IA TERSENYUM NGERI DAN TANPA SADAR BERJALAN MENUJU KAMAR MANDI, DI BELAKANG PANGGUNG TERDENGAR BEJO MEMBUKA PINTU-PINTU KAMAR MANDI)



(Bejo membuka pintu kamar mandi, terlihat ada Enol dan Karyo sedang berduaan di kamar mandi, dengan segera Bejo menusukkan obeng tepat di jantung Karyo dan Enol. Suara teriakan membuat Bahar keluar dari kamar mandi)


Bahar:
Hei Joo.. apa yang kau lakukan?… (terdengar suara tusukan dan teriakan)

Bejo :
Kau monster gila Bahar! Kau pantas mati! HAHAHAA


Bejo dengan bangga memasuki selnya dengan berlumuran darah.

Tole:
(ia tertawa gila) Kerja bagus bodoh HAHAHHA terima kasih sudah membebaskanku. Selamat kau memang benar-benar monster. Penjagaaa, ada pembunuh disini! Penjaga!

Bagian keenam

PENJAGA DATANG DAN MENYERET BEJO

Bejo:
Kau dalang dari semua ini Toleee! Kau monsternyaa! Kau monsternya! Lepaskan! Aku bukan pembunuh!

Tole:
Ya! aku adalah monster, yang belasan tahun diciptakan melalui siksa.
Aku tunduk dan diam tapi aku perencana besar.
Manusia adalah monster yang sesungguhnya dan aku salah satunya.
Manusia memang gila! tamak! kotor! Manusia itu binatang peliharaan! pendusta handal! Dan maniak! YA! MANUSIA ADALAH MONSTER GILA! GILA HARTA GILA KEKUASAAN GILA NAFSU GILA SEMUANYA! KALIAN GILA! HAHAHAHAH!

PERLAHAN BLACK OUT

Tole:
DASAR MANUSIA-MANUSIA GILA!

SELESAI




BIOGRAFI PENULIS


            Adelia Drajat Kusuma, lahir di Bangkalan, Madura, 2 Juni 1998. Penulis merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Awalnya menempuh pendidikan di SDN Mulyorejo 3 yang kemudian dilanjutkan dengan bersekolah di SMPN 4 Malang, SMAN 2 Malang dan sekarang sedang duduk di bangku kuliah jurusan Sastra Indonesia program studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Penulis memiliki hobi memasak kue, bermain peran dan fotografi. Sejak duduk di bangku SMP penulis suka mengikuti perlombaan membaca puisi. Ketika duduk di bangku SMA penulis mengikuti ekstrakurikuler teater. Penulis juga merupakan anggota aktif Teater Pelangi Malang Indonesia angkatan ke-24.


Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ULANG TAHUN

Drama ANAK-ANAK TK