NASKAH DRAMA PENGUSAHA YANG SOMBONG JATUH BANGKRUT



PENGUSAHA YANG SOMBONG JATUH BANGKRUT
Oleh Hesti Nurmasari


Judul : Pengusaha yang sombong jatuh bangkrut
Drama persona :
Ridwan : Baik, dermawan, sombong
Ida (Istri Ridwan) : Sombong
Pengemis : Baik
Susi : Baik
Tio : serakah
Polisi : Baik
Ibu kos : Jahat
Ibu warung : pelit

Sinopsis :

Ridwan adalah pengusaha yang kaya raya sekaligus orangnya dermawan terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Namun istri Ridwan orang yang sangat sombong ia merasa bahwa dirinya mempunyai segalanya dan tidak akan ada orang yang mampu menandingi kekayaan suaminya. Suatu hari saat perjalanan pulang ke rumah, Ridwan dan sag istri bertemu dengan pengemis yang meminta sedekah kepadanya, lalu Ridwan merogoh kantong sakunya, ketemulah uang 100 ribu tanpa berfikir panjang Ridwan langsung memberikan uang kepada pengemis itu, meskipun istrinya melarang Ridwan memberikan uang itu ke pengemis namun Ridwan tetap memberikan uang itu kepada pengemis itu, sungguh bahagia pengemis itu yang biasanya dikasih orang paling banyak 1000 tapi kali ini dikasih 100 ribu. Pengemis itu lalu mendoakan pengusaha itu panjang kalilebar.  Tetapi Ridwan melakukan kesalahan ketika di doakan oleh pengemis tersebut  dengan mengatakan, "Kamu jangan mendoakan saya, kamu doakan saja dirimu, kalau saya sudah berhasil serta kaya lebih baik kamu berdoa untuk dirimu saja." Pengemis itu lantas pergi seusai dikatakan semacam itu, menyaksikan kejadian tersebut
Ridwan baru sadar akan perkataannya yang menyakiti  pengemis itu sehingga pengemis itu langsung pergi, Ridwan langsung mengejar dan mencari pengemis tersebut. Tetapi sayang pengemis tersebut  tidak ketemu padahal perginya belum lama. Didalam mobil sang istri memberi pengertiann ke Ridwan bahwa yang diucapkan Ridwan tidak salah memang kenyataannya yang butuh doa bukan mereka namun pengemis itu sendiri.  Sepanjang perjalanan Ridwan tetap memikirkan  si pengemis tadi khawatir benar Malaikat yang sedang menyamar dan  mengujinya.  Ia sangat menyesal dengan perkataannya yang telah  sombong menghina pengemis tersebut. Beberapa hari kemudian Ridwan mengalami musibah, ia tertipu Doni uang milyaran rupiah  sehingga perusahaannya bangkrut  dan jatuh miski. Dan sang istri tidak terima atas bangkrutnya perusahan suaminya sehingga ia sakit-sakitan dan sering melamun. Ridwan bingung lagi atas kondisi yang dialaminya saat ini. Disisi lain dia setres memikirkan bagaimana cara mengembalikan perusahaannya seperti semula apalagi ia juga membutuhkan dukungan sang istri. Namun sang istri malah sakit-sakitan dan tidak memungkinkan diajak bercerita tentang masalah yang dihadapi dan mencari jalan keluar.
Suatu hari saat Ridwan mau menghadiri pengajian di rumah temannya ia bertemu dengan pengemis yang pernah ia sakiti hatinya lantaran tidak mau didoakan malah nyuruh mendoakan pengemis itu sendiri dan akhirnya Ridwan bersujud ke pengemis itu dan meminta maaf jika perkataannya lain hari itu melukai hatinya padahal ia tidak berniat menghina pengemis tersebut. Pengemis pun memaafkan kesalahan Ridwan dan meminta Ridwan untuk berdiri dari sujudnya. Lalu Ridwan memeluk pengemis itu sangat erat sambil mengatakan “Nenek mau tinggal bersama saya dan menjadi nenek saya”. Pengemis pun  menganggukkan kepalanya sambil berkata “Iya nak nenek mau tinggal bersamamu dan menjadi nenekmu”. Ridwan sangat senang sekali dan menuntun pengemis itu untuk pulang kerumahnya.
   Sesampai dirumah Ida istri Ridwan pun kaget melihat pengemis itu ada dirumahnya.  Tiba-tiba Ida lari dan bersujud ke pengemis itu sambil meminta maaf kalau kata-katanya kemari melukai hatinya. Pengemis itu pun langsung minta Ida berdiri dan memeluknya sambil berkata “Tidak apa-apa nak, nenek sudah memaafkan kalian”. Akhirnya mereka hidup sebagai keluarga.
Suatu hari Ridwan dapat telepon dari kantor polisi bahwa ia sudah menemukan doni pelaku penggelapan uangnya. Namun polisi menemukan Doni dalam kondisi sudah tidak beryawa. Mau tidak mau uang perusahaan Ridwan tidak bisa kembali dikarenakan polisi sulit menyelidiki kasus penggelapan uang apalagi tersangka sudah meninggal.
Akhirnya mau tidak mau Ridwan harus mengatakan ini kepada ida istrinya bahwa sudah tidak ada yang diharapkan lagi, ia harus pindah rumah karena rumah yang ia tempati sekarang akan disita untuk membayar utang ke bank, Ridwan sangat sulit mengatakan semua kepada istrinya ia takut istrinya akan kaget dan jatuh sakit lagi karena tidak terima kalau mereka akan jadi gelandangan. Ridwan tetap berusaha mengatakan semua ini kepada istrinya, diluar dugaan ternyata istrinya tidak mau menerima kenyataan dan ingin berpisah dengan Ridwan karena istrinya tidak mau hidup menjadi gelandangan.
Ridwan sangat kecewa atas keputusan istrinya kalau ingin bercerai disaat ia sudah tidak punya apa-apa tetapi Ridwan dikuatkan oleh pengemis untuk tidak bersedih. Istri Ridwan pun menyalahkan pengemis itu karena di semua menjadi begini. Akhirnya ida menelepon seseorang untuk dimintai menjemput ia dari rumah itu. Beberapa menit kemudian datanglah seorang laki-laki yang membawa mobil yang mewah pakir depan rumah itu dan tiba-tiba turunlah laki-laki (Tio) tampan dari mobil itu. Dan ternyata laki-laki  itu adalah selingkuhannya ida. Ridwan tidak terima atas perlakuannnya ida selama ini kalau ida selama ini menyelingkuhinya. Ridwan akhirnya menampar ida dan laki-laki itupun tidak terima kalau Ridwan menampar ida.
Terjadilah perkelahilan antara laki-laki itu dengan Ridwan yang menegangkan. Nenek pun berusaha memisah perkelahian itu namun tidak disangka-sangka nenek terkena pukulan yang sangat keras dari laki-laki itu dan jatuh pinsan. Ridwan pun langsung membawa nenek ke rumah sakit untuk mendapat penanganan dan laki-laki itu dengan ida melarikan diri. Beberapa menit kemudian setelah mendapat penanganan dokter nenek itupun meninggal. Ridwan langsung melaporkan kejadian ini ke polisi agar laki-laki itu cepat tertangkap.
Ridwan akhirnya mencari kos-kosan untuk tinggal dia sementara. Terlihat dari sebrang jalan ada tulisan “menerima anak kos laki-laki”. Ridwan pun menhampiri rumah itu dan mencari tahu pemilik kos. Dan bertanya berapa perbulannya, dan tanpa diduga-duga uang ridwan pas untuk bayar kos saja. Dan ridwan mengambil kamar kos itu dan membayarnya. Akhirnya ridwan masuk ke kamar kosnya dan beristirahat sejenak. Esok harinya ridwan bangun pagi mencari pekerjaan untuk bisa makan dan membayar kos. Akhirnya ridwan melamar disuatu perusahaan namun ditolak. Ridwan terus mencari dan sampai siang hari namun tetap saja ridwan tidak mendapat pekerjaan. Perutnya pun berbunyi karena belum makan mulai dari kemarin. Akhirnya ridwan menemukan sebuah warung ridwan pun menawarkan jasa mencuci piring demi sesuap nasi. Dan ridwan diperbolekan untuk membantu. Ridwan pun berjalan menuju dapur belakang tempat cucian piring. Tiba-tiba terdengar suara piring yang terjatuh. Ibu warung pun menghampri ridwan dan memarahi ridwan. Selesai mencuci piring Ridwan pun memakan nasi dengan lauk 1 tempe tapi ia tetap lahap memkannya. Setelah selesai makan ridwan bergegas pulang ke kosnya. Dan langsung mandi terus beristirahat. Ke esokan harinya ridwan harus ke warung pagi-pagi untuk bekerja selama 1 bulan. Tanpa menerima bayaran sepeserpun. Ridwan pun bingun bayar kos dengan uang apa, dan dia tetap berusaha mencari pekerjaan itu namun tetap tidak mendapatkan. akhinya ridwan mempunyai niat yang tidak baik karena terdesak harus membayar kos tetapi ia belum mendapat pekerjaan. Ridwan mencuri dompet seorang wanita yang sedang menunggu taksi didepan alun-alun. Akhirnya warga setempat mengejar ridwan dan melempari dengan batu. Salah satu batunya terkena mata ridwan dan ridwan pun terjatuh dan dipukuli warga setempat. Ridwan pun dibawa ke kantor polisi dan dimasukkan kedalam penjara. Didalam penjara ridwan bertemu dengan tio, laki-laki yang merebut istrinya dari dia dan yang membunuh neneknya. Didalam penjara pun ridwan setiap saat berkelahi dengan tio karena masih belum ikhlas atas yang dilakukan tio ke padanya.  3 bulan kemudian ridwan keluar dari penjara dan tetap mencari pekerjaan. Akhirnya ridwan melamar menjadi tukang sapu di jalan. Ridwan pun dengan semangat menyapu dipinggir jalan raya tanpa mengenal panas matahari. Tiba tiba ada ibu-ibu (ida mantan istri) yang memberikan minum. Dan menawarkan pekerjaan ke ridwan. Akhirnya ridwan mengundurkan diri menjadi tukang sapu jalan raya. Akhirnya ida membawa ridwan kerumah dan memperkenalkan ke suaminya dan menjadikan ridwan sopir.
            Namun ternyata ridwan tidak terima kalau mantan istrinya menikah lagi dan ia cemburu dengan suami ida. Akhirnya ridwan mempunyai niat tidak baik dengan memasukkan mobil ke jurang dan bisa mati bersama biar ida tidak ada yang memiliki.








Prolog dan adegan :

Adegan 1

Sore itu sepulang dari kantor Ridwan dan sang istri langsung pulang ke rumah, di lampu merah Ridwan bertemu dengan pengemis.

Pengemis : “Nak sedekahnya nak”
Ridwan : “Bentar ya bu (Ridwan merogoh uang di sak sakunya dan langsung memberikan ke pengemis itu), ini bu”
Ida : “Duh mas jangan banyak-banyak kalau ngasih ke dia, cukup seribu aja, lagian dia gak pantes menerima uang 100 ribu (ida merebut uang suaminya yang ingin diberikan ke pengemis itu)”
Ridwan : “Sudahlah kamu gak usah banyak omong lagian ini uangku bukan uangmu”
Ida : “Iya saya tau, tapi kan mas 100 ribu itu banyak lho, dia itu gak pantes menerima uang ratusan ribu, dia itu pantesnya menerima uang receh”
Ridwan : “Sudahlah gausah diperpanjang lagian aku gak punya uang receh, uangku kan ratusan ribu semua”
Ida : “Iya juga sih mas, yaudah ini pengemis jelek”
Pegemis : “Terima kasih nak, Masyaallah banyak sekali nak”
Ridwan : “Itu termasuk sedikit bu, uang saya kan banyak jadi uang 100 ribu bagi saya tidak ada apa-apanya”
Ida : “Ya iyalah kan kita orang kaya”
Pengemis : “Tetap saja nak ini sangat banyak bagi ibu, apalagi biasanya orang-orang kalau ngasih saya paling banyak 1000 dan itupun ibu sudah sangat bersyukur apalagi ini dikasih 100 ribu, sekali lagi terima kasih nak”
Ida : “Lho kan beneran dia sadar diri kalau dia itu gak pantes menerima uang ratusan ribu, dia itu pantesnya menerima uang receh”
Ridwan : “Sudalah bu tidak usah banyak omong”
Ida : “Iya, ihhh berisik tau”
Pengemis : “Iya nak, semoga rezeki kamu tambah banyak dan kamu sukses dunia akhirat”
Ridwan : “Kamu jangan mendoakan saya, kamu doakan saja dirimu, kalau saya sudah berhasil serta kaya lebih baik kamu berdoa untuk dirimu saja”
Ida : “Duh ngapain kamu doain saya, doa kamu itu gak bakal terkabulkan apalagi kamu jelek kotor lagi ih jijik lihatnya.
Pengemis : “Astagfirullah (sambil mengelus dada dan beranjak pergi)”
Ida : “Iya sana pergi yang jauh jangan pernah muncul lagi”
Lampu hijau pun menyala yang menandakan kendarakan sudah boleh berjalan. Diperjalan Ridwan kepikiran pengemis tadi dan akhirnya dia berhenti dan mencari pengemis itu untuk meminta maaf.
Ida : “Ngapain sih mas berhenti disini?”
Ridwan : “Gak tau kenapa saya kok kepikiran pengemis tadi ya”
Ida : “Kepikiran kenapa sih mas”
Ridwan : “Perkataan kita sepertinya keterlaluan sama pengemis tadi”
Ida : “Aduh perkataan yang mana lagi sih mas?”
Ridwan : “Perkataan yang kita ucapkan tadi sampai-sampai dia langsung pergi lho”
Ida : “Kan memang itu kenyataannya mas, kita itu tidak menghinanya namun itu faktanya, kalau dia langsung pergi tadi ya itu salahnya dia, ngapain gitu aja sakit hati, memangnya orang seperti itu bisa sakit hati”
Ridwan : “Tetap saja mas kepikiran, bentar ya kamu tunggu disini aku akan mencari pengemis itu dan meminta maaf biar gak kepikiran lagi”
Ida : “Yaudah terserah, aku tunggu disini aja, lagian diluar panas banyak debunya nanti kulitku bisa kotor terus keringetan”
Akan tetapi  pengemis itu tidak kelihatan padahal belum lama pengemis itu beranjak pergi. Ridwan mulai cemas memikirkan perkataannya kepada pengemis tadi. Akhirnya Ridwan kembali ke mobil.
Ida : “Gimana mas sudah ketemu dengan pengemisnya?”
Ridwan : “Belum sayang, padahal perginya belum lama lho tapi mas cari kesana kemari kok gak ada ya”
Ida : “Sudahlah mas lagian gak penting mas nyari pengemis itu gak ada gunanya”
Ridwan : “Yaudah kita lanjut pulang”
Ida : “Iya mas lagian kita capek belum istirahat sama sekali”
Sepanjang perjalanan Ridwan terus memikirkan  si pengemis tadi khawatir benar Malaikat yang sedang menyamar dan  mengujinya.  Ia sangat menyesal dengan perkataannya yang telah  sombong menghina pengemis tersebut.

Adegan 2

Sesampainya dirumah Ridwan dan sang istri langsung menuju kamar mereka, tiba-tiba terdengar bunyi panggilan masuk dari hp Ridwan. Ridwan langsung mengangkat telepon tersebut.

Ridwan : “Hallo, iya apa?”
Susi : “Selamat siang pak, saya Cuma memberitahu kabar yang kurang mengenakkan buat bapak”
Ridwan : “Kabar apa?”
Susi : “Begini pak, kita kan menjalin kerjasama dengan pak Dodi sebesar 5 milyar ternyata pak Dodi menipu kita dan membawa uang perusahaan kita jadi keuangan perusahan kita lagi kritis dan bisa dikatakan bahwa perusahan kita kan bangkrut”
Ridwan : “Hah apa?”
Hp Ridwan jatuh karena terkejut mendengar berita bahwa perusahaannya akan bangkrut. Dan Ridwan tidak berani cerita kepada sang istri.
Ida : “Kenapa mas? Siapa yang telepon?”
Ridwan : “su,,susi”
Ida : “Apa yang dikatakan susi sehingga mas terkejut”
Ridwan : “Pe,,perusahan kita”
Ida : “Iya kenapa perusahaan kita”
Ridwan : “Perusahaan kita akan bangkrut”
Ida : “Hah,,,apa?”
Ridwan : “Iya perusahaan kita kena tipu sebesar 5 milyar dan keuangan perusahan kita lagi kritis”
Ida : “Terus kita harus gimana mas aku gak mau hidup susah”
Ridwan : “Iya, mas akan berusaha mencari jalan keluar dari masalah ini”
Ida : “Lapor kepolisi aja mas”
Ridwan : “Oh iya, bentar aku ke kantor polisi dulu”

Adegan 3

Ridwan akhirnya melaporkan kasusnya kepada polisi ia berharap polisi bisa menangkap Dodi dan uangnya kan kembali. Sesampainya di kantor polisi Ridwan langsung menceritakan kejadiannya.

Ridwan : “selamat siang pak, saya mau melapor saya kena tipu sebesar 5 milyar, awalnya saya menjalin kerjasama dengan pak Dodi dan saya sudah memberikan uang kerjasamanya sebesar 5 milyar namun ternyata pak Dodi menipu saya dan membawa uang saya, dan ini bukti kerjasamanya dan ini foto pak Dodinya.
Polisi : “Baik akan saya tindak lanjuti”
Ridwan : “Terima kasih pak, kalau begitu saya pulang dulu nanti jika ada informasi tentang pak Dodi tolong kabari saya”
Polisi : “Baik saya akan mengabari bapak jika ada informasi tentang pak Dodi”
Akhirnya Ridwan kembali kerumah dengan raut wajah yang sedih. Apalagi melihat sang istri yang menangis dan tidak mau makan ia gak tega jika kebahagiaan yang selalu terpancar diwajah istrinya sekarang menjadi air mata.
Ridwan : “Sayang ayo makan ya nanti kamu sakit”
Ida : “Biarkan sakit daripada harus hidup miskin, aku gak mau miskin mas”
Ridwan : “Iya sayang, mas akan berusaha agar kita tidak miskin”
Ida : “Kata polisi gimana mas?”
Ridwan : “Polisi baru menyelidiki sayang nanti kalau ada informasi mengenai pak Dodi pasti dikabari, kita berdoa saja ya supaya pak Dodi cepat ketemu”
Ida : “iya mas”
Beberapa hari kemudian tidak ada kabar sama sekali tentang pak Dodi, Ida pun tidak mau makan kalau uangnya belum kembali. Akhirnya ida terbaring sakit karena tidak makan dan sering melamun. Ridwan tidak tega melihat istrinya seperti itu. Dan saat itu Ridwan berpamitan ke istrinya untuk menghadiri pengajian temannya.
Ridwan : “Aku pergi dulu ya sayang, gak lama kok cuma menghadiri pengajian temanku”
Ida : “Iya hati-hati”

Adegan 4

Ridwan pun berjalan menghadiri pengajian temannya tersebut karena mobilnya terjual buat membayar hutang dibank. Ternyata disimpang jalan ia melihat pengemis yang mernah sakiti hatinya dan ia langsung menghampirinya dan bersujud meminta maaf.

Ridwan : “Nenek, maafkan aku dan strike ya nek karena sudah menyakiti hati nenek (sambil sujud dikaki pengemis itu)”
Pengemis : “Iya tidak apa-apa nak, bangunlah”
Ridwan : “Beneran nenek mau memaafkan kesalahanku dan istriku”
Pengemis : “Iya nak, Allah aja maha pemaaf masak nenek tidak memaafkan kesalahan kalian”
Ridwan : “Makasih nek, nenek mau tinggal bersamaku dan menjadi nenekku untuk menebus kesalahanku ke nenek”
Pengemis : “Iya nak, nenek mau tinggal dan menjadi nenekmu, terima kasih ya nak?”
Ridwan : “Iya nek sama-sama, mari kita kerumah”
Pengemis : “iya nak”
Akhirnya Ridwan mengajak nenek untuk pulang kerumah dan tinggal bersmanya. Sesampainya dirumah Ridwan langsung memamnggil istrinya.
Ridwan : “Sayang, ini ada tamu”
Ida : “Siapa mas? (ida pun terkejut melihat pengemis itu ada dirumahnya dan langsung belari sujud dikaki pengemis itu), nenek maafkan saya ya nek kalau perkataanku melukai hati nenek”
Pengemis : “Iya tidak apa-apa nak, nenek sudah memaafkan kalian”
Ida : “Terima kasi ya nek “
Pengemis : “Iya nak”
Ridwan : “Sayang nenek ini sekarang akan tinggal bersama kita dan menjadi nenek kita”
Ida : “Oh iya, nenek mau tinggal bersama kita”
Pengemis : “Iya nak nenek mau”
Ridwan : “Ya sudah kita sekarang tinggal sama-sama ya nek”

Adegan 5

Tiba-tiba terdengar suara telephon berbunyi dari kantong saku ridwan. Ridwan pun langsung mengangkat telephon itu.
Ridwan : “Hallo selamat siang dengan siapa?”
Polisi : “ini dari kantor polisi mau memberitahu ke bapak kalau tersangka penggelapan uang bapak yang bernama doni sudah meninggal”
Ridwan : “Innalilahi baik bapak saya kan ke kantor polisi sekarang”
Polisi : “Baik bapak selamat siang”
Ridwan : “selamat siang”

Adegan 6

Ridwan pun langsung terburu-buru ke kantor polisi.

Ridwan : “selamat siang”
Polisi : “selamat siang pak, jadi gini tersangka yang bernama doni ini kemarin kecelakaan dan nyawanya tidak bisa tertolong dan kami susah untuk mencari informasi mengenai uang bapak yang dibawa kabur karena tersangka sudah meningggal, jadi kasus ini saya tutup”
Ridwan : “baiklah kalau ini yang terbaik”

Ridwan pun langsung pulang ingin memberitahu istrinya kalau kasus ini ditutup

Ida : “dari mana mas?”
Ridwan : “dari kantor polisi”
Ida : “gimana sudah ketemu pelakunnya dan uang kita bakal kembali kan mas?”
Ridwan : “pe,,pe,,lakunya”
Ida : “iya mas pelakunya kenapa? Sudah ketemu kan?”
Ridwan : “pelakunya mengalami kecelakan dan meninggal sehingga kasus  ini ditutup”
Ida : “hah,,apa mas”
Ridwan : “jadi rumah ini akan disita untuk membayar utang ke bank”
Ida : “terus kita mau tinggal dimana mas?”
Ridwan : “kita cari kos-kosan dulu ya sayang sementara nanti aku akan mencari pekerjaan lagi”
Ida : “apa mas tinggal di kos-kosan, aku tidak mau hidup miskin dan aku tidak mau hidup dengan orang miskin sebaiknya kita cerai saja”
Ridwan : “kamu mau ninggalin aku kalau kondisiku seperti ini?”
Ida : “aku tidak mau hidup miskin mas, dan ini pasti gara-gara pengemis itu kita sekarang ketularan miskin juga kan, memang kamu pembawa sial”
Ridwan : “jangan nyalahin nenek, ini semua salahku”
Ida : “ya sudah aku akan pergi”

Ida pun mengambil telephon dan menelephon seseorang. Beberapa menit kemudian terliahat ada mobil mewah yang pakir di depan rumahnya dan tampak turun seorang laki-laki (Tio)  turun dari mobil itu.
Ridwan : “kamu siapa?
Tio : “perkenalkan aku tio pacarnya ida”
Ridwan : “apa yang kamu bilang, pacarnya ida?”
Ida : “iya mas dia pacarku”
Ridwan : “jadinya selama ini kamu selingkuh di belakangku”
Ida : “iya mas maafkan aku, dan hari ini aku memilih tio karena kamu udah miskin”
Tio : “ayo sayang pergi nanti kita ketularan miskin seperti mereka”
Ridwan : “apa yang kamu bilang”

Ridwan pun menampar ida dan tio tidak terima, terjadilah perkelahian yang sangat menegangkan. Nenek berusaha memisah perkelahian itu namun tidak disangka-sangka nenek terkena pukulan dari tio dan jatuh pingsan.

Ridwan : “nenek, nenek tidak apa-apa”

Karena tidak  sadar akhirnya ridwan membawa nenek ke rumas sakit dan ida mengajak pacarnya untuk pergi. Setelah sampai di rumah sakit nenek itupun langsung mendapat penanganan dari dokter tetapi beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan memberitahukan kepada ridwan bahwa nenek tidak tertolong atas benturan yang keras dikepalanya.

Dokter : “Maaf bapak saya tidak bisa menyelamatkan nyawa nenek karena benturan yang sangat keras di kepalanya sehingga nenek tidak bisa diselamatkan”
Ridwan : “innalilahi terima kasih dok sudah berusaha menyelamatkan nyawa nenek”
Dokter : “iya pak sama-sama”

Dokter pun meninggalkan tempat itu. Dan ridwan masuk ke ruangan mayat untuk melihat terakhir kalinya nenek.

Ridwan : “cepat sekali nenek ninggalin aku”

Akhirnya nenek dimakamkan. Setelah nenek dimakamkan ridwan berniat untuk melaporkan tio ke polisi. Ridwan pun langsung menuju kantor polisi untuk melaporkan tio.

Ridwan : “selamat siang pak”
Polisi : “selamat siang ada yang bisa saya bantu?”
Ridwan : “gini pak saya mau melaporkan kasus pembunuhan yang dilakukan tio kepada nenek saya”
Polisi : “baik saya akan menindak lanjuti kasus ini”
Ridwan : “terima kasih pak, selamat siang”

Ridwan akhirnya mencari kos-kosan untuk tinggal dia sementara. Terlihat dari sebrang jalan ada tulisan “menerima anak kos laki-laki”. Ridwan pun menhampiri rumah itu dan mencari tahu pemilik kos. Beberapa saat kemudia datanglah seorang ibu-ibu.

Ibu kos : “mencari apa pak?”
Ridwan : “apa benar yang punya kos ini?”
Ibu kos : “iya benar kenapa, bapak mau ngekos disini”
Ridwan : “iya bu, perbulannya berapa ya?”
Ibu kos : “perbulannya 1 juta pak, gimana mau?”

Ridwan pun berfikir bahwa dia hanya mempunyai uang 1 juta berarti kalau dia bayar kos dia harus puasa karena uangnya tidak mencukupi buat makan. Tapi sudah tidak ada pilihan lagi.

Ibu kos : “gimana pak, jadi?”
Ridwan : “iya bu saya mau”
Ibu kos : “bayar dulu baru boleh ditempati ya pak”
Ridwan : “iya bu ini uangnnya”
Ibu kos : “bentar ya saya ambilkan kuncinya dulu”

Ibu kos pun mengambilkan kunci kamar ridwan

Ibu kos : “ini pak kuncinya, nanti kalau bayar jangan telat-telat ya”
Ridwan : “baik bu”

Akhirnya ridwan masuk ke kamar kosnya dan beristirahat sejenak. Esok harinya ridwan bangun pagi mencari pekerjaan untuk bisa makan dan membayar kos. Akhirnya ridwan melamar disuatu perusahaan namun ditolak. Ridwan terus mencari dan sampai siang hari namun tetap saja ridwan tidak mendapat pekerjaan. Perutnya pun berbunyi karena belum makan mulai dari kemarin. Akhirnya ridwan menemukan sebuah warung ridwan pun menawarkan jasa mencuci piring demi sesuap nasi.

Ridwan : “bu saya boleh membantu mencuci piring tapi nanti saya minta sesuap nasi buat mengganjal perus saya, saya belum makan mulai kemarin bu”
Ibu warung : “tapi jangan sampai perabotan saya pecah ya”
Ridwan : “baik bu saya akan hati-hati”
Ibu warung : “yaudah dibelakang itu cucian piring banyak, cuci sampai bersih ya”
Ridwan : “baik bu”

Ridwan pun berjalan menuju dapur belakang tempat cucian piring. Tiba-tiba terdengar suara piring yang terjatuh. Ibu warung pun menghampri ridwan.

Ibu warung : “aduh apa itu yang pecah, kan tadi udah saya bilangi jangan sampai ada yang pecah tapi tetap saja kamu pecahkan, gini kan jadinya aku yang rugi”
Ridwan : “maafkan saya bu saya tidak sengaja sama sekali”
Ibu warung : “tetap saja kamu yang salah pokoknya aku tidak mau tau pokoknya kamu harus mengganti piring saya”
Ridwan : “tapi saya tidak punya uang bu”
Ibu warung : “gini saja kamu nyuci piring selama 1 bulan untuk menggantikan piring saya yang pecah”
Ridwan : “kok lama sekali bu sampai 1 bulan”
Ibu warung : “kalu kamu tidak mau ya ganti ya sini uangmu 500 ribu”
Ridwan : “iya bu saya akan kerja disini selama 1 bulan”
Ibu warung : “sekarang bereskan semua baru kamu boleh pulang”
Ridwan : “baik bu”

Beberapa saat kemudian akhirnya ridwan selesai

Ridwan : “bu semua sudah ku bereskan”
Ibu warung : “yasudah pulang sana”
Ridwan : “bu katanya tadi selesai mencuci piring akan dikasih makan, saya laper sekali bu”
Ibu warung : “ apa? Kamu sudah memecahkan piring saya sekarang mau minta makan?”
Ridwan : “saya laper bu, kalau saya tidak makan pasti sakit dan besok tidak bisa kerja lagi”
Ibu warung : “yaudah ini makan terus pulang besok jangan sampai terlambat datang ya”
Ridwan : “baik bu terima kasih”

Ridwan pun memakan nasi dengan lauk 1 tempe tapi ia tetap lahap memkannya. Setelah selesai makan ridwan bergegas pulang ke kosnya. Dan langsung mandi terus beristirahat. Ke esokan harinya ridwan harus ke warung pagi-pagi untuk bekerja.

Ibu warung : “itu piring kotor numpuk cuci yang bersih”
Ridwan : “baik bu”

Sebulan kemudian

Ridwan : “bu hari ini tepat 1 bulan saya kerja”
Ibu warung : “iya sudah tau, besok tidak usah kesini lagi, sana pergi”
Ridwan : “lho bu saya tidak dapat gaji selama bekerja disini”
Ibu warung : “apa gaji? Kan gajimu buat ganti piring saya yang kamu pecahkan”
Ridwan : “tapi kan saya kerja 1 bulan full bu”
Ibu warung : “sudah tidak usah banyak ngomong sana pergi”

Akhirnya ridwan pergi dari warung itu. Dia bingung mau kemana lagi mencari kerja untuk membayar kos-kosan. Ridwan pun memutuskan untuk pulang ke kosnya terlebih dahulu. Tiba-tiba ibu kos pun menghampiri.

Ibu kos : “sekarang waktunya bayar kos”
Ridwan : “saya masih belum punya ung bu”
Ibu kos : “kamu itu gimana sih, kan udah saya kasih tau kalau disini tidak boleh bayar kos telat-telat”
Ridwan : “iya bu saya tahu besok saya akan mencari uang buat bayar kos, tetapi beri saya waktu bu”
Ibu kos : “baiklah saya beri waktu sampai besok ya”
Ridwan : “baik bu terima kasih”

Ridwan pun masuk kamar kosnya. Ke esokkan harinya ridwan bangun pagi untuk mencari perkerjaan. Namun tetap saja tidak mendapatkan pekerjaan hari pun sudah mulai petang, akhinya ridwan mempunyai niat yang tidak baik karena terdesak harus membayar kos tetapi ia belum mendapat pekerjaan. Ridwan mencuri dompet seorang wanita yang sedang menunggu taksi didepan alun-alun.

Wanita : “copet,,,copet,,,copet”

Akhirnya warga setempat mengejar ridwan dan melempari dengan batu. Salah satu batunya terkena mata ridwan dan ridwan pun terjatuh dan dipukuli warga setempat. Ridwan pun dibawa ke kantor polisi dan dimasukkan kedalam penjara. Didalam penjara ridwan bertemu dengan tio, laki-laki yang merebut istrinya dari dia dan yang membunuh neneknya. Didalam penjara pun ridwan setiap saat berkelahi dengan tio karena masih belum ikhlas atas yang dilakukan tio ke padanya.  3 bulan kemudian ridwan keluar dari penjara dan tetap mencari pekerjaan. Akhirnya ridwan melamar menjadi tukang sapu di jalan.

Ridwan : “permisi pak, saya mau melamar perkerjaan menjadi tukang sapu dijalan, apakah boleh?”
Bapak deo : “oh kebetulan pak narji sedang sakit jadi bapak bisa menggantikan pak narji sementara”
Ridwan : “syukurlah terima kasih pak”
Bapak deo : “iya sama-sama dan bapak boleh langsung berkerja hari ini”
Ridwan : “iya pak saya ganti baju dulu”

Ridwan pun dengan semangat menyapu dipinggir jalan raya tanpa mengenal panas matahari. Tiba tiba ada ibu-ibu (ida mantan istri) yang memberikan minum.

Ida : ini pak minuman buat bapak pasti bapak haus”
Ridwan : “terima kasih bu, lho ida kamu ida mantan istriku kan?”
Ida : “lho kamu mas, saya tidak tau kamu ridwan, sekarng kamu bekerja jadi tukang sapu?”
Ridwan : “iya da, gimana kabarmu sekarang”
Ida : “saya baik-baik saja mas, saya sekarang udah punya anak 2 dari suamiku yang baru, maafin aku ya mas dulu pernah menyakiti kamu”
Ridwan : “syukurlah kalau kamu sudah punya anak, ida da tidak apa-apa mungkin ini sudah jalan hidupku”
Ida : “kamu mau berkerja sama saya mas kebetulan suami saya butuh sopir tapi jangan  bilang kalau kamu mantan suami saya”
Ridwan : “tidak usah da nanti malah merepotkan”
Ida: “tidak mungkin merepotkanlah mas, aku malah seneng”
Ridwan : “yaudah kalu gitu aku mau”

Akhirnya ridwan mengundurkan diri menjadi tukang sapu jalan raya. Akhirnya ida membawa ridwan kerumah dan memperkenalkan ke suaminya

Ida : “assalammualaikum, mas”
Suami ida : “waalaikumsalam, kenapa sayang”
Ida : “pak ridwan mau berkerja sama kita, kamu kan butuh sopir kan”
Suami ida : “oh iya pak memang sekarang saya butuh sopir buat nganter saya ke kantor, bapak saya terima kerja disini
Ridwan : “baik pak, terima kasih”
Suami ida : “iya pak sama-sama”
Ida : “mari saya antar ke kamar pak ridwan”
Ridwan : “iya bu”

Ida pun menunjukkan kamar ridwan

Ida : “ini ya mas kamar kamu semoga kamu betah”

Tiba-tiba ridwan memeluk ida

Ida : “apa-apaan ini mas kita sudah tidak mukrim lagi dan aku sudah menikah”
Ridwan : “tidak bisa saya pungkiri kalau saya masih sayang kamu”
Ida : “mas maaf aku udah punya keluarga jadi kamu jangan begitu lagi”

Ida pun pergi dari kamar itu. Ke esokkan harinya ridwan mengantar suami ida ke kantor dan mempunyai rencana yang tidak baik kepada suami ida

Suami ida : “sayang aku berangkat dulu ya”
Ida : “iya mas hati-hati ya”

Suami ida mencium kening ida sebelum pergi, ridwan pun cemburu

Suami ida : “ayo pak antarkan saya ke kantor”
Ridwan : “baik pak”

Ridwan melaju dengan kecang dan memasukkan mobil ke jurang

Suami ida : “pak jangan ngebut-ngebut”
Ridwan : “tenang saja kita akan mati bersama biar tidak ada yang memiliki ida”
Suami ida : “maksud bapak?
Ridwan : “ida mantan istriku dan aku tidak mau kalau kamu memilikinya”
Suami ida : “aaa,,,aaa”

Mobilnya pun masuk ke jurang dan keduanya meninggal dunia.

















BIOGRAFI PENULIS
HESTI NURMASARI
Saya lahir di Tuban, 9 Juni 1998. Saat ini saya  sedang menempuh kuliah di Universitas Negeri Malang semester 5 jurusan Sastra Indonesia dengan program studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah.
Adapun pendididikan formal yang pernah saya tempuh yaitu lulus SD pada tahun 2011 di SDN Klakeh Bangilan Tuban. Pada tahun 2014 saya lulus dari SMPN 1 Bangilan Tuban. Pada tahun 2017 saya lulus dari SMKN 5 Malang.




 







Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ULANG TAHUN

Drama ANAK-ANAK TK