NASKAH DRAMA REPETAN






NASKAH DRAMA
REPETAN
Wahyu Nita Sari

TOKOH  :
1.                                                            RADA           : seorang anak yang menuntut kebebasan kepada ibunya, yang mudah tersinggung.
2.                                                            IBU   : seorang ibu yang cuek, namun penyayang.
3.                                                            AYAH           : orangnya keras, namun penyayang dan baik hati.
4.                                                            Adik : jahil , tidak mau mengalah
5.                                                            ISNA : seorang teman Rada, yang Sukanya ngeyelan dan ndak mau tau.
















BAGIAN 1
PADA SUATU PAGI DI HIASI DENGAN EMBUN-EMBUN AIR YANG BERKUMPUL DI DAHAN DAN RANTING, BURUNG-BURUNG BURUNG YANG MULAI BERKICAU, AYAM-AYAM BERKOKOK DAN BERSAHUTAN, MATAHARI MULAI MUNCUL, DAPUR-DAPUR TETANGGA TELAH BERASAP, PARA PETANI BERBONDONG-BONDONG MENUJU KE SAWAH. SUARA PANCI, SOTIL, WAJAN BERPADU MENJADI SATU MENJADI ALUNAN MUSIK DI PAGI INI. KARENA RADA BELUM JUGA BANGUN DARI TIDURNYA.
Duar.. duar.. klonteng.. klontleng (suara peralatan masak yang saling bertabrakan seperti alat masak yang dipukul)
Rada          : (mulai membuka mata dan bangun dari tidurnya karena suara suara peralatan dapur yang berbunyi keras, langsung berlali karena lupa hari ini ada pendalaman untuk persiapan Ujian Nasional)
Ibu             : (dengan wajah kesal melihat Rada yang lari lari tergesa gesa karena kesiangan) kebiasaan..!
Rada          : (dengan rasa takut karena tidak bisa membantu ibu pagi ini ) “buk, saya berangkat ke sekolah dulu”. (cium tangan)
Ibu             : (hanya diam dengan dengan wajah yang marah) ‘ya.”
Rada          : (tergesa-gesa memakai sepatu dan mengeluarkan sepedanya)
Ibu             :” tidak sarapan!”
Rada          : “tidak  ibu! Saya keburu”
Rada          :  “Assalamualaikum”
Ibu             : “waalaikumsalam”
RADAPUN BERANGKAT KESEKOLAH DENGAN PERASAAN TAKUT DAN SEDIH KARENA TIDAK MENGERJAKAN PEKERJAAN YANG BIASA DIA LAKUKAN SEHINGGA MEMBUAT IBUNYA MARAH. SESAMPAINYA DI SEKOLAH RADA LANGSUNG MASUK KELAS DAN MENGIKUTI TAMBAHAN PELAJARAN. SETELAH TAMBAHAN SELESAI, RADA DAN TEMAN-TEMANNYA BERMAIN DAN BERBINCANG-BINCANG.
BAGIAN 2
SESAMPAI DI SEKOLAH RADA LANGSUNG DUDUK DAN LANGSUNG MERUNDUKKAN KEPALA DAN TEMANNYA PUN DATANG MENGHAMPIRINYA.
Isna           : “hei Rada, tadi aku ngobrol sama teman-teman sekelas. Nanati kita mau kumpul-kumpul buat rujak buah dan makan-makan. Kamu ikut ya?? “(duduk di sebelah rada)
Rada          :” aku ndak ikut saja.”(dengan wajah sedih)
Isna           : “looh.. kenapa?” (dengan wajah penasaran)
Rada          : “aku banyak kerjaan di rumah”.(mernundukan kepala)
Isna           : “waah, kamu ini gak solid .. .ini demi teman-teman,!!”(dengan nada memaksa dan meyakinkan)
Rada          : “ini ndak demi teman-teman saja, ini lebih bahaya daripada teman”.
Isna           : “ayolah!! Ini kan jarang-jarang, demi kebersamaan kita.” (memegang Pundak rada)
Rada          : “iya aku tahu, tapi  ini juga menyangkut hidupku.”
Isna           : “wah kamu ini gak seru, gak mau kumpul bareng sama teman-teman”
Rada          : “apakah dengan tidak mau berkumpul  dinamakan gak mempunyai solidaritas kepada teman ?”
Isna           : “”makanaya kamu tunjukkan, demi kebersamaan kita dan teman teman, agar hubungan inii tetap terjaga.”
Rada          : “aku ndak bisa ikut, bukan berate aku tidak peduli dengan dengan teman teman.  Aku ingin, ingin sekali akrab dengan teman-teman main bareng, jalan-jalan, kumpul-kumpul, makan-makan. Aku juga pengen semua itu.” ( dengan mata berkaca-kaca)
Isna           : “kalau gitu ayo.. apa masalahnya ?” (dengan wajah binging)
Rada          : “gini ya isna.. ( dengan memegang Pundak Isna) aku itu harus mengerjakan pekerjaan rumah, jika aku tidak menegerjakan ibuku pastilah marah-marah, apalagi ditambah karena aku bermain-main. Bukan hanya di marahi bisa jadi aku tidak boleh sekolah juga,”
Isna            :” bilang saja sama ibumu bahwa ini kumpulan kelas penting!”
Rada          : “sudah lah Is, kamu pergi saja sama teman-teman kamu ndak bakal ngerti maksudku, dan tidak akan tau bagaiman sulitnya aku ini.”
BAGIAN 3
SEKOLAH TELAH USAI, RADAPUN LANGSUNG PULANG KERUMAH, DIRUMAH DIA SUDAH DITUNGGU TUGASNYA SETIAPSORE, YAITU MENYAPU, NGEPEL, MENGHANGATKAN MAKANAN, DAN MENCUCI PIRING KALAU ADA PIRING YANG KOTOR. SAAT SAMPAI RUMAH IBUNYA ADA SAMPING RUMAH BERSIH BERSIH DAN MEMBAKAR SAMPAH. KARENA RADA TIDAK INGIN MEMBUAT IBUNYA MARAH RADA PUN LANGSUNG MENGERJAKAN TUGASNYA UNTUK MEMBANTU IBUNYA.
Rada          :” (bertaeriak dari dapur) buk.. apaakah makanannya sudah di hangatkan ?”
Ibuk           : “ya dilihat itu panas apa endak ?”
RADA PUN MENGHANGATKAN MAKANAN SISA TADI PAGI TIBA TIBA IBUNYA MEMANGGIL
Ibu             : “rada.. rada…”(dari samping rumah)
Rada          : “iya bu…?”
Ibu             : “tolong ambilkan sabit!”
Rada          : (berjalan mengambil sabit ) “iya buk..!”
Ibu             : “rada… rada… “(memanggil lagi)
Rada          : (dengan memebawa sabit) iya buk ! “ini sabitnya..”
Ibu             : (sambil menebas ranting pohon ) “tolong kembalikan piring ke rumah bu marni “(tetangga rada)
Rada          : “iya buk” ( langsung pergi)
Ibu             : “tadi piring kotor di depan tivi sudah dicuci?”
Rada          : “belum bu”, (dengan rasa kesal dan menggerutu)
Ibu             : “dari tadi nagpain saja? Sampai belum cuci piring ? “
Rada          : (menggerutu sambal jalan ) “dari tadi ibu nyuruh- nyuruh terus ini itu, yang ini belum dikerjain nyuruh lagi yang lain. Capek aku tuh buk..”
Ibu             : “apa ? Capek? Kerjamu apa sampai capek ?”
Rada          : “aku baru pulang sekolah capek capek disuruh ini itu masih belum selesai di suruh lagi..”
Ibu             : “gitu aja capek, sekolah capek ? apa tukaran sama ibuk? Ibuk sekolah kamu yang urus rumah , masak, kerja?” (marah)
Rada          : “ya gak gitu bu..”
Ibu             : “kalau gak mau di suruh biarin saja, nanti tak kerjain sendiri?” (sambil meneruskan pekerjaannya dengan grusa grusu)
RADA PERGI DAN MELAKUKAN ERINTAH IBUNYA TADI. SAAT RADA MENCUCI PIRING IBUNYA ADA DIDAPUR MEMASUKKAN SAYUR SAYUR HASIL KEBUN DARI SAMPING RUMAH KEDALAM KULKAS. RADA PUN TIDAK SENGAJA MENYENGGOL TUTUP PANCI SEHINGGA JATUH DAN BERBUNYI KERAS.
Rada          : gubrak.. preng…(rada menyenggol tutup panic hingga jatuh)
Ibu             : “kalau ndak mau cuci piring ditinggal saja gak usah diterusin, jangan dibanting-banting pecah semua nanti piringku. Aku bisa cuci sendiri.” (sambil menata sayur tanpa melihat rada)
Rada          : “tidak ku banting bu, tadi ndak sengaja”
BAGIAN 4
KEESOKAN HARINYA, RADA, ADIKNYA, DAN IBUNYA SEDANG MENONTON TV DAN BERSANTAI  DI RUANG KELUARGA KARENA HARI INI HARI MINGGU.
Rada          : (tiduran di depan tv dan menonton tv)
Adik          : (bermain dan menonton tv)
Ibu             : (menjahit baju secara manual)
Rada          : (berteriak karena remot tv diambil oleh adiknya)
Adik          : (juga berteriak)
Rada          : “kamu itu anak manja, Sukanya ngadu , aku gak takut..dasar anak manja”(dengan wajah kesal)
Adik          : “biarin, daripada kamu cengeng”
Ibu             : (melihat) “ lanjutkan saja sampai ayahmu pulang, nanti baru tau rasa”
RADA PUN BERTENGKAR DENGAN ADIKNYA DAN SALING MENGEJEK TIDAK ADA YANG MAU KALAH, NAMUN TIBA-TIBA AYAH PULANG
Ayah         : (langsung menuju ruang tamu membating kaleng krupuk yang cukup besar kea arah  Rada dan adiknya)
Rada          : (kaget dan langsung berdiri)
Adiknya    : (kaget dan menangis)
Ayah         : “besar sama kecil sama saja, berantem terus, kalau kalian gak rukun bagaimana kalau tua mau muinta tolong siapa kalau bukan saudaranya sendiri?” (dengan nada tinggi kemudian pergi)
IBU PUN HANYA DIAM KARENA TADI SUDAH MENGINGATKANKU SETELAH ITU RADA PERGI UNTUK MENYAPU RUMAH KEMUDIAN IBUPUN DATANG
Ibu             : “kalau nyapu itu yang bersih!!”
Rada          : (rada kaget namun diam saja tidak menjawab)
Ibu             : “kalau menyapu itu jangan disapu yang terlihat saja, di bawah-bawah kolong juga di sapu, kursi sama meja dibersihkan.!!”
Rada          :” iya bu, ini juga masih dibersihkan.”
Ibu             : “kamu itu, bantah saja kalu di beri tahu.”
Rada          : “iya buk,, aku ngerti, iy ini tak kerjakan tidak usah marah- marah terus bosen aku buk.”
Ibu             : “emang ndak bener, di kasih tau gak mau, orang kok gampang sugetan. Kalau nanti di rumah orang gimana ?”
Rada          : “ya tidak begitu buk, aku itu pengen bebas sepertepi teman yang lain!”
Ibu             : “kamu di biarin mau jadi apa?”(dengan nada tinggi )
Rada          : “la teman-teman yang lain bisa keluar kapan saja, tidak harus mengerjakan pekerjaan rumah.”
Ibu             : “kamu pengen ibumu bobrok, peyok karena mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri? Sedang kan anaknya hanya tiduran, makan, bermain. Terus jadi omongannya ttetangga kamu mau?”
Rada          : “tidak buk!”
Ibu             : “iya kalau ibumu kuat sampai tua bisa ngurusin itu semua, kalu tidak bagaimana kamu nanti kalau tidak belajar mulai sekarang?”
Rada          : “tapi kok orang-orang enak gak harus memikirkan itu!”
Ibu             : “kamu coba ikut orang, sehari dua hari mungkin baik, coba sudah satu minggu kalau kamu hanya makan, tidur, main pasti sudah di suruh pergi. Kok kamu seneng-senengnya ikut orang. Cuma orang tuamu seng ikhlas nerima merawat kapanpun kamu pasti baliknya ke orang tua.”
Rada          : “iya buk, rada minta maaf”
Ibu             : “nak, hidup iku selalu berputar, kadang di atas kadang di samping kadang juga di bawah. Ibuk Cuma pengen kamu menjadi anak yang berbakti, mandiri, sopan santun, pandai, dan penyayang. Orangtuamu ini tidak bisa memberi peninggalan harta. Ibu hanya meninggali ilmu, kebiasaan yang baik supaya kamu kelak bisa hidup lebih baik dari orang tuamu dan bisa menghadi segala situasi. Karena kamu sudah terbiasa dengan hal yang sulit. Jadilah orang yang berguna, tidak hanya meminta bantuan orang lain tapi kamu yang membantu.”
Rada          : (menangis dan memeluk ibunya) “maafkan Rada buk..!”

JANGANLAH BERBURUK SANGKA TERHADAP ORANG TUAMU SEMUA YANG MEREKA LAKUKAN PASTI YANG TERBAIK UNTUKMU. MUNGKIN CARA MEREKA MEMBERIKAN PELAJARAN BERBEDA-BEDA. PASTI ADA ALASAN DAN HIKMAH DI BALIK SEMUA PERLAKUAN ORANG TUA.






TENTANG PENULIS
WAHYU NITA SARI, atau yang sering di panggil Nita, lahir di Blitar, 17 Maret 1999, yang merupakan Anak pertama dari dua bersaudara. Sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang jurusan Sastra Indonesia. Di sini ia mulai belajar untuk menulis berbagai jenis karya sastra dimana sebelumya dia belum pernah menulis. Pengalamannya menulis ini membuatnya mulai gemar membaca.



Comments

Popular posts from this blog

NASKAH DRAMA ANAK YANG DURHAKA

ULANG TAHUN

Drama ANAK-ANAK TK