NASKAH DRAMA TERIAK BATIN
TERIAK BATIN
Sivira
Anggriani
170211604513
Drama Personae
Tokoh dan Penokohan
1.
Darto lelaki yang tangguh, dia seorang suami yang
sangat sabar dan pekerja keras, orang yang keras kepala namun bisa bijaksana
saat mengambil keputusan serta tegas terhadap segala tindakan.
2.
Lasmi
seorang istri yang sabar berhati lembut, suka memaksa kehendak, sangat cerewet
suka bertindak gegabah mudah menangis
dan suka berbuat sesuka hatinya tidak berfikir panjang.
3.
Arumi
anak pertama dari pernikahan Darto dan Lasmi anak yang cerdas, berhati mulia
dan penurut terhadap kedua orang tuanya.
4.
Mertua,
ibu dari Lasmi yang sangat cerewet , banyak mau sangat keras kepala suka
mengikuti urusan rumah tangga anaknya sering kali mengatur atur kehidupan rumah
tangga.
5.
Jarrot
seorang tukang keridit yang suka mempengaruhi orang lain, sok peduli, senang
dengan, keras kepala.
6.
Para
warga, tetangga Darto dan Lasmi yang suka bergibah dan suka mengurusi urusan
rumah tangga orang, sirik
HARI
HARI BERJALAN SEPERTI BIASA, DARTO SEORANG KULI BANGUNAN YANG SANGAT PEKERJA
KERAS, SETIAP HARI IA BERANGKAT PAGI PULANG HINGGA LARUT MALAM, APAPUN DARTO
LAKUKAN SEMATA-MATA UNTUK KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGANYA. LASMI ADALAH ISTRI YANG
SABAR TAPI SANGAT KERAS KEPALA, SUKA MARAH-MARAH KARENA KEHIDUPAN RUMAH
TANGGANYA YANG DIRUNDUNG BANYAK MASALAH.
BAGIAN 1
MALAM HARI DARTO TAK BISA
TIDUR IA MEMIKIRKAN KEHIDUPAN RUMAH TANGGANYA SANGAT RUMIT, BANYAK MASALAH YANG
TERUS TERJADI SAMAPI IA TERLIHAT SEPERTI ORANG YANG BINGUNG.
DARTO : (diatas kasur
dengan memandang langit-langit atap rumah, raut wajahnya begitu
sangat terlihat bingung)
LASMI : “Ada apa to pak, kok belum tidur sudah malam lo ini”
(terbangun dari tidur)
DARTO : “Iya buk ini bapak berusaha untuk memejamkan mata tapi masih belum
bisa buk, ibuk lanjut saja tidur”
LASMI : “Halah bapak ini memang kebiasaan” (menarik selimut
melanjutkan tidur”
DARTO : “Buk, buk? Ayah mau bicara”
DARTO : “Hoalah sudah ilang, iya sudahlah kasian mungkin juga
kecapekan seharian ngomel ngomel” (gumam Darto kepada istrinya yang
tertidur pulas).
DARTO TERBANGUN DAN
MENGAMBIL SARUNG IA KELUAR SAMBIL MENIKMATI ROKOK YANG TERSISA. SAMBIL TERUS MENGHISAP IA
MERENUNGKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK BISA MEMBAYAR SEMUA
HUTANG-HUTANGNYA.
DARTO :
“Apa aku kerja diluar negeri saja ya? Biar bisa cepet dapat uang banyak” (bicara sendiri)
DARTO : “Eh tapi... jangan nanti siapa yang menjaga istri dan
anakku, apa aku buka usaha saja ya? Ah
tapi pasti mertua tidak setuju” (semakin bingung dengan terus
menghisap rokoknya).
DARTO :
(melihat jam sudah pukul 2 dini hari) “sudah malam ternyata, sebaiknya aku
tidur semoga segera ada jalan untuk
masalah ini”
BAGIAN 2
PAGI
HARI, LASMI SUDAH SIBUK MENYIAPKAN SARAPAN TAPI SUASANA HATINYA SUDAH PANAS
MELIHAT PERSEDIAAN BERAS SUDAH HABIS DAN DARTO JUGA TIDAK KUNJUNG MENDAPAT
GAJI.
LASMI : (bicara sendiri) “Mau makan apa coba beras aja tidak
ada, mana mas Darto belum juga memberi jatah bulan ini”
LASMI : “Pak pak e, bangun sudah jam
berapa ini, kerja kerja mau makan apa, ini lo
berasnya sudah habis”
(teriak-teriak membangunkan Darto yang masih tertidur)
DARTO :
“Ada apa to buk, masih pagi sudah teriak-teriak”
LASMI :
“ Bagaimana tidak marah-marah lihat beras sudah habis, semuaa sudah habis tapi mas juga belum memberi ku
jatah belanja”
DARTO :
“sabar buk, nanti bapak usahakan”
LASMI :
“Sabar terus pak, ibuk juga malu kalau terus suruh minjam di warung sebalah,
utang kemarin
saja belum dibayar”
DARTO :
“Iya buk, nanti ya bapak usahakan”
LASMI : “Bapak ini, bisanya Cuma nanti-nanti tapi selalu tidak
ada bukti, aku lama-lama
juga capek”
DARTO : “Jangan begitu buk, namanya juga masih usaha, apa minta
dulu bu ke rumah Ibu mertua untuk makan hari ini” (bujuk Darto)
LASMI : “terus saja seperti itu pak, ibuk
sudah bosen dengar ocehan setiap kali datang kerumah cuma mau minta beras, bukannya kita memberi malah
meminta”
DARTO :
“Iya habis mau gimana buk, bapak masih
belum ada uang ini”
LASMI : “Iya iya nanti coba kerumah ibuk, tapi bapak janji ya
hari ini usahakan pulang bawa uang!”
DARTO :
“Iya buk, ya sudah bapak berangkat kerja
dulu”
LASMI :
“Iya hati-hati” ( sambil menyalami Darto)
DARTO :
“Assalamualaikum”
LASMI :
“Awas kalau nanti gak bawa uang, jangan harap makan dirumah dengan enak”
DARTO : “Dijawab buk salamnya jangan ngomel aja, iya ini lo masih
mau usaha!” (pergi bekerja)
BAGIAN 3
LASMI
PERGI KERUMAH IBUNYA BERNIAT UNTUK MEMINTA PINJAMAN KARENA DARTO BELUM MEMBERI
JATAH BELANJA. IBU LASMI MALAH MENGOMEL TAK KARUAN, MESKIPUN JUGA DIBERI APA
YANG DIMINTA LASMI.
LASMI :
“Buk, hari ini Lasmi kesal sama mas Darto”
IBU : “Alah Mi Lasmi, sudah ibu bilangin
kamu itu salah memeilih suami”
LASMI :
“Bu, sudahlah sudah namanya juga cinta”
IBU :
“ Alah cinta gombal, ya memang kamu bahagia dengan cinta mu sekarang”
LASAMI :
“Sudah buk, jangan bahas masalah ini Lasmi sedang tidak ingin membicarakan kebahagian, saat ini yang aku butuhkan hanya
uang buk untuk membayar hutang”
IBU : “Iya itu urusan suami tercinta mu itu, yang
katanya bisa membahagiakan tapi nyatanya cuma merepotkan”
LASMI : “Iya buk iya sudahlah, buk Lasmi mau minta beras, beras
di rumah Lasmi sudah habis”
IBU : “ Kan, kamu ini
kalau datang kesini pasti ujung-ujungnya seperti orang ngemis”
LASMI : “Buk, sudahlah”
IBU : “Ambil sendiri saja ditempat biasa”
LASMI : “Maaf ya buk, selalu merepotkan Lasmi gak pernah
menuruti perkataan ibuk”
IBU : “Halah begitu saja terus”
LASMI
PULANG DARI RUMAH IBUKNYA DAN MEMASAK APA ADANYA KARENA LASMI SEDANG TIDAK ADA
UANG LEBIH UNTUK BELANJA, BELUM LAGI NANTI KALAU TUKANG KREDIT DATANG KARENA
CICILAN MOTOR BELUM LUNAS.
BAGIAN 4
DIRUMAH LASMI KEDATANGAN
TUKANG KREDIT YANG BIASA DATANG INGIN MENAGIH UANG CICILAN MOTOR YANG SUDAH
MENUNGGAK DUA BULAN, NAMUN LASMI BINGUNG
KARENA BELUM ADA UANG
LASMI :
“Masak sudah beres-beres rumah sudah, tinggal setlika segunung” (bicara
sendiri)
JARROT :
“Pak Darto? Pak?... (didepan pintu)
LASMI :
“Siapa juga masih juga capek, (mengedumel) iyaaa sebentar”
LASMI :
“ Eh iya (gugup). Aaada apa mas? Maaf
mas, suami saya masih kerja”
JARROT : “Jadi
begini, ini saya mau meminta cicilan motor atas nama Darto, sudah nunggak d dua bulan”
LASMI :
“Aduh, sekali lagi saya minta maaf , bisa kasih waktu beberapa hari saja”
JARROT : “Gimana
ya, saya tidak bisa memberi waktu karena ini perintah dari atasan”
LASMI :
“Habis gimana mas suami saya masih belum
ada uang”
JARROT : “Ya
sudah, begini saja saya bayarkan dulu jangan kuatir saya kasian sama embak”
LASMI :“Jangan,
jangan tidak usah nanti malah merepotkan, kalau perlu bawa saja motornya”
JARROT : “Sudah
tidak apa-apa, saya kasian masak istri secantik embak dibiarkan tidak bahagia” (mulai mengombal)
LASMI : “Alah bisa saja, baiklah kalau begitu nanti kalau saya
sudah ada rejeki saya akan ganti semua
uangnya”
JARROT : “Sudah tenang jangan dipikirkan
masalah itu, ya sudah saya permisi dulu”
LASMI : “Baiklah terima kasih banyak”
JARROT : “Lain waktu saya akan
bersilahturahmi kesini lagi”
LASMI : “Iya, monggo”
JARROT : “Oh ya ini ada sedikit uang mungkin
bisa membantu buat pegangan, katanya lagi tidak ada uang” (sambil tersenyum)
LASMI : “Jangan tidak usah, saya malah
merepotkan”
JARROT : “Sudah jangan begitu, terima saja
anggap saja saya ini teman yang siap membantu kapan saja kamu butuh” (merayu)
LASMI : “Wah anda ini orang yang baik,
pasti istri mas sangat beruntung”
JARROT : “Alah biasa saja, ya sudah saya
pamit”
JARROT : “Assalamualaikum”
LASMI : “ Iya terima kasih banyak, Waalaikumssalam”
KALA ITU LASMI SANGAT BINGUNG
HATINYA SANGAT GUNDAH GULANA, IA HANYA
BISA
PASRAH DENGAN KEADAAN.
BAGIAN 5
HARI
SUDAH MULAI GELAP DARTO PULANG DENGAN SEMANGAT KARENA MENDAPAT GAJI BULAN INI,
DALAM HATI IA MEMBAYANGKAN BETAPA SENANGNYA HATI ISTRI DI RUMAH NANTI
DARTO :
“Alhamdulillah, Lasmi nanti pasti senang aku membawa uang” (bicara sendiri)
DARTO :
“Buk, buk Bapak pulang, (kaget melihat Lasmi tertidur di sofa) hlo buk kok
tidur di sofa kenapa?”
LASMI :
“ Hla ini, ibuk capek pak ”
DARTO :
“ Oalah iya sudah ibuk istirahat saja dikamar!”
LASMI :
“ Gimana bawa uang apa gak pak?”
DARTO :
“Tentu saja lah buk, pasti ibuk senang” (memberikan uang gaji)
LASMI :
“ (tersenyum) Kok tumben cuma segini, ini mana cukup pak buat nutup semuanya”
DARTO :
“Laiya buk gaji bapak kan sudah dipotong sama pinjaman kemarin”
LASMI : “Ibuk gak mau tau pak, pokoknya bapak
harus segera melunasi semua hutang”
DARTO : “Iya buk, bapak akan berusaha”
LASMI : “Iya sudah bapak makan dulu, tadi
ibuk sudah minta beras di rumah ibuk”
DARTO : “Iya buk, maafkan bapak ya”
LASMI : (diam dan meninggalkan Darto)
DARTO
HANYA BISA MENGHELA NAFAS DENGAN SIKAP ISTRINYA DAN BERUSAHA SABAR DENGAN
KEADAAN YANG TERJADI. DARTO MEMAKLUMI MEMANG WANITA SUKA DI MANJA DAN
DIMENGERTI.
KEHIDUPAN KELUARGA DARTO KIAN HARI
KIAN DILANDA MASALAH, AKHIR-AKHIR INI SIKAP ISTRI DARTO SI LASMI MULAI MENCURIGAKAN,
HATI DAN PIKIRAN DARTO SETIAP HARI TIDAK BISA TENANG DAN BINGUNG KARENA SIKAP
LASMI YANG BERBEDA
BAGIAN 6
DARTO
MERASA SANGAT BINGUNG DENGAN SIKAP LASMI KARENA HARI –HARI LASMI SUDAH TIDAK
MEMPERMASALAHKAN TENTANG UANG YANG BIASANYA MENJADI PERDEBATAN
DARTO : “Hari ini kan waktunya arisan kok tumben Lasmi tidak
meminta uang padaku
padahal aku kan belum memberinya” (bingung
dan bicara sendiri)
DARTO : “ Buk bukannya hari ini ibuk waktunya arisan ya?”
LASMI : “ Iya aku tidak ikut arisan hari ini”
DARTO : “La kenapa, ini bapak
ada uang untuk bayar arisan buk, ibuk datang saja”
LASMI : “Tidak usah pak”
DARTO : “Oalah iya sudah terserah ibuk, ini kalau begitu terima
uangnya saja buat ibu”
LASMI : (menerima uang dan diam saja)
BELUM
JUGA KEBINGUGNAN DARTO SELESAI ARUMI TIBA-TIBA MENYODORKAN SURAT YANG BERISI
TULISAN ADMINISTRASI SEKOLAH AGAR ARUMI BISA MENGIKUTI UJIAN AKHIR SEMESTER.
ARUMI :
“Pak ini ada surat dari Ibu Guru tadi”
DARTO :
“Surat apa ini Rum?”
ARUMI :
“Entahlah pak, Arumi belum membuka coba bapak saja yang membuka”
DARTO :
“Ya ya, semoga ini surat yang mengembirakan”
ARUMI :
“ Tapi tadi hanya Arumi saja pak yang mendapat ini dari bu Guru”
DARTO :
“Oh ya, jadi penasaran”
ARUMI :
“ Iya sudah pak segara dibuka saja”
DARTO
MEMBUKA SURAT DAN SEKETIKA DARTO LANGSUNG DIAM DAN MENINGGALKAN ARUMI. DARTO
LANGSUNG MENEMUI LASMI UNTUK MENGATAKAN HAL INI.
DARTO :
“Buk ini lihat”
LASMI :
“Apa lagi pak?”
DARTO :
“Baca saja buk”
LASMI : (membaca surat yang diberi Darto) “Lantas pak? Ya bapak
harus segara mencari usaha biar bisa membayar”
DARTO : “Iya buk besok bapak akan kasih buat bayar”
LASMI : “Iya pak, semoga saja bapak tepat waktu”
TANPA
PIKIR PANJANG LASMI MENEMUI ARUMI UNTUK MEMBERI UANG AGAR BISA MEMBAYAR
SEKOALAH TANPA SEPENGETAHUAN DARTO, KARENA KEBETULAN LASMI MEMBAWA UANG
PEMBERIAN DARI SI JARROT TUKANG KREDIT TEMPO HARI.
LASMI :
“ Arumi..Rum?” (memanggil)
ARUMI :
“Iya buk, ada apa?” (berlari menemui Lasmi)
LASMI :
“Ini uang buat bayar sekolah kamu”
ARUMI :
“Hlo buk, ibuk sudah di kasih bapak?”
LASMI :
“Ssst sudah jangan banyak tanya, kamu simpan jangan sampai bapakmu tau”
ARUMI :
“Hlo buk kok begitu?”
LASMI :
“Kamu diam saja nduk, ini tabungan ibuk selama ini kamu jangan bilang bapakmu “
ARUMI :
“Oh iya buk, terima kasih”
LASMI :
(Dalam hati) “untung Arumi tidak curiga kalau ini pemberian mas kredit kemarin”
ARUMI
MENINGGALKAN LASMI, LASMI MELANJUTKAN PEKERJAAN RUMAH
BAGIAN 7
KEESOKAN
HARINYA DARTO MENJADI SANGAT BINGUNG IA TIDAK
MEMBAWA UANG HARI ITU, DAN IA BERENCANA UNTUK MEMINJAM KEPADA IBU
MERTUANYA. TAPI BUKAN UANG YANG IA DAPAT TETAPI IA MALAH MENDAPAT MALU.
DARTO :
“Dhuh Gusti, bagaimana ini, aku tidak membawa uang, kasian Arumi besok waktu terakhir bayar sekolah” (bicara sendiri
sambil berjalan)
DARTO :
“Apa aku kerumah ibuk mertua saja ya untuk pinjam uang?” (bingung)
TANPA
PIKIR PANJANG DARTO AKHIRNYA KERUMAH IBU MERTUANYA KALA ITU JUGA KARENA MEMANG
DIA BENAR-BENAR MEMBUTUHKAN UANG.
DARTO :
“Assalamualaikum, buk?”
IBU : “Waalaikumssalam, tumben kamu
kesini pasti ada maunya, sudah ibu duga”
DARTO :
“Iya buk, maaf sebelumnya ini Darto bermaksut untuk meminjam uang buat bayar sekolah Arumi besok hari terakhir”
IBU : “Heleh, kamu ini memang bapak tidak
tau diri, itukan sudah tanggung jawabmu, seharusnya kamu itu cari kerja yang
benar-benar bisa menjamin”
DARTO :
“(Diam tak berani berkata-kata)
IBU : “Kamu itu jadi lelaki harus bisa
membahagiakan keluarga, dari dulu juga ibu sudah tidak
yakin dengan laki-laki seperti kamu, tapi apalah daya ibu karena cinta Lasmi membutakan segalanya” (menghela nafas)
DARTO :
“Maafkan Darto buk, Darto janji suatu hari nanti pasti Darto bisa membahagiakan keluarga Darto dan Ibu juga”
IBU : “Halah belgedes paling kamu ya cuma
omong kosong”
DARTO :
“Iya bu Darto janji pasti akan Darto wujudkan, mungkin ini masih belum saatnya”
IBU : “Sudah Ibu tidak ada waktu untuk
berbasa basi dengan kamu, maaf ibu juga lagi tidak memilik uang, uangnya sudah dipakai
membeli benih padi tadi pagi, harusnya hal seperti ini itu menantu yang
biasanya menengani, eh ini malah bisanya merepotkan saja”
DARTO :
“Iya bu Darto minta maaf yang
sebesar-besarnya, kalau begitu Darto pamit, terima kasih bu, assalamualaikum”
IBU : “Waaliakumssalam”
SAAT
ITU DARTO BENAR-BENAR BINGUNG HARUS BAGAIMANA DIA SANGAT TAKUT ARUMI TIDAK BISA
MEMBAYAR SEKOLAH DAN LASMI MARAH-MARAH. DAN SEMAKIN JENUH DENGAN KEADAAN. TAPI
DUGAAN DARTO KALI INI MELESET LASMI JUSTRU BIASA SAJA DAN TIDAK MARAH MARAH
KARENA DARTO TIDAK MEMBAWA UANG.
LASMI :
“Tumben pak sudah pulang”
DARTO :
“Iya buk, sudah selesai tadi proyeknya”
(sangat gelisah dan lesu)
LASMI :
“Iya sudah bapak makan saja dulu lalu istirahat kelihatannya sangat capek”
DARTO :
“Iya buk, terima kasih, oh iya buk, bapak mau bicara”
LASMI : “
Sudahlah pak bapak cepet istirahat saja”
DARTO :
“Iya buk tapi”
LASMI : “Sudah
tidak tapi-tapian, ibu mau mencari angin bosan dirumah”
DARTO :
“Oh iya, tumben sekali buk tapi ya sudah buk”
DARTO
SEMAKIN MERASA BINGUNG DAN CURIGA TUMBEN NYA LASMI TIDAK MARAH-MARAH BIASANYA
IA LANGSUNG MENANYAKAN UANG KALAU DARTO PULANG KERJA, APALAGI BESOK TERAKHIR
BAYAR SEKOLAH ARUMI. HERANNYA LAGI LASMI TIDAK SEPERTI BIASA TIBA-TIBA IA MAU
CARI ANGIN PADAHAL IA SANGAT TIDAK SUKA KELUAR RUMAH KALAU TIDAK ADA
KEPENTINGAN YANG MENDESAK.
KALI INI KECURIGAAN SUDAH MENJADI- JADI FIKIRAN DARTO BENAR-BENAR DIKURAS HATINYA
DILANDA KEBIMBANGAN DAN INGIN MENJERIT TAPI DIA HARUS SADAR DAN TETAP SABAR
BAHWA INI SEMUA MEMANG BAGIAN DARI KEHIDUPAN. DARTO BERNIATAN MENGIKUTI ARUMI
YANG INGIN MENCARI ANGIN TERNYATA DARTO MENGETAHUI ALASAN LASMI BERBEDA DAN
SERING BOSAN DIRUMAH.
BAGIAN 8
KETIKA
DARTO MENGIKUTI LASMI, TERNYATA LASMI SEDANG BERTEMU DENGAN ORANG YANG DARTO
KENAL YAITU TUKANG KRIDIT SI JARROT. KECURIGAAN DARTO PUN SEMAKIN KARUAN DAN
BERFIKIR YANG TIDAK-TIDAK.
DARTO : “Lasmi ada perlu apa di sampai
bertemu si Jarrot” (dalam hati dan menguping)
DARTO
HANYA MENDENGARKAN DAN MELIHAT DARI KEJAHUAN DAN KEBETULAN DARTO BISA MENDENGAR
PERCAKAPAN LASMI DAN JARROT.
PERCAKAPAN LASMI SAAT BERTEMU
DENGAN JARROT
JARROT : “Hari
ini kamu terlihat cantik sekali tak bosan aku memandangmu dik Lasmi”
LASMI : “Apa
sih mas Jarrot ini bisa aja sukanya merayu”
JARROT :
“Iya sayang, kamu cantik makin sayang mas padamu”
LASMI :
“Alah gombal, semua lelaki paling juga sama” (tertawa)
JARROT :
“Oh iya gimana uang kamu masih ada apa sudah habis”
LASMI :
“Iya yang kemarin itu sudah Lasmi kasih ke anak Lassmi buat bayar sekolah”
JARROT : “Oalah
iya, ya sudah tak kasih lagi nanti buat kamu apapun akan ku berikan”
LASMI :
“Terima kasih memang mas Jarrot ini orang yang baik, Lasmi kok jadi sayang ya”
JARROT : “Wah ya jelas kamu harus sayang kan
kamu ini pacar aku” ( tertawa sambil
mencubit pipi Lasmi)
LASMI : “Kan mulai lagi huh dasar lelaki”
JARROT : “Ngomong-ngomong ini sudah hampir
larut apa sebaiknya kita pulang saja”
LASMI : “Iya mas nanti mas Darto malah
curiga, ya sudah sampai ketemu lain
waktu” (pergi meninggalkan Jarrot)
SAAT ITU JUGA HATI DARTO
BENAR-BENAR HANCUR DIA SANGAT INGIN BERTERIAK DAN MARAH, TERNYATA ISTRI YANG
DIA CINTAI BERHIANAT PADA DIRINYA. DARTO BENAR-BENAR KECEWA DAN TAK TAHU LAGI
HARUS BAGAIMANA MENGAPA COBAAN BEGITU BERAT PAD DIRINYA.
KALI
INI DARTO SENGAJA INGIN MEMBUKTIKAN KEJUJURAN ISTRINYA, KEBETULAN DUA HARI YANG
LALU JATUH TEMPO WAKTU BAYAR CICILAN MOTOR TAPI DARTO MEMANG BELUM MEMBERI UANG
KEPADA LASMI, TAPI KENAPA LASMI DIAM SAJA DAN TIDAK MARAH-MARAH SEPERTI DULU
LAGI.
DARTO :
(Terlihat sangat hancur yang dilampiaskan
dengan terus menghisap rokok,
tapi Darto masih saja berusaha sabar dan tegar)
LASMI :
“Hlo pak tumben nya kamu diluar biasanya
jam segini siap-siap ke mushola?”
DARTO :
(Diam tak menjawab malah terus menghisap
rokok yang ada ditanganya)
LASMI :
(Bingung) “Ada masalah apa pak?”
DARTO :
“TIDAK!”
LASMI :
“Aneh bapak ini”
DARTO :
“Hey yang aneh itu kamu Lasmi” (Menudingkan tangan)
LASMI :
“Apa maksut bapak?”
DARTO :
“Heh pura-pura polos”
LASMI :
“Bapak sakit ya?” (mencoba mengakihkan pembicaraan)
DARTO :
“Tidak, aku tidak sakit tapi fikiran dan hatiku sudah tergores”
LASMI :
“Maksutnya? (memerah dan gugup lalu meninggalkan Darto)
DARTO :
“LASMIII!!!” (Berteriak seakan marah)
LASMI :
“Ada apa to pak kok aneh sekali”
DARTO : “Kamu yang aneh, sekarang bapak tanya kenapa kamu tidak mengebu
meminta
uang kepada bapak, padahal kan dua hari yang lalu jatuh tempo bayar
cicilan motor?”
LASMI : “Ya Lasmi memang tidak minta karena pasti tahu bapak
bakal gakpunya”
DARTO : “Alah bohong! Biasa nya kamu juga marah-marah tanpa
toleransi kalau waktunya kaya gitu dan juga waktu bayar sekolah Arumi bapak
juga belum kasih tapi kenapa ibuk diam saja. Kenapa? Jawab buk jangan diam
saja. ” (marah)
DARTO : “Ooo iya iya aku tahu pasti sudah cukup dikasih sama
orang yang mencubit pipi”
LASMI : “Bapak, apa maksut bapak?”
DARTO : “Sudahlah buk, bapak sudah tahu semuanya selama ini
ternyata ibuk main dibelakang bapak sama orang yang tidak jelas hanya karena
dia bisa memberi semuanya padahal bapak juga sudah berusaha terus tapi memang belum diberi rejeki yang
lebih tapi ibu tidak bisa sabar dan memahami”
LASMI : (Meneteskan air mata)
DARTO : “Sudahlah buk bapak sudah cukup sabar menghadapi pahitnya
kehidupan, tapi ibuk tak pernah memahami keadaan bapak!” (kecewa)
DARTO : “Yang ibuk lakukan apa hanya bisa marah-marah dan terus
marah, tidak pernah mengerti perasaan
bapak , tidak pernah sedikitpun!”
BRAKKK!!! (DARTO MENGEBRAK PINTU)
LASMI : “Pak, maafkan Lasmi, Lasmi hanya terlena suasana lasmi
menyesal” (Menangis)
DARTO
PUN PERGI MENINGGALKAN LASMI DALAM KEADAAN MENANGIS DIDEPAN RUMAH DAN KEBETULAN
TETANGGA LASMI BANYAK YANG MELIHAT. DASAR MEMANG TETANGGA LAMBE TURAH YA
KERJAANNYA NGURUSI ORANG LAIN
WARGA 1 :
“Lihat tu, hemm dasar ya orang susah hidupnya pasti penuh masalah”
WARGA 2 :
“Iya lah lihat saja tu hutangnya banyak di warung bu Dargo”
WARGA 3 :
“Laiya mau kagak banyak gimana suaminya aja kerjanya cuma kuli bangunan”
WARGA 1 :
“Nah, mana bisa maju”
WARGA 3 :
“Coba saja kerja di luar kota atau kemana pasti mereka tidak sampai banyak
hutang”
WARGA 2
: “Padahalkan Ibunya Lasmi
juga orang yang berada, tapi kenapa malah menikah sama
lelaki biasa seperti Darto”
WARGA 1 :
“Halah iya itu yang dinamakn cinta, ya makan cinta saja”
HAHAHAH
SEMUA WARGA MENTERTAWAKAN LASMI YANG SEDANG SUSAH.
KALI INI DARTO SUDAH CUKUP LELAH
DAN SUDAH CUKUP SABAR IA MEMILIH UNTUK PERGI DARI KAMPUNGNYA AGAR BISA MENDAPAT
PEKERJAAN YANG BISA MEMBUAT KELUARGANYA MERASA BAHAGIA. DARTO PUN JUGA SUDAH
MEMAAFKAN KESALAHAN ISTRINYA LASMI. MESKIPUN KALA ITU MASALAH BERTUBI TUBI MENIMPANYA
TETAPI DARTO TETAP TEGAR DAN SABAR KARENA DIA PERCAYA RENCANA TUHAN AKAN LEBIH INDAH.
DARTO
BERPAMITAN KEPADA LASMI, ARUMI JUGA IBU MERTUANYA UNTUK MEMINTA DOA RESTU PERGI E LUAR KOTA
AGAR BISA MEMBERI SEMUA APA YANG DI INGIKAN SELAMA INI.
DARTO :
“Istriku ijinkan diriku ini pergi untuk mencari rejeki”
LASMI :
“Suamiku, aku mengijikan dirimu pergi demi masa depan anak kita Arumi”
DARTO :
“Baiklah aku akan giat bekerja dan terus bekerja untuk kalian agar bisa bahagia
dan menutup semua hutang doakan selalu bapak buk”
LASMI :
“Iya Pak, aku akan terus mendoakan bapak”
ARUMI : “Bapak hati-hati ya di sana sering-sering bapak telefon.
Karena Arumi pasti merindukan bapak”
(berkaca-kaca)
DARTO : “Iya nduk pasti, kamu juga hati-hati yang pinter belajarnya
yang nurut sama ibuk mu” (memeluk)
ARUMI : “Iya Pak, Arumi sayang Bapak”
DARTO : “Bapak juga sangat sayang kalian”
DARTO : “Bu, Darto pamit mohon doa restu semoga darto bisa segera
mewujudkan kebahagia anak ibu yang sagat Darto sayang, Lasmi adalah belahan
jiwa Darto bu pasti Darto akan
membahagiakan dengan cara Darto, dan kalau Darto sudah sukses pasti Darto akan
memberikan semua yang ibu inginkan”
IBU : “Iya Le, maafkan juga ibu yang keras kepala ini
semua ini semata-mata karena ibu tidak ingin putri kesayangan ibu terluka, iya
sudah ibu merestuai semoga kamu mendapat berkah disana hati-hati dan jaga diri”
HARI
ITU ADALAH HARI TERAHIR MEREKA BERTEMU DARTO KARENA DARTO AKAN PERGI MENCARI
PEKERJAAN DI LUAR KOTA UNTUK KEBAHAGIAAN KELUARGANYA.DAN MEMBUKTIKAN KALAU
DARTO BISA.
TENTANG PENULIS

Sivira Anggriani lahir di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten
Malang pada tanggal 15 Mei 1998. Putri tunggal dari pasangan suami istri Bapak
Topan dan Ibu Sri Sulasmi. Pernah menempuh pendidikan di TK Darmawanita 1
Ngroto, Pujon kemudian menempuh pendidikan di SDN Jatitengah 1 Blitar,
melanjutkan SMP Negeri 1 Selopuro,
Blitar kemudian melanjutkan ke SMA Negeri Garum, lulusan tahun 2017.
Melanjutkan studi ke Universitas Negeri Malang Prodi S1 Pendidikan Bahasa,
Sastra Indonesia dan Daerah. Cita-citanya ingin menjadi Guru Bahasa Indonesia
yang selalu dirindukan siswanya kelak. Ia
aktif dalam kegiatan kampus ia termasuk anggota UKM BLERO UM. Orang yang
selalu dirindukan teman – temanya karena keceriaanya. Ia adalah sosok yang
memilik hobi memasak dan berolahraga.
Comments
Post a Comment
mendekatlah untuk berbagi dan saling memaklumi